Selamat

Rabu, 26 Januari 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

14 Januari 2022

16:46 WIB

UOB Group Akuisisi Bisnis Konsumer Citigroup di Empat Negara

Akuisisi akan mempercepat pertumbuhan skala bisnis konsumer UOB Group di Kawasan ASEAN.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

UOB Group Akuisisi Bisnis Konsumer Citigroup di Empat Negara
Logo UOB Group pada gedung bertingkat. Shutterstock/dok

SINGAPURA – Anak perusahaan United Overseas Bank Limited (UOB) telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi bisnis konsumer Citigroup yang mencakup portofolio bisnis pinjaman tanpa anggunan dan pinjaman beranggunan, wealth management dan retail deposit atau tabungan segmen ritel di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. 

Sebagai bagian dari Akuisisi ini, UOB akan menarik karyawan Citigroup di Bisnis Konsumer di empat negara tersebut. Nantinya, dengan akuisisi ini diharapkan akan semakin memperkuat dan memperdalam kehadiran bisnis UOB di kawasan ASEAN. 

"Bisnis Konsumer Citigroup memiliki nilai aset bersih agregat sekitar S$4 miliar dan basis nasabah sekitar 2,4 juta per 30 Juni 2021, serta menghasilkan pendapatan sekitar S$0,5 miliar pada semester pertama tahun 2021," kata Deputy Chairman, Chief Executive Officer (CEO) UOB, Wee Ee Cheong melalui siaran pers, Jumat (14/1). 

Tanpa mencakup biaya transaksi satu kali tersebut, akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan laba per saham UOB (EPS) dan rasio pengembalian ekuitas (ROE). 

"Imbalan kas untuk akuisisi akan dihitung berdasarkan premi agregat setara dengan S$915 juta ditambah nilai aset bersih Bisnis Konsumer saat transaksi selesai," imbuhnya. 

Ia menuturkan, akuisisi diharapkan akan dibiayai melalui kelebihan modal inti dan diperkirakan akan mengurangi rasio CET1 UOB sebesar 70 basis poin menjadi 12,8%, berdasarkan posisi modal inti pada 30 September 2021. Efek terhadap rasio CET1 tidak diharapkan menjadi material dan akan sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku. 

Adapun, penyelesaian akuisisi di masing-masing negara akan menunggu persetujuan dari regulator negara terkait dan di Singapura. Penyelesaian akuisisi diperkirakan akan berlangsung antara pertengahan 2022 dan awal 2024, tergantung pada perkembangan dan hasil dari proses persetujuan regulator. 

Menurutnya, Citigroup akan membantu UOB dan anak perusahaannya, UOB Group secara kolektif dalam memigrasi nasabah dan karyawan dari Bisnis Konsumer untuk memastikan kelancaran transisi.

"Akuisisi Bisnis Konsumer Citigroup di markets utama kami di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam merupakan sebuah peluang besar yang hadir pada saat yang tepat. UOB percaya pada potensi jangka panjang kawasan Asia Tenggara dan kami telah menerapkan kedisiplinan, kehati-hatian dan keteguhan dalam memanfaatkan kesempatan untuk bertumbuh," ungkap Wee Ee Cheong. 

Seraya menunggu persetujuan regulator, pihaknya berharap dapat mengintegrasikan kualitas portofolio Citigroup dan menyambut tim mereka. Juga, menciptakan nilai yang bertumbuh bagi nasabah, kolega, serta pemangku kepentingan. 

"Bisnis yang diakuisisi, bersama dengan Bisnis Konsumer regional UOB, akan membentuk sinergi yang kuat dan dapat meningkatkan skala bisnis UOB Group dan memperkuat posisi kami sebagai bank regional terkemuka," harapnya. 

Sementara itu, Peter Babej selaku CEO Citi Asia Pasifik mengatakan bahwa pihaknya sangat antusias dalam mengumumkan transaksi ini dengan UOB, lembaga pan-Asia terkemuka. 

"Kami yakin bahwa UOB, dengan budaya yang kuat dan ambisi regional yang luas, akan memberikan peluang yang sangat baik seiring dengan upaya menyediakan rumah jangka panjang bagi rekan-rekan bisnis konsumer kami di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam," kata Peter. 

Peter menilai, memfokuskan bisnis melalui tindakan ini dapat memfasilitasi investasi tambahan bagi area fokus strategis perusahaan, termasuk jaringan kelembagaan di seluruh Asia Pasifik guna mendorong pendapatan yang optimal bagi Citi. 

Strategi bisnis konsumer UOB, lanjutnya, termasuk memanfaatkan segmen affluent yang terus meningkat di Kawasan Asia Tenggara, mengakuisisi dan melayani nasabah melalui platform perbankan digital, UOB TMRW, dan memenuhi beragam kebutuhan keuangan mereka melalui pendekatan omni-channel seiring dengan meningkatnya kesejahteraan nasabah. 

"Akuisisi ini akan memperluas ekosistem kemitraan UOB dan diharapkan dapat menumbuhkan basis nasabah ritel UOB di empat markets, yang mempercepat pertumbuhan target basis nasabah lima tahun lebih cepat," tuturnya. 

Sekadar informasi, Bisnis Konsumer Citigroup mempekerjakan sekitar 5.000 karyawan, termasuk pimpinan senior dan berbagai tim dengan banyak pengalaman dalam wealth management. Integrasi ini akan memperkuat fondasi UOB Group dan membuka sejumlah sinergi bisnis. 

UOB Group menantikan kehadiran nasabah dan karyawan Citigroup, dimana mereka akan terus diinformasikan mengenai perkembangan terbaru dari akuisisi dalam beberapa bulan ke depan. 

Credit Suisse (Singapura) Limited bertindak sebagai penasihat keuangan bagi UOB Group dalam akuisisi dan Allen & Overy LLP (Singapura) sebagai penasihat hukum.

Naik Peringkat
Dilansir dari Antara, dengan akuisisi tersebut, nasabah UOB group akan meningkat hampir dua kali lipat dari 2,9 juta menjadi 5,3 juta.

"Dengan demikian, kami akan menjadi salah satu bank regional terbesar di kawasan dengan bisnis dan nasabah yang semakin luas," ujar Cheong.

Selain pertambahan nasabah, ia menuturkan kemitraan UOB Group akan menjadi lebih kuat usai langkah akuisisi bisnis konsumer Citigroup di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, dengan pangsa pasar yang lebih besar dan tim yang lebih kuat untuk melayani semua nasabah.

Secara perinci, peningkatan nasabah ritel UOB Group usai akuisisi akan terjadi di Thailand dari 1,3 juta menjadi 2,4 juta nasabah, Malaysia dari 880 ribu menjadi 1,5 juta nasabah, Vietnam dari 50 ribu menjadi 200 ribu nasabah, dan Indonesia dari 550 ribu menjadi 1,2 juta nasabah.

Dengan kemungkinan tambahan nasabah tersebut, posisi UOB Group di keempat negara juga akan meningkat dari 10 besar bank ritel terbaik menjadi enam besar di Thailand, dari 10 besar menjadi lima besar di Malaysia, dan dari 20 besar menjadi 10 besar bank ritel terbaik di Indonesia.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

KPK Sebut NFT Berpotensi Jadi Tempat Cuci Uang

PLN Jamin Ketersediaan Pasokan Batu Bara PLTU Pada Februari 2022

Kisah Berdirinya Starbucks

YouTube Mulai Tertarik Kembangkan NFT

3 Provinsi Catat Kasus Baru Covid-19 di Atas Seribu Orang

PUPR: Kualitas Infrastruktur Bergantung Pada Kompetensi Insinyur

Minyak Rosemary Untuk Atasi Kerontokan

Kemendagri Minta NIK Untuk Pelaksanaan Haji-Umroh