Selamat

Rabu, 26 Januari 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

15 Januari 2022

13:56 WIB

Sepekan, Rata-Rata Frekuensi Transaksi Bursa Meningkat 5,94%

Peningkatan terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi Bursa selama sepekan, yaitu sebesar 5,94% menjadi 1.365.875 transaksi

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

Sepekan, Rata-Rata Frekuensi Transaksi Bursa Meningkat 5,94%
Pekerja membersihkan papan digital perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (13/12/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

JAKARTA – Data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 10 hingga 14 Januari 2022, ditutup bervariasi. Peningkatan terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi Bursa selama sepekan, yaitu sebesar 5,94% menjadi 1.365.875 transaksi dari 1.289.266 transaksi selama sepekan yang lalu. 

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat (14/1) ditutup pada zona hijau atau tepatnya berada di level 6.693,401," kata Sekretaris Perusahaan PT BEI, Yulianto Aji Sadono melalui siaran pers, Jumat (14/1) malam. 

Namun, lanjut dia, secara keseluruhan selama sepekan ini, IHSG turun sebesar 0,12% dari posisi 6.701,316 pada pekan sebelumnya. 

Pelemahan sebesar 0,87% terjadi pada kapitalisasi pasar Bursa menjadi Rp8.360,735 triliun dari Rp8.433,792 triliun pada pekan lalu. 

Kemudian, rata-rata volume transaksi harian Bursa turun sebesar 7,87% menjadi 18,761 miliar saham dari 20,364 miliar saham pada penutupan pekan lalu. 

Adapun, rata-rata nilai transaksi harian bursa mencatatkan penurunan sebesar 13,09% menjadi Rp11,531 triliun dari Rp13,267 triliun pada pekan sebelumnya.  

Yulianto menuturkan, investor asing pada Jumat (14/1) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp145,70 miliar dan sepanjang tahun 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp4,763 triliun. 

Kegiatan Sepekan
Mengawali pekan ini pada Senin (10/1), PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) resmi menjadi Perusahaan Tercatat kedua di BEI pada tahun 2022, yang tercatat pada Papan Pengembangan BEI. SEMA bergerak pada sektor Energy dengan sub sektor Alternative Energy. Industri dan sub industri SEMA adalah Alternative Energy Equipment

Seremoni Pembukaan Perdagangan pada Rabu (12/1), dibuka oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama Pendirian Galeri Investasi Digital BEI oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bekerja sama dengan PT Phintraco Sekuritas. 

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung serta Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas Jeffrey Hendrik menandatangani nota kesepakatan tersebut. 

Penandatanganan disaksikan oleh Perwakilan Direksi BEI, yaitu Direktur Pengembangan Hasan Fawzi serta Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Risa E. Rustam. Juga, pejabat dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yanuar serta Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Ahmad Yani. Kepala Kantor Perwakilan BEI Bangka Belitung Yoseph Kaburuan turut hadir secara langsung pada kesempatan tersebut. 

"Diharapkan dengan terjalinnya kesepakatan antara kedua belah pihak dapat mempermudah masyarakat Bangka Belitung untuk mendapatkan informasi pasar modal, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat," imbuhnya.

Pada pekan ini, terjadi pencatatan obligasi dan sukuk perdana di BEI pada tahun 2022, PT Hutama Karya (Persero) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Hutama Karya Tahap II Tahun 2022 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Hutama Karya Tahap II Tahun 2022 yang resmi dicatatkan di BEI, Kamis (13/1). Nilai Obligasi yang dicatatkan sebesar Rp1 triliun dan Sukuk sebesar Rp313 miliar. 

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA (Single A) untuk Obligasi. Sedangkan, idAsy (Single A Syariah) untuk Sukuk. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Pipeline
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, sampai dengan 14 Januari 2022, telah tercatat dua perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp723 miliar. 

"Hingga saat ini, terdapat 30 perusahaan dalam daftar antrean pipeline pencatatan saham BEI," ujar Nyoman kepada awak media, Jumat (14/1). 

Lebih lanjut, Nyoman menyampaikan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline saham merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017. Yakni, empat perusahaan aset skala kecil atau aset di bawah Rp50 miliar. 

Kemudian, 14 perusahaan aset skala menengah atau aset antara Rp50 miliar s.d. Rp250 miliar. Lalu, 12 perusahaan aset skala besar atau aset di atas Rp250 miliar. 

Rincian sektornya adalah empat perusahaan dari sektor Industrials; empat perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals; sembilan perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals; empat perusahaan dari sektor Technology; satu perusahaan dari sektor Healthcare

Selanjutnya, dua perusahaan dari sektor Energy; satu perusahaan dari sektor Financials; tiga perusahaan dari sektor Properties & Real Estate; dan dua perusahaan dari sektor Infrastructures

Sementara terkait tren IPO perusahaan teknologi Unicorn, Nyoman mengungkapkan saat ini sudah memiliki PT Bukalapak.com Tbk yang sudah tercatat di BEI pada tahun 2021, yang menorehkan sejarah sebagai Unicorn pertama di Pasar Modal Indonesia dan di Bursa Kawasan ASEAN dengan total fundraised yang juga terbesar dalam dua dasawarsa terakhir, yaitu sebesar US$1,3 miliar atau Rp21,9 triliun. 

Selain Bukalapak, pihaknya juga menyambut tercatatnya PT Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) pada November 2021 sebesar Rp18,78 triliun yang juga sebagai IPO anak perusahaan BUMN terbesar yang merupakan perusahaan teknologi. 

Ia menambahkan, terobosan baru dari Pasar Modal Indonesia, seperti penerapan Saham dengan Hak Suara Multipel (SHSM) untuk IPO dan adanya perubahaan peraturan Bursa No I-A memberikan pintu yang lebih luas bagi perusahaan dari berbagai sektor untuk tercatat di Papan Utama atau Papan Pengembangan.

 “Kami optimis inisiatif ini dapat disambut dengan baik khususnya oleh perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia yang sedang berkembang pesat," katanya. 

Akan tetapi, ia menegaskan, terkait dengan nama calon Perusahaan Tercatat, Bursa belum dapat menyampaikan informasinya secara detail sampai dengan adanya izin publikasi dari OJK sebagaimana diatur dalam POJK Nomor X.A.2. 

 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER