Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

23 September 2021|18:13 WIB

RUPSLB Setujui Rencana Stock Split Saham BCA

Apabila dihitung dari harga saat ini dengan ratio 1:5, maka harga saham BBCA menjadi Rp6.400

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImageGedung Bank Central Asia. ANTARAFOTO/Dok

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyetujui rencana perseroan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar atau dikenal dengan nama stock split.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, pemegang saham memberikan persetujuan atas aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 alias satu saham yang ada saat ini dipecah menjadi lima saham baru. Adapun, nilai nominal per saham BBCA saat ini adalah Rp62,5, sedangkan nilai nominal per saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp12,5.

"Mencermati perkembangan pasar modal Indonesia serta meningkatnya minat investor ritel untuk berinvestasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BBCA memutuskan untuk melakukan stock split," kata Jahja dalam keterangan di Jakarta, Kamis (23/9).

Lebih lanjut, Jahja melihat bahwa investor ritel termasuk investor muda di pasar modal Indonesia memiliki ketertarikan yang kuat untuk berinvestasi saham BBCA.

“Dengan adanya aksi korporasi ini, diharapkan harga saham BCA dapat lebih terjangkau oleh investor retail. Aksi korporasi pemecahan saham tersebut dilandasi juga oleh komitmen BCA dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia,’’ ujar Jahja.

Seperti diketahui, proses stock split mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Aksi korporasi tersebut telah mendapat persetujuan dari RUPSLB yang diadakan secara elektronik pada hari ini, Kamis (23/9).

Setelah mendapat persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB, perseroan akan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memproses stock split yang diperkirakan akan selesai pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Momen Raih Saham Bluechip
Sebelumnya, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, aksi stock split dinilai menjadi momentum bagi investor ritel dan pemula untuk meraih saham bluechip atau saham yang memiliki reputasi yang baik dan kinerja solid di bursa, karena harga saham semakin terjangkau.

"Untuk stock split terutama di bluechip misalnya saham Bank BCA setidaknya akan menjadi sebuah peluang yang baik dari sisi investor ataupun emiten. Karena harga saham akan semakin terjangkau dan dapat menambah likuiditas transaksi," kata analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana di Jakarta, Rabu (15/9), dikutip dari Antara.

Saat ini, harga saham BBCA bertengger di kisaran Rp32.000 per saham. Apabila dihitung dari harga saat ini dengan ratio 1:5, maka harga saham BBCA menjadi Rp6.400. Artinya, setiap satu lot saham, dana yang perlu disiapkan kurang lebih Rp640.000, dibandingkan dengan harga saat ini untuk satu lot saham BBCA bisa mencapai Rp3,2 juta.

Herditya menambahkan, dengan adanya stock split saham oleh emiten bluechip juga dapat menjadi kesempatan investor ritel yang ingin melakukan investasi jangka panjang karena saham-saham bluechip memiliki imbal hasil yang relatif tinggi dan stabil.

"Saat ini, kecenderungannya untuk bluechip lebih cocok untuk menengah ke panjang, meskipun tidak menutup kemungkinan bisa untuk trading dalam jangka pendek," ungkap Herditya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER