Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

06 Agustus 2022

13:20 WIB

Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1-5,4% Pada 2022

Ke depan, perekonomian diperkirakan masih akan melaju dengan kuat. Indikator yang mencerminkan pergerakan ekonomi ke depan (leading indicators) masih menunjukkan laju pemulihan yang stabil.

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1-5,4% Pada 2022
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

JAKARTA – Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 akan tumbuh 5,1-5,4%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proyeksi tersebut seiring dengan indikator ekonomi yang makin membaik. 

"Kementerian Keuangan memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2022 akan berada pada kisaran 5,1-5,4%," katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (6/8). 

Ia menuturkan, ke depan, perekonomian diperkirakan masih akan melaju dengan kuat. Indikator yang mencerminkan pergerakan ekonomi ke depan (leading indicators) masih menunjukkan laju pemulihan yang stabil.

Misalnya saja, Indikator Purchasing Managers’ Index Indonesia kokoh berada di zona ekspansi dalam 11bulan terakhir dan menguat di bulan Juli 2022. Selain itu juga tingkat belanja masyarakat juga diperkirakan tetap stabil pada tingkat yang masih relatif tinggi di sepanjang Juli 2022.

Namun demikian, Sri Mulyani mengatakan tekanan dari gejolak perekonomian dunia perlu terus diwaspadai. Selain itu, fluktuasi penyebaran kasus covid-19 juga masih terjadi.

Oleh karena itu, ia memandang partisipasi masyarakat pada program vaksinasi, termasuk pemberian vaksin booster, perlu terus diakselerasi.

"Konsistensi momentum pemulihan ekonomi di tahun 2022 merupakan kunci bagi perekonomian untuk melaju lebih tinggi di jangka menengah," katanya.

Seperti diketahui, meskipun dihadapkan pada ketidakpastian dan tren perlambatan ekonomi global, pemulihan ekonomi nasional semakin menguat pada kuartal II/2022. Produk domestik bruto (PDB) nasional tumbuh sebesar 5,4% secara tahunan (year on year/yoy), melampaui ekspektasi pasar.

Sri Mulyani mengungkapkan pencapaian ini juga semakin memperkuat level perekonomian untuk terus melaju melampaui level prapandemi. Sekarang sudah 6,8% di atas level PDB riil 2019.

"Relaksasi aturan perjalanan yang mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, terutama di masa Ramadhan dan Lebaran, serta kinerja ekspor komoditas unggulan yang masih sangat kuat menjadi faktor kunci pendorong pertumbuhan kuartal ini," ucapnya.

Lebih lanjut, aktivitas konsumsi masyarakat meningkat pesat pada periode bulan Ramadan dan hari Raya Idulfitri. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,5% yoy pada kuartal II, setelah pada triwulan sebelumnya sempat tersendat akibat penyebaran varian Omicron.

Selain itu, antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut Hari Raya Idulfitri tahun ini juga berperan krusial dalam menopang kuatnya aktivitas konsumsi masyarakat.

Aktivitas mudik lebaran sempat tertahan selama dua tahun ke belakang karena tingkat penyebaran kasus covid-19 yang masih tinggi sementara vaksinasi masih relatif rendah.

Pada kuartal II/2022, berkat partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi dan tingkat penyebaran covid-19 yang terkendali, aktivitas mudik dapat berjalan dengan lancar.

"Mobilitas yang meningkat pada kuartal II ini juga diindikasikan dari pertumbuhan sektor transportasi dan akomodasi yang keduanya bertumbuh pesat pada periode tersebut," ucap Sri Mulyani.





KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER