Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

23 September 2021|12:25 WIB

Turun Rp2.000, Harga Emas Antam Jadi Rp924.000/gram

Emas Antam yang melemah berbanding lurus dengan emas global.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Hapsari

ImageIlustrasi emas antam. Shutterstock/dok

JAKARTA – Harga emas Antam pada Kamis (23/9) melemah Rp2.000 ke posisi Rp924.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian juga turun Rp3.000 ke angka Rp810.000/gram. 

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, tercatat menurun sebesar Rp11.000/gram. Pada Senin (13/9), harga ditutup Rp929.000/gram, hingga Sabtu (18/9), emas Antam ditutup Rp918.000/gram. 

Pelemahan berlanjut pada awal pekan ini, Senin (20/9). Emas Antam melemah seceng alias Rp1.000 ke posisi Rp917.000/gram. Namun kemudian, emas Antam pada Selasa (21/9), berbalik menguat goceng alias Rp5.000 menjadi Rp922.000/gram dan naik lagi Rp4.000 menjadi Rp926.000/gram pada Rabu (22/9). 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.058.000/gram pada Rabu (19/8/2020).   

Di Pegadaian, pada Kamis (23/9), emas Antam dibanderol Rp1.863.000/dua gram, Antam Retro Rp913.000/gram. Sementara, Antam Batik Rp1.119.000/gram dan emas cetakan UBS Rp918.000/gram. 

Emas Antam yang melemah berbanding lurus dengan emas global. Dilansir dari Reuters, di pasar global, harga emas melemah pada Kamis (23/9), setelah Federal Reserve mengisyaratkan pelonggaran dalam pembelian obligasi bulanan tahun depan dan kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan, yang dapat meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan bunga. 

Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$1.762,33 per ounce pada pukul 0122 GMT. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat juga tergelincir 0,9% menjadi US$1.762,10 per ounce. 

Dalam pernyataan kebijakannya pada Rabu (22/9), The Fed mengatakan akan mulai mengurangi pembelian obligasi secepatnya setelah November dan setengah dari pejabat bank sentral siap untuk menaikkan suku bunga tahun depan sebagai tanggapan terhadap inflasi. 

Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi, tetapi kenaikan suku bunga The Fed akan menumpulkan daya tarik logam mulia itu. 

Indeks Dolar (Indeks DXY) mencapai level tertinggi satu bulan, mengurangi daya tarik emas bagi mereka yang memegang mata uang lainnya. 

Kekhawatiran penularan dari krisis utang China Evergrande untuk sementara mereda pada Rabu (22/9), setelah pengembang properti itu setuju untuk menyelesaikan pembayaran bunga pada obligasi domestik. Sementara, Bank Sentral China menyuntikkan uang tunai ke dalam sistem perbankan. 

"Rusia memproduksi 173,99 ton emas antara Januari dan Juli, turun dari 176,30 ton yang diproduksi pada periode yang sama tahun lalu," kata Kementerian Keuangan, Rabu (22/9). 

Harga logam mulia lainnya, perak turun 0,5% menjadi US$22,55 per ounce. Paladium melemah 0,1% menjadi US$2.020,96 per ounce, tetapi harga melonjak 6,2% pada sesi Rabu (22/9), kenaikan satu hari terbesar sejak Maret 2020. Platinum turut berkurang 0,4% menjadi US$993,13 per ounce.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER