Selamat

Rabu, 26 Januari 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

15 Januari 2022

14:49 WIB

Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Gandeng PPATK

Prioritas satgas adalah menyelesaikan delapan koperasi bermasalah yang sedang dalam proses pelaksanaan homologasi/perjanjian perdamaian (pasca PKPU).

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Fin Harini

Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Gandeng PPATK
Anggota bersama pengurus KSP Indosurya tengah membahas proposal perdamaian dan kelanjutan usaha koperasi tersebut, di Grha Indosurya, Jakarta, Selasa (30/6). Dok/Ist

JAKARTA - Setelah dibentuk oleh Menteri Koperasi dan UKM, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Koperasi Bermasalah, langsung bekerja cepat berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Ketua Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Kemenkop UKM, Agus Santoso mengatakan, koordinasi dilakukan karena PPATK berada dalam Tim Satgas bersama Kepolisian, Kejaksaan dan unsur masyarakat.

Menurut Agus, Satgas akan menjaga integritas dan cepat bekerja untuk menumbuhkan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat atau anggota yang tergabung dalam koperasi. 

“PPATK berada dalam satgas. Kami tadi sekitar sini mampir ketemu dan mulai koordinasi dengan PPATK untuk memastikan satgas menjaga integritasnya. Kedua ingin mulai bekerja, diharapkan minggu depan sudah mulai progres mendampingi masyarakat agar bisa menerima haknya,” katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (15/1).

Ia pun optimistis dalam dua pekan ini akan ada pembayaran kepada anggota koperasi bermasalah. Untuk itu, pihaknya berharap pengurus koperasi dapat menjaga itikad baik dan bekerja sama dalam memberikan data kepada Satgas secara transparan. 

“Dalam dua minggu ini, mulai ada pembayaran kepada masyarakat. PPATK ikut membantu kita untuk menjaga itikad baik, kerjasama pengurus koperasi untuk memberikan data, timnya 3 yaitu tim verifikasi, simpan pinjam, verifikasi aset penilaian, legal, dibantu sekretariat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menegaskan saat ini prioritas satgas adalah untuk menyelesaikan delapan koperasi bermasalah yang sedang dalam proses pelaksanaan homologasi/perjanjian perdamaian (pasca PKPU), yaitu KSP Sejahtera Bersama, KSP Indosurya, KSP Pracico Inti Sejahtera, KSPPS Pracico Inti Utama, KSP Intidana, Koperasi Jasa Wahana Berkah Sentosa, KSP Lima Garuda, dan KSP Timur Pratama Indonesia. 

“Kita ingin ada kerjasama yang baik dengan PPATK mulai membuat irama dan visi sama.S ementara prioritas 8 koperasi  yang sedang PKPU,” imbuhnya yang juga menjabat sebagai Stafsus Menkop UKM tersebut. 

Progres
Satgas juga menyampaikan progres kerja, dan telah mendatangi empat dari delapan koperasi bermasalah. yaitu, KSP Sejahtera Bersama, KSP Indosurya, KSP Pracico Inti Sejahtera, KSPPS Pracico Inti Utama. 

“Kita sampaikan minta kerja sama dan itikad baik ke mereka, agar satgas dibuka akses untuk memeriksa dengan jaminan kebenaran. Sebagai timbal baliknya jaga kerahasian data,” kata Agus.

Ia juga berharap delapan koperasi bermasalah yang sedang dalam proses pelaksanaan homologasi/perjanjian perdamaian (pasca PKPU), lebih kondusif dan mengikuti proses tahapan PKPU. 

Meski Satgas memiliki waktu satu tahun untuk menyelesaikan kasus tersebut, Agus ingin mempercepat proses, menyelesaikan dan mengawal masyarakat dengan transparansi data. 

Di samping itu, ia menyampaikan untuk menampung keluhan dan laporan masyarakat, Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah membuka di nomor hotline 081281177441. Menurut Agus, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi kepada satgas agar dapat dipetakan masalah yang ditemui. 

“Ada hotline untuk disampaikan ke masyarakat. Anggota koperasi bisa menyampaikan aspirasi dan kami bisa petakan masalah,” katanya.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER