Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

24 Juni 2022

11:30 WIB

Turun Rp7.000, Harga Emas Antam Jadi Rp992.000/gram

Dolar AS menguat dan investor memperkirakan kenaikan suku bunga agresif

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Turun Rp7.000, Harga Emas Antam Jadi Rp992.000/gram
Ilustrasi emas antam. Shutterstock/dok

JAKARTA – Harga emas Antam pada Jumat (24/6) melemah sebesar Rp7.000 ke level Rp992.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian kembali turut turun Rp7.000 ke angka Rp870.000/gram.    

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, tercatat menguat Rp3.000. Pada Senin (13/6), harga ditutup Rp996.000/gram, hingga Sabtu (18/6), emas Antam ditutup di posisi Rp999.000/gram.  

Emas Antam pada Senin (20/6) dan Selasa (21/6) tidak bergerak atau masih menetap di posisi Rp999.000/gram. Kemudian pada Rabu (22/6), emas melemah Rp6.000 ke level Rp993.000/gram. Akan tetapi pada Kamis (23/6), emas berbalik menguat sebesar Rp6.000 menjadi Rp999.000/gram. 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.065.000/gram pada Jumat (7/8/2020). 

Di Pegadaian, pada Jumat (24/6), harga emas Antam Rp1.034.000/gram, Antam Retro Rp977.000/gram. Sementara itu, Antam Batik Rp1.189.000/gram dan emas cetakan UBS Rp980.000/gram.  

Emas Antam yang melemah berbanding lurus dengan emas global. Dikutip dari Antara, emas kembali melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Karena, dolar AS menguat dan investor memperkirakan kenaikan suku bunga agresif setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan bank sentral berkomitmen penuh untuk menurunkan inflasi. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, turun US$8,6 atau 0,47% menjadi US$1.829,80 per ounce, memperpanjang kerugian untuk hari keempat berturut-turut. 

Emas berjangka turun tipis US$0,4 atau 0,02% menjadi US$1.838,40 pada Rabu (22/6), setelah melemah US$1,8 atau 0,1% menjadi US$1.838,80 pada Selasa (21/6), dan merosot US$9,3 atau 0,5% menjadi US$1.840,60 pada Jumat (17/6). 

Bursa Comex tutup pada Senin (20/6) untuk hari libur umum Juneteenth atau Hari Kebebasan. 

Ekspektasi pasar untuk kebijakan moneter yang lebih hawkish dari Federal Reserve membantu mendorong dolar lebih tinggi, menjadikan emas kurang menarik karena lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. 

Powell mengatakan pada Rabu (22/6) bahwa dia tidak akan mengesampingkan kenaikan suku bunga 100 basis poin, menambahkan bahwa bank sentral akan mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk memulihkan stabilitas harga. 

"Dengan (Ketua Fed Jerome) Powell menunjukkan bahwa kenaikan 1% adalah kemungkinan nyata, ini adalah pengingat akan tekanan konstan pada harga emas dari kenaikan suku bunga," kata kepala strategi Tiger Brokers Michael McCarthy, seperti dikutip Reuters

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (23/6) bahwa klaim pengangguran awal AS turun ke penyesuaian musiman 229 ribu dalam pekan yang berakhir 18 Juni dari level revisi minggu sebelumnya 231 ribu, meredam emas. 

Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur AS dari S&P turun ke level terendah hampir dua tahun di 52,4 pada Juni, sementara PMI sektor jasa turun ke level terendah lima bulan di 51,6, agak mendukung emas. 

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 37,9 sen atau 1,77% menjadi US$21.042 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turut turun US$22,5 atau 2,43% menjadi US$904,4 per ounce.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta

Legenda Bob Tutupoly Tutup Usia

R&I Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

Presiden Ingatkan Hukum Dan Keadilan Harus Dirasakan Nyata

DPR Minta Pemerintah Akomodasi Petani Sawit Ekspor TBS