Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

24 Juni 2022

17:15 WIB

Tinjauan ESDM Terkait Infrastruktur BBM di Labuan Bajo

Selama peninjauan, Arifin mendapat laporan dari pengelola SPBU mengenai kelancaran pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di masyarakat maupun industri.

Penulis: Wiwie Heriyani,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Tinjauan ESDM Terkait Infrastruktur BBM di Labuan Bajo
Petugas melayani pengisian BBM di SPBU Tol Sidoarjo 54.612.48, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/4/2022). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif melakukan peninjauan ke beberapa titik infrastruktur Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi, yaitu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPUBN) dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Labuan Bajo, Jumat, (24/6).

Peninjauan yang didampingi langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat ini sekaligus untuk memastikan keterjangkauan akses energi ke masyarakat yang merupakan bahasan utama dari The 2nd Energy Transistion Working Group (ETWG).

Selama peninjauan, Arifin mendapat laporan dari pengelola SPBU mengenai kelancaran pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di masyarakat maupun industri. 

“Di SPBU Non Public Service Obligation (PSO), distribusi BBM berjalan lancar, respons masyarakat juga bagus. Di depot, avtur juga aman," kata Arifin, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/6).

Arifin mengimbau kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengantisipasi adanya lonjakan permintaan mengingat Labuan Bajo merupakan wisata prioritas pemerintah.

Guna memperhitungkan kondisi tersebut, Arifin juga meminta pihak untuk meningkatkan level keamanan (safety) dan jaringan logistik di setiap infrastruktur BBM. 

“Kita harus antisipasi daerah ini akan banyak kunjungan wisatawan. Tentu kebutuhan avtur dan BBM akan meningkat. Ini masih terlalu sederhana, kita minta perbaiki logistiknya supaya bisa lebih hemat dan efisien," harapnya.

Menurutnya, Pemerintah berharap penataan operasional logistik berdampak pada efisiensi mengingat sat ini terjadinya lonjakan harga minyak dunia yang cukup tinggi. 

“Sekarang ini harga minyak dunia sudah di atas US$100-US$120 per barel. Harga keekonomian BBM RON 90 maupun RON 92, rata-rata di atas Rp30.000. Kita harus antisipasi ini karena situasi krisis energi tidak bisa diramalkan selesai tahun ini atau lebih lama lagi," urainya.

Selanjutnya, Arifin juga membandingkan dengan harga BBM di Indonesia yang jauh lebih murah. Dia pun mengimbau ke masyarakat agar menggunakan BBM seefiesien mungkin. 

“Pertalite (RON 90) saja dijual Rp7.650, Pertamax (RON 92) kita jual Rp12.500. Makanya, kita perlu mengingatkan ke masyarakat agar menggunakan BBM seefisien mungkin. Ini berdampak pada (membengkaknya) alokasi subsidi," ungkapnya.

Kebutuhan BBM Nelayan Dijamin
Khusus pelayanan nelayan, Arifin menyebut adanya beberapa kebutuhan BBM yang belum terpenuhi. Hal itu diungkapkannya saat mendapatkan laporan dari Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNCI), Blasisus Janu di SPBUN 59.86501 Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo.

“Itu sudah ada meknismenya, Pak Gubernur NTT akan bantu menyelesaikan, semoga secepatnya keluar rekomendasi yang permanen," katanya. 

Pemerintah pun merespons dengan baik adanya laporan tersebut. Bagi Arifin, kebutuhan BBM bagi masyarakat harus diprioritaskan. Untuk itu, pemerintah akan mempertimbangkan menambah alokasi BBM. 

"Kalau nelayan membutuhkan, pemerintah harus merespons. Cuma ada aturannya, mekanisme pemberiannya gimana, misalnya untuk nelayan yang kapalnya 3 gross tonnage (GT)," tegasnya.

Meski begitu, Arifin mengapresiasi kinerja pengawasan yang ketat atas pendistribusian BBM baik subsidi maupun non-subsidi di Nusa Tenggara Timur. Tak hanya itu, realisasi dari alokasi pendistribusian BBM subsidi di Nusa Tenggara Timur mencapai 44% hingga 19 Juni 2022. 

"Penyaluran cukup bagus. Masyarakat cukup tertib. Kita berharap khususnya daerah perbatasan nanti diawasi," tutup Arifin.

Sebagai informasi, berdasarkan data PT Pertamina (Persero), hingga 20 Juni 2022, realisasi BBM jenis Pertalite di Nusa Tenggara Timur mencapai 152.829 kilo liter, sedangkan realisasi BBM jenis Solar mencapai 65.646 KL.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

Presiden Ingatkan Rakyat Awasi Kinerja Polri

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta

Legenda Bob Tutupoly Tutup Usia

R&I Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

Presiden Ingatkan Hukum Dan Keadilan Harus Dirasakan Nyata