SCF Jadi Alternatif Pendanaan Bagi UKM | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

23 November 2021|14:20 WIB

SCF Jadi Alternatif Pendanaan Bagi UKM

Penerbitan saham lewat skema urun dana telah diatur dalam POJK Nomor 57 Tahun 2020

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Dian Hapsari

SCF Jadi Alternatif Pendanaan Bagi UKMPerajin menyelesaikan pembuatan jam tangan kayu berbahan limbah papan skateboard di Bengkel Loosewood, Banjarsari, Solo. ANTARAFOTO/Mohammad Ayudha

JAKARTA – Deputi Bidang UKM KemenkopUKM Hanung Harimba Rachman menyebutkan sisi pendanaan menjadi salah satu masalah terbesar bagi para pelaku UKM dan menjadi kendala dalam rangka melakukan ekspansi bisnis.

Untuk itu, Hanung menyebutkan saat ini para pelaku UKM lebih membutuhkan bentuk pendanaan yang akan membentuk ekuitas dengan pola bagi hasil. Ia berharap pelaku UKM bisa menarik minat investor untuk bersama-sama mengembangkan usahanya.

"Salah satunya ialah berupa investasi melalui penerbitan saham dengan skema urun dana atau Securites Crowdfunding (SCF) yang sudah diatur dalam POJK Nomor 57 Tahun 2020," sebut Hanung dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (23/11).

Securities Crowdfunding sendiri merupakan penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi informasi dimana penyelenggaraannya dilakukan oleh penerbit dalam rangka menjual efek secara langsung kepada pemodal lewat jaringan sistem elektronik bersifat terbuka.

Kehadiran SCF, sebut Hanung, akan memperkaya ekosistem pendanaan untuk sektor usaha kecil dan menengah. Pasalnya, SCF ke depan akan memperbanyak variasi pendanaan sebagai alternatif dari pendanaan eksisting.

"UKM sebagai penerbit nantinya akan menawarkan efek penyelenggara layanan urun dana yang tentu sudah memiliki ijin dari OJK," kata Hanung.

Hanung menjelaskan bahwa perkembangan SCF yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan mencatatkan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp327,52 miliar per September 2021 lalu dengan 183 unit UKM sebagai penerbit.

Dengan adanya Securities Crowdfunding itu, Hanung juga menegaskan para pelaku UKM akan mendapat pendampingan dalam menjalankan usaha. Selain itu, UKM sebagai penerbit efek juga akan mendapat sejumlah manfaat, salah satunya ialah skema yang ditawarkan merupakan skema yang adil karena penerbit dan pemodal punya tujuan yang sama, yakni keuntungan yang bagus.

"Penerbit dan pemodal punya tujuan sama, yakni agar bisnis yang diterbitkan mampu menghasilkan keuntungan yang bagus karena semakin tinggi keuntungan usaha maka sisi pemodal dan penerbit sama-sama punya keuntungan yang tinggi juga," papar Hanung.

Tak sampai situ, potensi ketersediaan modal juga sebetulnya sangat luas mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar dan nilai minimum investasi yang tergolong rendah sehingga pada hakikatnya, siapapun akan mampu menjadi pemodal dari pendanaan dengan skema SCF.

Khusus Securities Crowdfunding sendiri, pendanaan yang bisa dilakukan untuk sekali penerbitan maksimal Rp10 miliar. Hal tersebut mencerminkan bahwa pendanaan SCF memang ditujukan bagi penerbit dari kalangan pelaku UKM.

"Alumni SCF juga akan didorong untuk dapat Go Public di Bursa Efek Indonesia agar bisa mengakses investasi yang lebih besar dan bertransformasi menjadi usaha besar," pungkas Hanung.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER