Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

19 Juli 2022

13:40 WIB

Wamendag Optimistis Transaksi Kripto 2022 Bakal Pulih

Ia menjabarkan, tren pendorong tersebut bisa dilihat dari jumlah customer kripto di dalam negeri sepanjang 2022 ini.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Wamendag Optimistis Transaksi Kripto 2022 Bakal Pulih
Ilustrasi uang kripto. Shutterstock/dok

JAKARTA - Kementerian Perdagangan masih optimistis, transaksi kripto di dalam negeri akan kembali positif di 2022. Sejumlah hal disinyalir akan jadi pendukung utama pertumbuhan kripto Indonesia.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengakui, sepanjang tahun berjalan transaksi kripto terpantau menurun. Bahkan, secara nilai, transaksi kripto Januari-Juni 2022 begitu menurun dibanding 2021.

Kemendag mencatat, selama enam bulan pertama, transaksi kripto di dalam negeri hanya mencapai Rp212 triliun. Jumlah ini tergolong menurun dibanding capaian sepanjang 2021 yang berhasil menyentuh Rp859,4 triliun.

“Tapi (meski menurun), saya optimis bahwa transaksi itu akan bisa naik lagi karena melihat tren,” ungkapnya dalam agenda daring ‘Peluang-Tantangan Industri Blockchain Indonesia’, Jakarta, Selasa (18/7).

Ia menjabarkan, tren pendorong tersebut bisa dilihat dari jumlah customer kripto di dalam negeri sepanjang 2022 ini.

Per Juni 2022, pelanggan terdaftar pada aset kripto telah mencapai 15,1 juta pelanggan. Adapun, terdapat penambahan jumlah pelanggan di bulan yang sama sebesar 962.038 pelanggan. 

Sebagai perbandingan, pelanggan kripto terdaftar di pengujung 2021 mencapai 11,2 juta jiwa. Dengan rataan penambahan pelanggan bulanan pada 2021 sekitar 740.523 jiwa. 

“Kita melihat customer sudah mengalami kenaikan dari 2 juta (hingga) sekarang 15,1 juta di Juni 2022. (Jadi), saya optimis ini tren-nya tidak turun, walaupun transaksinya sempat turun,” ujarnya. 

Selain itu, pihaknya juga melihat potensi tersebut dengan jumlah token yang bisa ditransaksikan saat ini, sebanyak 229 token. Jumlah token ini sudah diakui langsung oleh Bappebti. 

Pihaknya pun tidak menutup kemungkinan, Indonesia bisa kedatangan token baru yang bisa diperjualbelikan di 2022. Pasalnya, berdasarkan estimasi Jerry, ada 20 ribu-an token yang ditransaksikan di tingkat global.

“Mungkin (jumlah token yang diperjualbelikan) bisa nambah lagi. Asalkan, sesuai dengan persyaratan yang sudah dipenuhi,” sebutnya.

“Oleh karena itu, jumlah token dan user yang nambah, saya yakin di tahun ini akan bisa naik lagi transaksinya. Apalagi kalau misalnya bursa (kripto) sudah terbentuk di 2022,” bebernya.

Tekanan Kripto Terkini 
Melansir laporan Tokocrypto, pergerakan market aset kripto pada Senin (18/7) terpantau masih berenergi. Hal ini sudah berlangsung sejak pekan lalu, walaupun kemarin sempat terlihat kurang bergairah.

Di waktu bersamaan, sekitar 10 aset kripto big cap kompak naik ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misal, nilai Bitcoin (BTC) naik 0,58% ke US$21.252/keping dalam sehari terakhir.

Kemudian, Ethereum (ETH) naik 3,24% ke level US$1.402. Kemudian Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), Cardano (ADA) dan XRP mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 0,89%; 0,29%; 0,42%; dan 0,26%.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan, meski secara keseluruhan pergerakan market awal pekan ini menguat tipis, tapi harga aset bakal terus bergerak di rentang sempit.

Pergerakan harga ini, menurut Afid, akan berlangsung sampai investor mendapat gambaran mengenai prospek ekonomi selanjutnya. Ke depan, tekanan di market kripto semakin berat setelah nilai Dolar AS semakin kuat sejak pekan lalu.

“Saat ini, investor menanti kepastian mengenai kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan bank sentral AS, The Fed, demi menekan inflasi tanpa harus menimbulkan efek samping berupa resesi ekonomi,” kata Afid, Senin (18/7)

Terlebih, lanjutnya, tingkat inflasi AS pada Juni masih terhitung sangat tinggi di level 9,1%. Jika merunut pada data historis, data inflasi AS selalu memukul kinerja pasar kripto. 

Harga Kripto Sideways
The Fed yang berencana menggelar rapat bulanan pada 26-27 Juli mendatang, dipercaya akan membuat pergerakan harga kripto bakal terbilang sideways, “Setidaknya hingga The Fed mengumumkan kesimpulan rapat FOMC-nya bulan ini,” bebernya.

Di samping itu, optimisme investor semakin goyah menyusul deretan kabar buruk dari industri kripto global. Seperti, Celsius yang akhirnya mengajukan kebangkrutan ke pengadilan niaga New York dan OpenSea untuk memangkas 20% dari jumlah karyawannya. 

Selanjutnya, kabar dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang melarang warganya untuk memanfaatkan aset digital dan token utilitas sebagai alat pembayaran barang dan jasa di Rusia. 

“Putin telah mengesahkan undang-undang yang melarang pembayaran digital di negara tersebut,” jelas Afid.

Kendati demikian, Afid menilai, kondisi pasar kripto saat ini lebih sehat dibanding sebelum-sebelumnya. Sebab, pelaku pasar terpantau sangat reaktif terhadap kabar-kabar positif yang menyangkut jaringan blockchain. 

Seperti, Celsius melunasi utangnya ke dua platform keuangan terdesentralisasi, Compound dan Aave. Begitu juga kabar baik Ethereum yang siap upgrade jaringan pada September mendatang. 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER