Selamat

Senin, 23 Mei 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

14 Mei 2022

12:00 WIB

Turun Tipis, Emas Antam Dibanderol Rp967.000/gram

Menguatnya dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS mengurangi daya tarik logam kuning

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Turun Tipis, Emas Antam Dibanderol Rp967.000/gram
Ilustrasi emas antam. Shutterstock/dok.

JAKARTA - Harga emas Antam pada Sabtu (14/5) melemah tipis Rp2.000 ke posisi Rp967.000/gram. Sementara, harga buyback atau pembelian kembali turut turun Rp3.000 ke angka Rp852.000/gram.  

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, yakni periode Senin (2/5) hingga Sabtu (7/5), tercatat menetap atau tidak bergerak di posisi Rp975.000/gram. 

Emas Antam pada Senin (9/5) menguat tipis Rp2.000 menjadi Rp977.000/gram. Tapi kemudian, harga emas Antam berbalik melemah pada Selasa (10/5) Rp7.000 ke posisi Rp970.000/gram dan turun lagi pada Rabu (11/5) Rp4.000 ke Rp966.000/gram. 

Pada Kamis (12/5), emas Antam kembali menguat sebesar Rp9.000 menjadi Rp975.000/gram. Tak berlangsung lama, emas Antam pada Jumat (13/5) langsung melemah sebesar Rp6.000 ke posisi Rp969.000/gram. 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.065.000/gram pada Jumat (7/8/2020).  

Di Pegadaian, pada Sabtu (14/5), baik harga emas Antam, Antam Retro, Antam Batik, dan emas cetakan UBS tidak ditampilkan. 

Emas Antam yang melemah berbanding lurus dengan emas global. Dikutip dari Antara, emas berjangka merosot kembali pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang kerugian pada hari kedua berturut-turut dan menetap di level terendah 14-minggu. Karena, menguatnya dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS mengurangi daya tarik logam kuning. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di Divisi Comex New York Exchange jatuh US$16,4 atau 0,9% menjadi US$1.808,20 per ounce setelah mencapai terendah sesi US$1.797,45, terendah sejak 30 Januari. Minggu ini, emas Juni anjlok 3,9%. 

Sehari sebelumnya, Kamis (12/5), emas berjangka anjlok US$29,10 atau 1,57% menjadi US$1.824,60 setelah terangkat US$12,7 atau 0,69% menjadi US$1.853,70 pada Rabu (11/5), dan tergelincir US$17,6 atau 0,95% menjadi US$1.841,00 pada Selasa (10/5). 

Biaya hidup yang tinggi atau inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS untuk menjinakkan inflasi telah mendorong permintaan dolar AS, yang mencapai level tertinggi yang terakhir terlihat dalam 20 tahun terakhir. 

Emas jatuh di bawah rata-rata pergerakan 200-hari pada Kamis (12/5). Analis pasar berpendapat bahwa konsolidasi dalam minggu depan di bawah US$1.830 akan memperkuat sinyal bearish, yang akan membuka jalan bagi penurunan 25% lagi menuju area US$1.350. 

Meski demikian, menurut analis pasar, ada ruang untuk menghindari skenario bearish

"Hanya aksi jual tiba-tiba dolar AS yang kemungkinan akan mengubah prospek teknis bearish emas,” kata Jeffrey Halley, yang mengawasi riset pasar Asia-Pasifik untuk platform perdagangan daring OANDA. 

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 22,8 sen atau 1,1% menjadi US$21 per ounce. Sedangkan, platinum untuk pengiriman Juli turun US$0,7 atau 0,08% menjadi US$930,70 per ounce. 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER