Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

WIRAUSAHA

08 Juni 2021|20:12 WIB

Teten: Pemberdayaan KUMKM Kunci Pulihkan Ekonomi Bali

Koperasi menjadi agen untuk mengkonsolidasi usaha mikro yang tidak masuk dalam skala ekonomi.

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImagePerajin menyelesaikan pembuatan gerabah di Banjar Binoh Kaja, Desa Ubung, Denpasar, Bali, Senin (19/ 4/2021). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

BALI - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, untuk membangkitkan perekonomian Bali yang terdampak pandemi covid-19, seluruh pihak wajib memberdayakan koperasi dan UMKM.

Menurutnya, ekonomi kerakyatan harus diperkuat melalui koperasi. Badan yang disebut sebagai soko guru perekonomian tersebut menjadi agen untuk mengkonsolidasi usaha mikro yang tidak masuk dalam skala ekonomi. Dengan terbentuknya koperasi modern, bisa menjadi alternatif pembiayaan bagi usaha mikro.

Dengan koperasi, para petani dan nelayan juga bisa berhadapan langsung dengan pasar. Teten menyebut usaha petani dan nelayan yang umumnya masih berbasis perorangan menyulitkan ketika berhadapan langsung dengan pasar.

Pembangunan KUMKM, lanjutnya, menjadi strategi baru untuk memperbaiki perekonomian nasional. Maka dari itu, dia mendorong agar para pelaku UMKM agar terkonsolidasi dengan lembaga koperasi.

"Kita bisa konsolidasi mereka dalam koperasi dan masuk dalam skala ekonomi agar terhubung dengan buyer dan market," kata Teten dalam acara Pengembangan Koperasi dan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif di Kabupaten Klungkung, Selasa (8/6).

Diakui Teten, koperasi dewasa ini memiliki stigma negatif dari masyarakat. Maka dari itu, pemberdayaan koperasi modern harus digalakkan.

"Koperasi kurang bagus Namanya, memang. Ketika saya kunjungan ke Bogor, saya mau konsolidasi petani bunga hias berbasis ekspor, saya suruh mereka masuk koperasi dan semuanya tidak mau karena mereka punya stigma negatif. Saya bilang yang jelek itu masa lalu, kita bangun koperasi modern," ujarnya

Penguatan UMKM dan koperasi diperlukan untuk memulihkan ekonomi Bali, yang terpuruk karena pandemi. Padahal, saat keadaan normal kontribusi Bali untuk PDB (Produk Domestik Bruto) nasional sangat luar biasa, dengan produk UMKM sebagai salah satu penopang.

Menteri Teten mendorong agar para pihak terkait, mulai dari pemerintah pusat, pemda, asosiasi, dan kalangan lainnya harus membantu mengangkat lagi ekonomi Pulau Dewata.

Menjawab hal itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk mendukung bergeraknya koperasi dan UMKM di Kabupaten Klungkung.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh pihaknya ialah dengan program Bima Juara atau beli murah jual mahal. Program ini menkonsolidasikan antara petani, koperasi dan masyarakat dalam satu sistem.

"Artinya gabah kita beli mahal dari petani. Koperasi Unit Desa (KUD) saya suruh beli di atas harga umum. Jual murah maksudnya KUD harus menjual murah dibanding harga umum penjualan beras. Dengan ini KUD dapat berkembang, petani lebih bagus dan masyarakat dapat harga murah," ujar Nyoman.

Nyoman pun menegaskan pihaknya akan tetap terkonsentrasi mengembangkan koperasi dan UMKM di Kabupaten Klungkung dengan berbagai inovasi yang akan dihadirkan ke depannya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER