Selamat

Jumat, 24 September 2021

08 September 2021|19:24 WIB

Teten Dorong Koperasi Merger Demi Tingkatkan Skala Usaha

Skala usaha koperasi terlalu kecil sehingga tidak mencapai skala industri

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImageMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berdialog dengan pelaku usaha di The Hallway Kosambi, Bandung , Jawa Barat, Sabtu (3/4/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

BANDAR LAMPUNG – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai masalah utama yang dihadapi koperasi di Lampung, khususnya dari sektor pertanian, ialah skala usaha yang masih kecil. Sehingga, jumlah produksi yang dihasilkan tak mampu mencapai skala industri.

Oleh karenanya, Menteri Teten meminta agar koperasi yang bergerak di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan di Provinsi Lampung bisa menyatu guna menjamin hasil produksi semakin baik dari sisi kuantitas, kualitas, dan aspek keberlanjutan.

Ia menyebutkan, tujuan awal mendirikan koperasi agar skala usaha membesar sehingga petani perorangan menjadi lebih sejahtera.

"Konsep korporatisasi petani melalui koperasi adalah jawaban bagaimana petani perorangan yang punya lahan sempit itu dikonsolidasi melalui koperasi agar produknya bisa masuk skala ekonomi," ungkap Menkop, di Bandar Lampung, Rabu (8/9), melalui keterangan tertulis.

Ia mencontohkan, koperasi peternakan sapi terbesar di Selandia Baru, Fonterra memiliki sekitar 15 juta ekor sapi. Peternak yang merupakan anggota koperasi itu hanya fokus mengurus sapi dan menjaga produksi susu, sedangkan pengolahan dan pemasaran menjadi peran dari koperasi sebagai offtaker.

"Saat ini banyak negara, seperti Belanda dan Amerika itu mengelola sektor pangan bukan lagi korporasi, tetapi koperasi. Jadi, saya berharap Lampung bisa melahirkan koperasi modern seperti itu," tutur Teten.

Sebagai informasi, saat ini jumlah koperasi secara keseluruhan di Bandar Lampung mencapai 5.653 unit dengan koperasi yang aktif mencapai 2.087 unit. Dengan jumlah anggota sekitar 2,2 juta orang, total volume usaha yang dijalankan oleh koperasi di Bandar Lampung mencapai Rp4,41 triliun.

Lampung sendiri dinilai sebagai daerah yang mampu menjadi penyangga kebutuhan pangan nasional. Provinsi paling timur Sumatra itu memiliki sejumlah komoditas unggulan, seperti kopi, nanas, gula, udang, beras, pisang, cokelat, hingga jagung.

Teten mengimbau agar produksi komoditas pangan unggulan tersebut dioptimalkan dan dikelola dengan baik, dengan melibatkan koperasi. Dengan begitu, potensi daerah tersebut bisa dikelola menjadi produk turunan yang dapat menciptakan nilai tambah.

Dukungan Pembiayaan
Untuk itu, Teten menegaskan pemerintah turut berkomitmen mendukung pengembangan koperasi pangan melalui pembiayaan yang murah. Ia menjelaskan saat ini sudah tersedia Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM dengan pagu yang dinaikkan dan tingkat suku bunga rendah.

Plafon KUR tanpa jaminan pun telah dinaikkan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta. Selain itu, pemerintah juga telah memperpanjang subsidi bunga 3% hingga Desember 2021 mendatang. Pagu anggaran KUR 2021 sendiri mencapai sekitar Rp253 triliun.

Alokasi KUR TA 2021 itu, sambung Teten, lebih tinggi jika dibandingkan plafon yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp220 triliun. Hal ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memajukan sektor Koperasi dan UMKM (KUMKM).

"Penyaluran kredit oleh bank bagi UMKM kita masih 20% dan kita targetkan untuk bisa menaikkan minimal menjadi 30% pada 2024 mendatang sehingga pagu KUR selalu kita naikkan dan ini akan terus naik," paparnya.

Tak hanya KUR, Teten menyebut saat ini telah terdapat beberapa lembaga yang dapat membantu koperasi, seperti LPDB-KUMKM sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang dibentuk untuk mendukung pembiayaan bagi koperasi di Indonesia.

Menurutnya jika koperasi mau memaksimalkan pembiayaan dari satker dalam naungan Kemenkop UKM itu, maka mereka akan mendapatkan banyak manfaat, seperti suku bunga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan suku bunga bank konvensional.

"Pembiayaan untuk koperasi selain dari Bank saat ini juga ada LPDB karena sekarang ini sudah tidak ada hibah tapi adanya dukungan pembiayaan murah. Maka koperasi diperkuat dengan dukungan pembiayaannya lewat LPDB," tutupnya.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA