Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

23 September 2022

20:12 WIB

Sweet Seventeen, LPS Bersiap Emban Amanat Baru

Dalam RUU P2SK yang tengah dibahas antara DPR dan pemerintah, LPS diamanatkan menyelenggarakan program penjaminan polis asuransi

Editor: Faisal Rachman

<i>Sweet Seventeen</i>, LPS Bersiap Emban Amanat Baru
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa pada acara perayaan HUT ke-17 LPS, di Jakarta, Kamis (22/09/2022).dok. LPS

JAKARTA – Sweet Seventeen. Buat kebanyakan orang, usia 17 tahun seolah menjadi batas dari masa kanak-kanak menuju ‘orang dewasa’. Ya, di usia inilah, setelah KTP diperoleh, transformasi menjadi sosok yang lebih dewasa mulai dijalankan. Tugas-tugas yang lebih serius dan lebih banyak, umumnya mulai dijalankan.

Kondisi inilah yang rasanya pas untuk menggambarkan lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang kini tengah merayakan hari jadinya yang ke 17 tahun. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, ke depan lembaga yang dia pimpin tersebut akan mengemban tugas baru. 

Salah satunya adalah implikasi dari pemberlakuan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang saat ini pembahasan RUU-nya masih berlangsung di DPR.

“Salah satu kado ulang tahun ke-17 LPS ini adalah masa-masa menjelang penetapan UU P2SK. Dengan regulasi baru tersebut, maka implikasi bagi LPS adalah LPS akan mengemban mandat dan amanat baru,” ujarnya dikutip Jumat (23/9).

Sekadar informasi, berdasarkan draft RUU tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) atau Omnibus Law Keuangan, LPS bakal menyelenggarakan program penjaminan polis. Pasal 65 ayat 1 di Bab VIII tentang Program Penjaminan Polis disebutkan, LPS berfungsi menyelenggarakan penjaminan polis bagi pemegang polis, tertanggung, atau peserta.

Artinya, akan ada beberapa wewenang yang nantinya dimiliki oleh LPS untuk menjalankan program penjaminan polis ini. Mulai dari penetapan iuran awal dan berkala dari perusahaan asuransi hingga ketentuan pembayaran penjaminan polis.

LPS juga bertanggung jawab atas pengelolaan dan penatausahaan aset dan kewajiban penyelenggaraan Program Penjaminan Polis, serta memisahkannya dengan pencatatan aset penjaminan simpanan. Sementara berdasarkan Pasal 69 disebutkan, ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan Program Penjaminan Polis, serta pengelolaan dan penggunaan dana Program Penjaminan Polis diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Menurut Purbaya, amanat baru ini menumbuhkan kebanggaan tersendiri karena LPS menjadi pihak yang dipercaya. Hal tersebut juga menimbulkan konsekuensi baru. Struktur organisasi LPS akan bertambah, termasuk pimpinan, unit kerja dan SDM ikut bertambah. 

“Tentu saja dinamikanya juga akan meningkat, dan ini yang harus kita antisipasi dan persiapkan secara bersama-sama, baik secara lembaga maupun individunya. Kami yakin kita semua mampu mengembannya,” jelasnya.

RUU PPSK telah disetujui menjadi RUU usul DPR RI dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (20/9). Dengan ditetapkannya RUU ini sebagai inisiatif DPR, maka pembahasan selanjutnya akan dilakukan bersama pemerintah untuk memberikan masukan dan koreksi atas pasal-pasal yang telah dirumuskan oleh DPR.

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Demokrat Vera Febyanthy menjelaskan, RUU P2SK perlu segera di bahas bersama dengan pemerintah. Termasuk perlindungan terhadap pemegang polis asuransi dan financial technology (fintech).

Usia Matang
Sementara itu, hadir dalam acara perayaan HUT LPS ke-17 ini antara lain, Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih, Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono, dan Anggota Dewan Komisioner LPS ex-officio OJK Dian Ediana Rae, serta seluruh pegawai LPS.

Sekadar kilas balik, LPS sebagai penjamin dan resolusi bank di Indonesia ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan. Beleid ini pula yang menjadi dasar hukum terbentuknya sebuah Lembaga Negara baru, LPS, yang resmi beroperasi pada 22 September 2005.

Purbaya menuturkan, usia 17 tahun adalah usia yang cukup matang bagi sebuah entitas lembaga keuangan. 

“Sudah panjang perjalanan yang LPS lewati dan banyak pengalaman yang telah didapatkan. Dari yang awalnya organisasi kecil, hingga dengan perkembangannya saat ini, dan akan terus berkembang lagi, sejalan dengan semangat yang kita usung yaitu Satu Tujuan, Tumbuh Bersama,” ujarnya.





KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER