Selamat

Minggu, 25 Juli 2021

WIRAUSAHA

19 Juli 2021|16:45 WIB

Restock.ID Resmi Jadi Penyalur Pembiayaan Berbasis Inventori

Klien UKM Restock.ID berhasil meningkatkan penjualan rata-rata 8 kali lipat sepanjang tahun 2020

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImageIlustrasi Bisnis model fintech lending. OJK berharap masyarakat cerdas dalam menentukan pilihannya t erhadap fintech lending yang ada. (Foto: OJK)

JAKARTA – Restock.ID secara resmi mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan operasional penuh sebagai financial technology atau fintech peer-to-peer lending (P2PL).

Co-Founder sekaligus CEO Restock.ID Tiar N. Karbala melayangkan apresiasi kepada OJK atas dukungan kepada pihaknya, sehingga Restock.ID telah mendapat izin usaha permanen sebagai fintech yang menawarkan pembiayaan berbasis inventori bagi UKM.

Atas izin tersebut, Tiar menegaskan pihaknya akan menjawab kepercayaan dengan menjadi platform fintech yang terfokus pada UKM dan akan terus tumbuh sesuai dengan kebutuhan klien mereka.

"Khususnya saat kebutuhan finansial sangat beragam, kami berkomitmen mengembangkan produk keuangan terbaik bagi klien di seluruh Indonesia," ungkap Tiar dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (19/7)

Tiar juga menjelaskan pihaknya bermisi melakukan optimalisasi data dan teknologi agar kemudian bisa memberikan akses pembiayaan yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau bagi para pelaku usaha.

Dengan membangun sistem pembiayaan digital yang berorientasi kepada end user dan closed loop, Restock.ID akan memberikan alternatif fasilitas kredit non-predatory yang mudah diakses para peminjam dengan memberikan jaminan berupa inventori.

"Sehingga di sisi lain, akan memberi kenyamanan yang lebih bagi para lender," ujar Tiar.

Sebagai informasi, Restock.ID hingga saat ini telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp370 miliar kepada lebih dari 80 pelaku UKM di Pulau Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi.

Sementara tingkat recurring borrower Restock.ID sudah mencapai 60% dengan tingkat pengembalian atau return kepada lender di kisaran 20% per tahun dan tingkat keberhasilan bayar (TKB) masih terjaga di level 100%.

Tiar pun meyakini para klien UKM Restock.ID bisa terbilang sukses karena berhasil meningkatkan penjualan hingga 8 kali lipat sepanjang tahun 2020. Ia juga memastikan pihaknya akan berjalan sesuai dengan arahan dan petunjuk dalam POJK Nomor 77 Tahun 2016.

"Tahun 2021 ini, kami akan mengembangkan usaha yang ditujukan untuk membangun sistem penilaian kredit berbasis machine learning dan AI guna percepatan proses go to market dalam menjaring UKM potensial di Indonesia," kata Tiar.

Lebih lanjut, Tiar mengungkapkan infrastruktur digital menjadi aspek vital dalam mengembangkan bisnis di tengah perebakan pandemi covid-19. Sayangnya, perkembangan industri e-commerce di Indonesia masih belum seimbang dengan akses pendanaan yang dibutuhkan.

Dengan membangun ekosistem usaha yang terfokus pada inovasi digital dan supply chain, khususnya di sektor e-commerce, Tiar meyakini hal tersebut menjadi salah satu solusi pembiayaan yang diberikan oleh Restock.ID.

"Selain itu dengan fokus tersebut, terdapat pula akses terhadap tools yang tepat dari rekan usaha kami agar klien bisa melakukan growth hacking," tegasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER