Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

25 November 2022

13:34 WIB

Turun Tipis, Emas Antam Dibanderol Rp980.000/gram

Berbeda dengan emas Antam yang melemah, di pasar global emas menguat didukung nilai tukar dolar yang melemah.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

Turun Tipis, Emas Antam Dibanderol Rp980.000/gram
Pegawai menunjukan logam mulia emas Antam di Butik Emas LM Antam, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022). ValidNewsID/Fikhri Fathoni

JAKARTA - Harga emas Antam pada Jumat (25/11) melemah tipis Rp1.000 ke level Rp980.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian turut turun Rp1.000 ke angka Rp884.000/gram.  

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, tercatat melonjak sebesar Rp8.000. Pada Senin (14/11), harga ditutup Rp970.000/gram, hingga Sabtu (19/11), emas Antam ditutup di posisi Rp978.000/gram. 

Kemudian, emas Antam pada Senin (21/11) stagnan di level Rp978.000/gram. Pada Selasa (22/11), emas melemah Rp3.000 ke Rp975.000/gram. 

Tak berlangsung lama, pada Rabu (23/11), emas Antam berbalik menguat tipis Rp2.000 menjadi Rp977.000/gram dan naik lagi Rp4.000 pada Kamis (24/11) menjadi Rp981.000/gram. 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.065.000/gram pada Jumat (7/8/2020).  

Di PT Pegadaian, pada Jumat (25/11), harga emas Antam Rp1.016.000/gram, Antam Retro Rp986.000/gram. Sementara itu, Antam Batik Rp1.171.000/gram dan emas cetakan UBS Rp984.000/gram.  

Emas Antam yang melemah berbanding terbalik dengan emas global. Dilansir dari Reuters, emas naik tipis pada Jumat (25/11), dalam perjalanan menuju kenaikkan mingguan, didukung oleh pelemahan dolar karena kecenderungan dovish yang dirasakan dalam strategi kenaikkan suku bunga Federal Reserve AS. 

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$1.758,41 per ounce pada pukul 02.23 GMT, dan menguat 0,5% sejauh pekan ini. Emas berjangka Amerika Serikat meningkat 0,7% menjadi US$1.758,30. Sementara, perak mendatar di US$21,51, tetapi naik sekitar 3% untuk pekan ini. 

"Sebuah mayoritas besar dari pembuat kebijakan Fed setuju bahwa kemungkinan akan segera tepat untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga," pembacaan pertemuan 1-2 November menunjukkan pada Rabu. 

Ini menempatkan dolar di jalur penurunan mingguan, membuat emas lebih murah untuk pembeli luar negeri. 

"Retracement dalam dolar telah membuat emas terdukung dengan baik karena laju prospek suku bunga yang lebih lambat dipandang sebagai tanda hawkish puncak untuk lebih melepaskan posisi bearish pada logam kuning yang dibangun sejak awal tahun," kata Ahli strategi pasar IG Yeap Jun Rong. 

Tetapi, pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) bulan Desember akan menjadi seperti kotak hitam. Hal ini mengingat variasi dalam proyeksi sebelum dan sesudah data pelemahan inflasi AS, membuat emas sensitif terhadap data yang akan datang karena pembeli masih mencari gambaran soal kenaikan suku bunga. 

Mayoritas pedagang mengharapkan kenaikan suku bunga 50 basis poin (bps) pada pertemuan Fed bulan Desember. Sementara, peluang kenaikan 75 bps dipatok sekitar 34,5%. 

Suku bunga tinggi telah mempertahankan status tradisional emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi tinggi dan ketidakpastian lainnya tahun ini, karena hal itu menyebabkan biaya peluang yang lebih tinggi untuk menahan aset yang tidak memberikan imbal hasil. 

Kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar, SPDR Gold Trust di New York telah turun sekitar 68 ton sejak awal tahun ini. 

Harga logam mulia lainnya, platinum sedikit berubah pada US$988,08. Sementara, paladium menguat 0,2% menjadi US$1.883,40.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER