Teten Optimis Sirkuit Mandalika Pacu Eksistensi UMKM NTB | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

22 November 2021|11:21 WIB

Teten Optimis Sirkuit Mandalika Pacu Eksistensi UMKM NTB

Proses kurasi dan seleksi wajib dilakukan untuk mengedepankan kualitas produk UMKM lokal

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

Teten Optimis Sirkuit Mandalika Pacu Eksistensi UMKM NTBIlustrasi produk UMKM. Gula aren produksi UMKM LBS Mandiri di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, NTB, Jumat (6/8/2021). ANTARAFOTO/Ahmad Subaidi

JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meyakini keberadaan ajang internasional di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat akan menaikkan kelas UMKM lokal. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan Sirkuit Mandalika, yakni meningkatkan investasi, perdagangan, dan pariwisata.

Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Teten menyebutkan diperlukan ada pendampingan usaha, perbaikan dan kurasi produk, serta pembentukan branding yang tepat, guna memaksimalkan potensi itu. Dengan demikian, banyak produk UMKM di daerah pariwisata yang bisa masuk ke pasar global.

Teten mengatakan, masuknya produk daerah ke pasar internasional dapat dimulai dari hal sederhana, yakni ketika produk UMKM dijadikan oleh-oleh atau souvenir dari sebuah kawasan wisata. Hal tersebut ia yakini bisa membuka akses pasar UMKM ke pasar dunia.

"Kita harus menyiapkan lebih baik lagi dari sekarang bagaimana ruang promosi dari produk-produk UMKM di Sirkuit Mandalika ini menjadi lebih kuat mempromosikan produk-produk UMKM," sebut Teten, Senin (22/11).

Baca Juga: LPDB-KUMKM Telah Salurkan Pembiayaan Rp1,29 Triliun Ke 163 Mitra

Proses kurasi atau seleksi produk, lanjutnya, dilakukan untuk mengedepankan kualitas, keunggulan, dan daya saing produk UMKM setempat. Dengan begitu, produk UMKM tak hanya sekadar berpartisipasi pada ruang-ruang promosi, melainkan juga memberi jaminan kualitas produk.

"Harus ditampilkan produk UMKM yang betul-betul berkualitas, jadi bukan hanya menjadi ruang partisipasi UMKM. Untuk itu, UMKM harus diarahkan untuk fokus pada kapasitas produksi dan daya saing produk," kata Menteri Teten.

Sementara itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalilah menuturkan optimalisasi keberadaan Sirkuit Mandalika dilakukan lewat gelaran NTB Expo, yakni pameran bagi UMKM. Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan dari Pemprov NTT untuk mengembangkan UMKM.

Sitti mengatakan bahwa acara tersebut menjadi salah satu ujung tombak dalam meningkatkan eksistensi UMKM di NTB. Kegiatan itu, katanya, juga ditunggu-tunggu oleh para pelaku usaha mengingat ada lebih dari 300 UMKM yang terlibat untuk menjajakan dan memperkenalkan produknya.

"NTB Expo jadi suatu acara yang membahagiakan dan yang sangat ditunggu-tunggu karena lebih dari 300 UMKM yang terlibat," tegasnya.

Sebagai informasi, setidaknya ada 50 UKM berorientasi ekspor yang mendapat fasilitasi dari Deputi Bidang UKM KemenkopUKM dari total pelaku usaha yang terlibat sebanyak 330 UKM. Deputi Bidang UKM KemenkopUKM Hanung Harimba Rachman menyebut ajang NTB Expo yang beriringan dengan World Superbike Championship merupakan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka.

"Event WSBK akan menarik animo penonton dan pengunjung yang sangat besar, baik dari kalangan wisatawan asing maupun domestik sehingga menjadi kesempatan baik agar produk UKM bisa tampil di sana," tandas Hanung.

Lebih lanjut, Sitti memaparkan dukungan lain yang telah diimplementasikan ialah pemberian bansos yang bukan dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk produk UMKM. Program tersebut digelar oleh Pemprov NTB sejak awal pandemi covid-19 masuk ke Indonesia.

"Semangat dari masyarakat, baik dari anak muda hingga ibu-ibu juga terus meningkat untuk menghasilkan produk UMKM yang berkualitas dan mudah-mudahan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi NTB setelah masa pandemi yang cukup lama," ungkap Sitti.

Baca Juga: Pemerintah Harap World Superbike Berdampak Nyata Bagi Masyarakat

Sebagai informasi, Sirkuit Mandalika berada dalam wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. KEK Mandalika sendiri ditengarai akan menarik banyak investor mengingat kawasan seluas 1.035 hektare di Kabupaten Lombok Tengah itu merupakan destinasi wisata kelas dunia.

Tak tanggung-tanggung, KEK Mandalika diproyeksi bisa menarik investasi sebesar Rp40 triliun dan diperkirakan bisa menyerap lebih dari 500 ribu tenaga kerja hingga 2025 mendatang. Pasalnya, aspek geografis Mandalika sangat mendukung penyelenggaraan event olahraga internasional, seperti kapal layar, surfing, skydiving, balap motor, dan sebagainya.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA