Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

22 September 2022

16:18 WIB

Soal Gelombang PHK, Kemampuan Startup Diuji Hingga Akhir Tahun

Setelah Shopee, Tokocrypto mengumumkan PHK 20% karyawannya. Kondisi pendanaan yang berkurang menjadi faktor PHK.

Penulis: Nuzulia Nur Rahma,

Editor: Fin Harini

Soal Gelombang PHK, Kemampuan Startup Diuji Hingga Akhir Tahun
Ilustrasi startup. Pixabay/Gerd Altmann

JAKARTA – Ekonom INDEF Nailul Huda melihat kemampuan perusahaan startup masih diuji dalam satu tahun terakhir. Dia memproyeksikan, hingga akhir tahun kondisi akan masih sama di mana pendanaan berkurang sangat signifikan. 

Hal ini disampaikan Huda menanggapi panjangnya daftar perusahaan teknologi dan startup yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Sebelumnya Shopee melakukan PHK sejumlah karyawannya, kali ini Tokocrypto, salah satu platform perdagangan aset kripto juga mengumumkan perubahan strategi bisnis dengan melepas sebagian karyawan.

"Tahun ini, pendanaan startup di Indonesia bisa turun hingga 50% lebih, di mana pendanaan tahun kemarin mencapai Rp140 triliun, tahun ini diperkirakan turun menjadi Rp50-70 triliun. Jadi penurunan ini menyebabkan kemampuan perusahaan untuk bersaing dengan kompetitor menurun," katanya saat dihubungi Validnews, Kamis (22/09).

Perusahaan, menurut Huda membutuhkan rasionalisasi biaya dengan melakukan efisiensi. Salah satunya adalah dengan melakukan PHK. 

"Terlebih kasus Shopee adalah kerugian meningkat dengan pertambahan belanja promosi, dalam bentuk promo dan sebagainya. Makanya Shopee melakukan efisiensi yang cukup signifikan tahun ini," ujarnya.

Dia menuturkan beberapa startup digital yang mendapatkan pendanaan tahun lalu juga melakukan efisiensi. Sebelumnya ketika mendapatkan pendanaan, startup tersebut membelanjakan pendanaan secara besar-besaran dengan akuisisi ataupun rekrutmen karyawan dengan jumlah yang sangat besar. 

"Makanya ketika tahun ini pendanaan seret, belanja tahun kemarin menjadi beban yang tidak mampu ditutup oleh uang operasional perusahaan. Perusahaan pun masih merugi, jadi tidak ada sumber dana untuk menutup beban belanja tahun lalu. Bagi makro ekonomi, tentu hal ini merugikan karena pengangguran akan semakin banyak. Namun dari sisi industri tentu hal ini akan menyelamatkan perusahaan dalam jangka pendek," tandasnya.

Dalam siaran resminya, Rabu (22/09) Tokocrypto menyebutkan PHK karyawan dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi pasar kripto yang dan ekonomi global. Hingga kini, situasi bearish masih melanda pasar kripto.

"Tokocrypto akan memperkuat kembali bisnis utama sebagai exchange platform serta memisahkan T-Hub dan TokoMall menjadi entitas yang berbeda," kata VP Corporate Communications Tokocrypto, Rieka Handayani.

Dijelaskan, melihat analisis dan prediksi yang telah dilakukan manajemen terhadap kondisi pasar kripto dan ekonomi global, maka beberapa langkah baik di eksternal maupun internal harus diambil oleh manajemen.

“Tokocrypto telah menjadi bagian dari pertumbuhan dan perkembangan ekosistem industri kripto, karena itu harus mampu beradaptasi cepat dengan perubahan. Langkah internal yang diambil adalah mentransfer beberapa karyawan kepada bisnis unit yang telah menjadi entitas berbeda yaitu T-Hub dan TokoMall," jelasnya.

Dia juga menuturkan penyesuaian jumlah karyawan sekitar 20% dari 227 karyawan dilakukan dengan pertimbangan perubahan fokus bisnis, serta memberikan rekomendasi karyawan kepada perusahaan-perusahaan web3 dan blockchain yang selama ini telah menjadi partner Tokocrypto.

“Kami menjamin bahwa segala perubahan yang terjadi dalam korporasi, tidak akan berimbas pada standar operasional yang telah ditetapkan untuk melayani seluruh pengguna Tokocrypto. Tokocrypto akan terus berkomitmen untuk tetap optimis membangun industri blockchain yang komprehensif di Indonesia,” pungkas Rieka.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER