Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

07 Oktober 2022

11:40 WIB

Turun Lagi, Emas Antam Dihargai Rp953.000/gram

Emas Antam yang melemah berbeda dengan emas global.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Turun Lagi, Emas Antam Dihargai Rp953.000/gram
Pembeli menunjukan emas batangan di Butik Emas Logam Mulia, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (5/9/2 022). ValidnewsID/Fikhri Fathoni

JAKARTA - Harga emas Antam pada Jumat (7/10) melemah Rp4.000 ke level Rp953.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian kembali turut turun Rp2.000 ke angka Rp836.000/gram. 

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, tercatat melonjak sebesar Rp11.000. Pada Senin (26/9), harga ditutup Rp932.000/gram, hingga Sabtu (1/10), emas Antam ditutup di posisi Rp943.000/gram. 

Kemudian, emas Antam pada Senin (3/10) menguat tipis Rp2.000 menjadi Rp945.000/gram dan naik lagi pada Selasa (4/10) sebesar ceban alias Rp10.000 menjadi Rp955.000/gram. 

Begitu pula pada Rabu (5/10), logam kuning menguat Rp7.000 menjadi Rp962.000/gram. Tapi tak berlangsung lama, harga emas Antam pada Kamis (6/10), berbalik melemah goceng alias Rp5.000 ke level Rp957.000/gram. 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.065.000/gram pada Jumat (7/8/2020). 

Di pegadaian, pada Jumat (7/10), harga emas Antam Rp990.000/gram, Antam Retro Rp953.000/gram. Sementara itu, Antam Batik Rp1.146.000/gram dan emas cetakan UBS Rp943.000/gram. 

Emas Antam yang melemah berbeda dengan emas global. Dikutip dari Antara, harga emas tidak berubah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah jatuh sehari sebelumnya karena aksi ambil untung dari kenaikan tiga sesi berturut-turut, menjelang laporan data penggajian non-pertanian (nonfarm payrolls) AS September meskipun dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS naik. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, ditutup pada US$1.720,80 per ounce, tidak berubah dari sehari sebelumnya, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di US$1.734,20 dan terendah sesi di US$1.714,80. 

Emas berjangka tergelincir US$9,70 atau 0,56% menjadi US$1.720,80 pada Rabu (5/10), setelah terangkat US$28,5 atau 1,67% menjadi US$1.730,50 pada Selasa (4/10) dan melonjak US$30 atau 1,79% menjadi US$1.702 pada Senin (3/10). 

Para pedagang berada dalam sikap wait and see karena mereka menunggu data pekerjaan AS untuk September yang dijadwalkan akan dirilis pada Jumat waktu setempat, bersama dengan indeks harga konsumen bulanan yang akan dirilis minggu depan. 

Logam kuning menghentikan reli baru-baru ini setelah komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve dan tanda-tanda kekuatan dalam ekonomi AS mengurangi ekspektasi untuk poros dovish oleh bank sentral. 

Pasar logam reli kuat minggu ini setelah data manufaktur yang lemah di Amerika Serikat mendorong ekspektasi bahwa Fed akan mengurangi sikap hawkish untuk mencegah lebih banyak gangguan ekonomi dari kenaikan suku bunga. 

Dolar juga melanjutkan lintasan kenaikannya, mematahkan penurunan beruntun hampir enam hari. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya melonjak 1,07% menjadi 112,2590. 

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (6/10) bahwa klaim pengangguran awal AS meningkat 29 ribu menjadi 219 ribu dalam pekan yang berakhir 1 Oktober. Perkiraan median para ekonom menyebutkan 204 ribu permohonan baru. 

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 11,6 sen atau 0,56% menjadi US$20,66 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turut naik US$7,20 atau 0,79% menjadi US$921,80 per ounce. 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER