Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

06 Juli 2022

08:00 WIB

Upaya Menjaga Industri Mamin Tetap Berjaya

Industri mamin menyumbang lebih dari sepertiga atau sebesar 37,77% dari PDB industri pengolahan nonmigas. Berbagai kebijakan diambil untuk mengembalikan kinerja seperti prapandemi.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

Upaya Menjaga Industri Mamin Tetap Berjaya
Ilustrasi industri mamin - Pabrik Industri Hilir Kelapa Sawit, Marunda Center International Warehouse & Industrial Estate, Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

JAKARTA – Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menilai, industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor penting yang menunjang kinerja industri pengolahan nonmigas. 

Pada kuartal I/2022, industri mamin menyumbang lebih dari sepertiga atau sebesar 37,77% dari PDB industri pengolahan nonmigas.

“Peran dari sektor industri makanan-minuman ini akan memberikan dampak signifikan terhadap industri pengolahan nonmigas maupun PDB nasional,” katanya pada Pameran Produk Makanan dan Minuman 2022, Jakarta, Selasa (5/7).

Dirjen Industri Agro mengemukakan, industri mamin tumbuh sebesar 3,75% pada kuartal I/2022 atau lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 2,45%. Saat ini, industri mamin adalah salah satu sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. 

Ditinjau dari sisi perdagangan internasional, ekspor produk mamin sampai kuartal I/2022 menembus US$10,92 miliar, termasuk minyak kelapa sawit. Serta mengalami neraca perdagangan yang positif bila dibandingkan dengan impor produk mamin pada periode sama yang sebesar US$3,92 miliar.

“Dari sisi investasi, sampai dengan kuartal I/2022, realisasi investasi untuk sektor industri makanan dan minuman mencapai Rp19,17 triliun; terdiri dari PMDN sebesar Rp9,34triliun dan US$684,98 juta untuk PMA,” sebut Putu.

Kinerja industri mamin yang mulai membaik tersebut, tidak lepas dari kerja keras seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga terkait, hingga industri. Jadi dapat menghasilkan pertumbuhan yang positif, meski terdampak pandemi. 

Sebagai upaya menekan dampak pandemi covid-19, pemerintah telah meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya selama pandemi covid-19. 

Dengan pelaksanaan kebijakan tersebut, diharapkan kinerja industri mamin yang sebelum pandemi mampu tumbuh sekitar 7-9% dapat kembali gemilang.


Halau Dampak Pandemi
Dirjen Industri Agro menyebut, beberapa kebijakan PEN yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Antara lain pemberian Bea Masuk Ditanggung Pemerintah untuk beberapa komoditas bahan baku industri makanan dan minuman pada 2021. 

Tujuannya, untuk mendorong peningkatan utilitas dan daya saing industri terutama pada masa pandemi covid-19. Pada awal 2022, pemerintah juga telah memberlakukan kebijakan satu harga untuk minyak goreng sawit. 

“Kemudian didukung kebijakan distribusi minyak goreng curah bersubsidi oleh BPDKS, yang berhasil mendorong percepatan distribusi untuk mengurangi kelangkaan minyak goreng curah,” paparnya.

Lebih lanjut, saat ini kebijakan minyak goreng curah untuk rakyat juga dikembangkan oleh pemerintah yang merupakan tindak lanjut keberpihakan minyak goreng curah bersubsidi.

Perusahaan-perusahaan yang telah berpartisipasi dalam program tersebut dapat melakukan konversi untuk perizinan ekspor pada program minyak goreng curah rakyat. 

Pihaknya mengapresiasi pelaku usaha yang sudah berpartisipasi dan mendukung semua kebijakan distribusi minyak goreng hingga kini.

“Kami juga berharap, dengan program ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat serta usaha kecil dan mikro, yang akan berdampak pada pergerakan ekonomi secara nasional,” tutur Dirjen Industri Agro.

Kebijakan Strategis Lainnya
Kemenperin juga telah mendorong pemberian fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar US$6/MMBTU bagi sektor industri mamin pada 2022. Upaya ini akan menurunkan biaya produksi dan meningkatkan daya saing produk industri makanan dan minuman. 

“Kita berharap fasilitas tersebut dapat segera diberlakukan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh industri makan dan minuman,” tegasnya.

Putu menambahkan, pemerintah berupaya meredam tingginya tekanan inflasi global, terutama yang disebabkan oleh produk-produk mamin. Karenanya, perlu upaya untuk bisa mengendalikan inflasi, sehingga daya beli masyarakat tetap bagus, sementara sektor industri bisa tumbuh stabil. 

Untuk itu, Kemenperin fokus menjalankan program pengoptimalan penggunaan produk dalam negeri dan substitusi impor, termasuk pada sektor pangan. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang potensial untuk pengembangan pangan, seperti sagu, singkong, dan ketela pohon.

“Ini yang perlu terus dioptimalkan oleh sektor industri untuk menyubstitusi produk impor,” ungkapnya.

Salah satu komoditas yang dipacu oleh Kemenperin adalah pengembangan gula semut dari bahan baku kelapa. Apalagi, Indonesia sebagai penghasil kelapa terbesar di dunia. 

Di samping itu, Kemenperin juga mendorong pengembangan industri gula berbasis tebu, khususnya di wilayah timur Indonesia seperti di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan industri mamin, Kemenperin juga terus aktif memfasilitasi promosi produk industri mamin melalui ajang pameran di dalam maupun luar negeri. 

Salah satunya, yang digelar di Plaza Pameran Industri dengan diikuti sekitar 60 perusahaan industri mamin. 

Selain itu, Presidensi G20 Indonesia di tahun ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan produk-produk industri nasional, termasuk produk mamin, yang diharapkan dapat memperluas pasar ekspor.

“Penyelenggaraan pameran ini diharapkan menjadi wahana pendorong bagi para pengusaha di bidang industri makanan dan minuman untuk memperkenalkan produk, kualitas dan citra merek, serta memperoleh berbagai masukan atau keinginan dari pelanggannya,” pungkasnya.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER