Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

25 November 2022

17:15 WIB

Teknologi Dukung Rencana Sustainability Perusahaan

Penerapan teknologi membantu sektor bisnis mencapai misi tree zeros dalam sustainability.

Penulis: Nuzulia Nur Rahma,

Editor: Fin Harini

Teknologi Dukung Rencana <i>Sustainability</i> Perusahaan
Ilustrasi sustainability. Shutterstock/dok

JAKARTA - Managing Director SAP Indonesia, Andreas Diantoro, mengungkap hasil penelitian SAP dan Oxford Economics yang menemukan bahwa sekitar 46% sektor bisnis di Indonesia telah memiliki rencana sustainability yang matang. 

“Tentu ini merupakan hal baik dan kami percaya bahwa angka ini akan terus bertumbuh secara signifikan dengan dibangunnya kemitraan dengan pihak eksternal,” ungkap Andreas dalam pernyataan resminya, Jumat (25/11).

Andreas menjelaskan seiring berkembangnya bahasan tentang dampak perubahan iklim pada kualitas lingkungan hidup di dunia, sustainability menjadi isu yang semakin ramai dibicarakan dan diterapkan di berbagai aspek. 

Tidak hanya terkait lingkungan hidup, sustainability juga mencakup employment dan decent work for all, seperti yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Sustainability, katanya berkaitan erat dengan misi three zeros, yakni zero emission (nol emisi), zero waste (nol limbah), dan zero inequality (nol ketidaksetaraan). Topik ini juga menjadi isu yang hangat dibicarakan dan menghasilkan beberapa rekomendasi pada KTT G20 di Bali, pekan lalu.

Riset yang dilakukan SAP dan Oxford Economics menemukan pendorong sekaligus tantangan utama penerapan sustainability adalah kepatuhan terhadap mandat regulasi. Riset itu juga menunjukkan bahwa investasi pada data menjadi kunci meningkatkan hasil keberlanjutan. 

Untuk itu, SAP Indonesia (NYSE: SAP) sebagai perusahaan penyedia solusi proses bisnis, berkomitmen mendukung penerapan program sustainability di Indonesia dalam proses bisnis perusahaan dengan mengedepankan peran data dan digitalisasi. 

Bagaimana rencana sustainability dapat diterapkan dan dijalankan tanpa celah. 

Dia menuturkan salah satu faktor keberhasilan penerapan rencana sustainability adalah pengelolaan data yang akurat untuk membantu perusahaan mencapai tujuan sustainability-nya.

“Kendalanya ada pada akurasi data yang telah dimiliki masing-masing perusahaan, jika proses pengumpulan data yang dilakukan berjalan dengan lancar maka miskalkulasi data tidak terjadi dan rencana sustainability dapat dijalankan untuk mencapai tujuan dan rencana tersebut,” terang Andreas.

Adaro Energy Indonesia, yang merupakan salah satu pelanggan SAP, adalah perusahaan yang bergerak di sektor tambang dan energi. Dalam upaya menerapkan sustainability, HSE & Risk Management Division Head Adaro Energy Indonesia, Rusdi Husin menyebutkan Adaro merencanakannya dengan menyusun program-program keberlanjutan dan mengadakan program pengelolaan lingkungan hidup.

"Kami melalui upaya pengurangan dan pengelolaan emisi karbon yang terstruktur dan sistematis. Pelaporan kinerja terkait dengan program sustainability yang dilakukan Adaro Energy setiap tahunnya bisa diakses secara publik di laman website Adaro," sebutnya.

Rusdi menjelaskan implementasi program sustainability di Adaro mendapat banyak bantuan dan dukungan dari pihak internal maupun eksternal untuk memastikan program berjalan efektif. 

“Program-program sustainability yang dilaksanakan Adaro Energy Indonesia akan terus dijalankan, bukan hanya untuk menjalankan kewajiban namun juga untuk terus melestarikan lingkungan hidup dan mendukung SDGs, serta mematuhi elemen-elemen yang tertuang dalam ESG,” jelas Rusdi.

Selain itu, PT Petrosea Tbk, sebuah perusahaan multi-disiplin jasa pertambangan dan rekayasa & konstruksi dengan jejak lebih dari 50 tahun, juga menggunakan layanan SAP dalam menunjang berbagai inisiatif keberlanjutan dengan digitalisasi. 

Hal ini disampaikan Head of Geological System and Technology PT Petrosea Tbk, Alexander Aviantara, menurutnya Petrosea telah menggunakan teknologi 4.0 seperti Internet of Tings (IoT), data science and analytics serta sensor pintar dalam operasi perusahaan. 

"Digitalisasi misalnya diterapkan pada predictive maintenance untuk pemeliharaan truk dan alat berat guna meningkatkan umur komponen serta mengatasi konsumsi bahan bakar yang terdeteksi tinggi di atas rerata. Inisiatif ini membantu menekan penggunaan energi serta mencegah wastage,” ungkap Alexander. 

Dalam implementasinya, Alexander mengungkapkan Petrosea menghadapi beberapa tantangan di tahap awal karena SDM di lapangan membutuhkan training untuk menggunakan teknologi tersebut. 

Namun problematika ini dapat teratasi dengan pelatihan terus menerus yang dilakukan untuk menambah keterampilan SDM serta proses perbaikan berkelanjutan. 

“Transformasi digital sangat membantu kami di Petrosea untuk mendukung dan menerapkan strategi keberlanjutan kami. Setiap tantangan yang kami hadapi merupakan bagian dari misi yang harus diselesaikan dengan cara yang tepat dan efektif,” ucap Alexander.

Senada dengan hal itu, PT Amerta Indah Otsuka, perusahaan manufaktur nutrisi dan farmasi, juga memercayai SAP Indonesia untuk mendorong upaya sustainability dalam proses bisnisnya. Wheny Utoyo, Manufacturing Head PT Amerta Indah Otsuka, percaya bahwa digitalisasi membantu pengurangan emisi dan penghematan energi. 

“Di AIO kami menggabungkan pengalaman, keahlian, dan inovasi untuk membangun proses pengurangan emisi dan penghematan energi. Keterlibatan berbagai pihak terkait serta digitalisasi di AIO menjadi kunci utama keberhasilan proses pengurangan emisi dan penghematan energi yang kami lakukan,” papar Wheny.

Penerapan Sustainability Bagi Perusahaan
Mengamati fenomena praktik keberlanjutan, Communication Director Rajawali Foundation, organisasi nirlaba filantropi, Fardila Astari Rachmiliza memaparkan bahwa penerapan sustainability yang akuntabel menjadi semakin penting. 

“Seperti Project SINERGI (Strengthening Coordination for Inclusive Workforce Development in Indonesia), project yang didanai oleh UNSAID mendorong ketenagakerjaan inklusif yang lebih ramah dan secara masif bisa menjangkau ratusan ribu kaum muda kurang mampu dan rentan termasuk kaum muda difabel dan perempuan produktif dalam rentang usia 18-34 tahun dan memiliki penghasilan kurang dari $2 per hari,” kata Fardila. 

Dengan ketersediaan data pengukuran sustainability yang jelas dan tepat, dia menuturkan akan ada dampak yang dihasilkan proyek terukur. Monitoring dalam rangka meminimalisasi kegagalan capaian dari proyek yang sedang dikerjakan pun bisa dilakukan.

Tidak berhenti di situ, menurutnya, praktik sustainability pun merupakan sebuah perjalanan. Penerapan sustainability dalam suatu perusahaan harus terus ditingkatkan dari segi kualitas. Hal ini penting dilakukan agar dampak yang dihasilkan dapat bernilai dan berarti bagi seluruh penerima manfaat dan seluruh masyarakat Indonesia hingga di masa depan.

Dia menyebutkan dalam kenyataan bahwa transformasi digital memegang peranan besar mendorong Indonesia menegaskan komitmennya membantu inovasi bisnis yang sustainable dengan menggunakan perkembangan teknologi digital melalui pengolahan data yang efektif secara cepat dan tepat.

“Komitmen ini tentunya perlu diimplementasikan dengan berkolaborasi dengan pihak terkait sehingga dapat mencapai dampak yang lebih besar dan juga dapat membangun model bisnis yang semakin sustainable. Kolaborasi ini dapat menjadi kesempatan baru bagi perusahaan dalam menyusun rencana yang lebih matang dan bermanfaat bagi perusahaan dan masyarakat luas,” tutup Andreas.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER