Teten Rancang Regulasi Koperasi Multi Pihak Bagi Startup | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

10 November 2021|12:53 WIB

Teten Rancang Regulasi Koperasi Multi Pihak Bagi Startup

Para pelaku startup dan platform co-op tidak tertarik dengan skema koperasi konservatif.

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

Teten Rancang Regulasi Koperasi Multi Pihak Bagi StartupIlustrasi. Sejumlah startup mengoperasikan program pelayanan di coworking space Ngalup.Co di Malang, Jawa Timur, Senin (12/10/2020). ANTARAFOTO/Ari Bowo Sucipto

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM tengah menyiapkan sebuah regulasi yang mendukung model startup ataupun platform co-op untuk berkembang, yakni koperasi multi pihak. Regulasi itu nantinya akan terbit dalam bentuk Peraturan Menteri.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan langkah tersebut tak lepas dari permintaan sejumlah pelaku startup untuk dibuatkan koperasi. Namun dengan karakteristik setiap anggota memiliki hak dan kewajiban yang setara hingga penerapan konsep one man one vote dalam pengambilan keputusan, Teten mengatakan mereka telah mengurungkan niat bergabung dengan koperasi.

Meski begitu, Teten tetap memberikan solusi dengan adanya koperasi multi pihak yang bekerja secara berkelompok. Ia menyebut nantinya dalam sebuah koperasi terdapat kelompok enterpreneur, kelompok pekerja, kelompok investor, kelompok partner atau mitra, hingga kelompok user.

"Pengambilan keputusan pun menggunakan pola proportional right voting agar wajar dan adil bagi semuanya. Praktik ini berkembang luas di sejumlah negara lain," jelas Teten dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (10/11).

Ketidaktertarikan startup atau platform co-op untuk bergabung ke kopersi konvensional, sambungnya, dapat dipahami mengingat peran kepeloporan dalam sosok entrepreneur atau dalam dunia startup disebut hustler tidak akan terakomodasi dengan baik.

"Niat baik mereka untuk melibatkan para partner, worker, dan user menjadi anggota bisa menjadi buah simalakama," kata dia.

Keberadaan startup menurutnya telah memberi dampak yang luar biasa bagi sektor perekonomian digital di Indonesia. Segala macam hal saat ini dikerjakan secara digital dan bahkan dihadirkan lewat ponsel dalam bentuk berbagai aplikasi.

"Koperasi juga harus melakukan itu, artinya menghadirkan kreativitas dan inovasi dalam aplikasi digital," imbuh Menteri Teten.

Dengan beragam manfaat yang didapat dari koperasi multi pihak, Menteri Teten mengatakan mulai tahun ini pihaknya akan mengadopsi model tersebut menjadi salah satu pendekatan dalam rangka memodernisasi koperasi di Indonesia yang ditandai dengan inovasi model bisnis, adopsi teknologi, hingga kolaborasi multi pihak.

Ia meyakini kunci pengembangan inovasi pada model bisnis tersebut harus didukung dengan skema kelembagaan ataupun keanggotaan yang tepat agar kemudian segudang manfaat dapat dirasakan bagi seluruh pemangku kepentingan terkait.

Sebagai contoh, Indonesia Consortium Cooperatives Innovation (ICCI) telah mendirikan model koperasi platform atau koperasi startup yang sejalan dengan agenda besar Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengenalkan wajah baru koperasi kepada kalangan milenial.

"Agendanya juga termasuk pengelolaan yang profesional dan memiliki koefisien pertumbuhan yang tinggi," papar Menkop.

Teten juga menggarisbawahi keberadaan kalangan muda yang akan mendisrupsi berbagai pola konservatif. Ia berharap ide-ide kreatif dari generasi muda bisa melahirkan berbagai terobosan baru dalam perekonomian, khususnya pada entitas koperasi.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA