Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

23 September 2022

19:00 WIB

Suku Bunga BI Naik, Ekonom: Ekonomi Terkoreksi, Inflasi Tetap Naik

Pertumbuhan ekonomi cenderung akan bergerak di angka 5%. Akibat dari kebijakan moneter yang ada, terdapat potensi kemungkinan ekonomi turun. Di sisi lain, saat ini inflasi terus menanjak.

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Suku Bunga BI Naik, Ekonom: Ekonomi Terkoreksi, Inflasi Tetap Naik
Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Senin (25/4/2022).ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

JAKARTA – Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Apindo Ajib Hamdani mengatakan ada dua hal yang mesti dimitigasi selepas dinaikkannya suku bunga Bank Indonesia (BI), yaitu potensi pertumbuhan ekonomi yang akan terkoreksi dan inflasi yang tetap merangkak naik.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi cenderung akan bergerak di angka 5%. Akibat dari kebijakan moneter yang ada, terdapat potensi kemungkinan ekonomi turun. Di sisi lain, saat ini inflasi terus menanjak.

“Sampai akhir tahun, pertumbuhan ekonomi cenderung akan bergerak di angka 5%, tetapi yang bahaya adalah ketika inflasi yang terjadi di atas pertumbuhan ekonomi. Karena ketika kondisi tingkat inflasi di atas pertumbuhan ekonomi terjadi, maka secara substantif kesejahteraan masyarakat akan turun dan terkorbankan,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (23/9).

Ajib menjelaskan, kebijakan moneter saat ini memiliki efek disinsentif dalam ekonomi. Ketika pemerintah secara agresif melakukan penyelamatan fiskal dengan banyak disinsentif ke dunia usaha, selanjutnya pemerintah kembali membuat kebijakan dari sisi moneter yang membuat dunia usaha kembali mengalami tekanan, dengan potensi melemahnya konsumsi. 

Ia memandang, pemerintah seharusnya lebih fokus dengan pemberian insentif agar terjadi pengurangan biaya-biaya dan kemudahan produksi sehingga efek inflasi tetap bisa terjaga. 

“Misalnya kebijakan relaksasi kredit untuk dunia usaha yang kembali diperpanjang karena narasi besar atas potensi inflasi. Dengan pola pembiayaan yang lebih terukur dan manageable, dunia usaha akan mempunyai fleksibilitas,” ujar Ajib.

Lebih lanjut, ia mengatakan kebijakan BI menaikkan suku bunga akan memberi dampak berkurangnya likuiditas dan cenderung menurunkan kemampuan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara signifikan ditopang oleh konsumsi. Pada 2021 saja, konsumsi menopang lebih dari 54% dari pertumbuhan ekonomi.

“Untuk jangka pendek, pemerintah sudah cukup tepat dengan mendorong program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diambilkan dari alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” kata Ajib.

Ia berpandangan, kenaikan inflasi saat ini cenderung karena faktor penawaran. Menurut Ajib, paling tidak ada tiga hal signifikan yang membuat kenaikan harga penawaran.

“Pertama, kebijakan fiskal pemerintah menaikkan tarif PPN pada tanggal 1 April 2022 dari 10% menjadi 11%, kedua karena kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM pada 3 September 2022, dan ketiga karena kondisi geopolitik yang mengganggu global supply chain,” ucapnya.

BI kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25% pada September 2022. Ini kenaikan kedua kali setelah bulan sebelumnya BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25%.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 5,00%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 3,0 plus minus 1% pada paruh kedua 2023.

“Serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat,” imbuh Perry.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER