Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

PARIWISATA

17 Maret 2021|17:33 WIB

Eksotisme Taman Nasional Sebangau Dengan Sungai Berwarna Hitam

Banyak jenis flora yang belum bisa teridentifikasi
ImagePengunjung menikmati pemandangan di area wisata Air Hitam Taman Nasional Sebangau, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (24/1/2021). Destinasi wisata yang menyuguhkan keindahan pemandangan alam susur sungai air hitam dan berbagai macam kuliner tersebut merupakan destinasi favorit wisatawan saat berlibur ke Kota Palangkaraya. ANTARAFOTO/Makna Zaezar

JAKARTA – Ada yang unik di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Wilayah ini menawarkan sensasi dan eksotisme menyusuri sungai yang memiliki air berwarna hitam.

Ya, berbeda dengan kebanyakan warna air sungai, di sini sungainya berwarna hitam legam. Fakta ilmiah di balik sungai ini karena adanya kandungan senyawa di dalamnya, yang membuat warna air berubah menjadi hitam. Jadi dipastikan bahwa warna hitam air itu bukan disebabkan karena pencemaran limbah apapun.  

Berdiri di antara dua kabupaten, yakni Pulau Pisang dan Katingan, Sebangau mendapatkan predikat sebagai salah satu taman nasional dengan hutan rawa terbesar. Bukan hanya di Indonesia, namun juga di dunia. Atas dasar itu pihak pengelola yang didukung oleh berbagai organisasi peduli lingkungan, terus mengampanyekan agar taman nasional ini tetap asri dan terjaga keasliannya.

Fakta ini tentunya menunjukkan bahwa Taman Nasional Sebangau juga mempunyai nilai lebih di mata dunia. Bukan hanya karena ekosistem, termasuk flora dan fauna yang ada di dalamnya, namun juga pemandangan alam yang diberikan kepada wisatawan yang datang mengunjungi.

Taman nasional ini juga dikenal memiliki banyak sumber air yang mengalir. Di antaranya Danau Panjang, Danau Punggualas dan juga Danau Bulat. Sementara, sungai yang melintasi taman nasional ini adalah Sungai Sebangau, Sungai Katingan, Sungai Kahyangan, dan Sungai Koran. 

Ragam sumber air dan lokasi yang luas, membuat ekosistem di Taman Nasional Sebangau sangat beragam. Beberapa fauna bahkan masuk kategori langka dan dilindungi. Total ada sekitar 128 suku tanaman yang membagi 809 jenis flora. Banyaknya jenis flora, bahkan sampai memuat 16 jenis suku baru yang belum dapat diidentifikasi. 

Taman Nasional Sebangau, juga terdapat memiliki beberapa tumbuhan yang memberikan nilai ekonomis yang tinggi. Termasuk di antaranya adalah tumbuhan kapur naga dan meranti jawa. Di sini juga bisa ditemukan rotan, beberapa tanaman obat dan tumbuhan yang menghasilkan getah. 

Pun, Taman Nasional Sebangau menjadi rumah bagi beberapa jenis hewan. Dari kategori mamalia, ada 35 jenis yang dapat ditemukan di taman nasional ini. Sayangnya, nyaris setengahnya atau 13 jenis hewan yang ada teridentifikasi berpotensi mengalami kepunahan.

Beberapa hewan yang masuk kategori 13 mamalia tersebut adalah beruk, kucing batu dan beruang madu. Kabar baiknya adalah populasi orangutan di taman nasional ini relatif terjaga, yaitu masih di angka 6000 ekor. Tentunya catatan tersebut adalah tantangan agar taman nasional ini bisa menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh satwa yang ada. 

Beberapa destinasi wisata di sekitar taman nasional juga bisa menjadi alternatif pilihan. Salah satu lokasi wajib yang mesti dikunjungi ketika pergi ke Taman Nasional Sebangau adalah Sungai Koran. Selain mendaki di kawasan hutan sekitarnya, lengkap dengan peluang untuk melihat fauna langka seperti orangutan dan beruk, wisatawan juga harus melihat pertama kali warna air sungai yang hitam.
 
Jika ingin wisata edukasi, wisatawan bisa ke Resor Mangkok di Kabupaten Pulau Pisang untuk belajar soal ekosistem lahan gambut. Wisatawan juga bisa belajar membuat blocking kanal yang biasa digunakan untuk rehabilitasi gambut serta menangkal kebakaran saat musim kemarau datang. (Dwi Herlambang)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA