Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

EKONOMI

26 Januari 2023

15:11 WIB

Realisasi PCPEN 2022 Sentuh 91%

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan realisasi PCPEN 91% atau sebanyak Rp414,5 triliun.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Rheza Alfian

Realisasi PCPEN 2022 Sentuh 91%
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono disaksikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan, realisasi sementara anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) 2022 mencapai 91%. Realisasi tersebut sebanyak Rp414,5 triliun dari pagu yang diberikan sebesar Rp455,62 triliun.

Realisasi sementara tersebut terdiri dari anggaran pemulihan ekonomi senilai Rp190,2 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp153,5 triliun, dan kesehatan Rp70,8 triliun. 

“Dukungan ini (PCPEN 2022) digantikan oleh konsumsi dan investasi masyarakat sebagai motor ekonomi,” sebutnya dalam Rakornas Transisi PC-PEN, Jakarta, Kamis (26/1).

Pemerintah menyebut, program perlinsos, penciptaan lapangan kerja, serta dukungan UMKM dan badan usaha masih berlanjut pada PC-PEN 2022. Namun sudah berhasil diimbangi oleh peran konsumsi dan investasi masyarakat, setelah makin terkendalinya pandemi.

Dirinya juga menyampaikan, anggaran PCPEN 2021 telah terpakai mencapai Rp655,1 triliun. Capaian ini setara dengan 88% alokasi yang diberikan sebesar Rp744 triliun.

Baca Juga: Hadapi Ketidakpastian 2023, Pemerintah Siapkan Tiga Strategi Utama

Realisasi anggaran PC-PEN 2021 terbesar berada di anggaran pemulihan ekonomi sebanyak Rp289,4 triliun, diikuti anggaran kesehatan sebesar Rp198,1 triliun dan perlindungan sosial Rp167,7 triliun.

“(PCPEN 2021) fokusnya untuk reformasi ekonomi dan menghadapi gelombang pandemi terberat, yaitu varian Delta,” paparnya.

Secara umum, alokasi anggaran tersebut juga menandai dimulainya program vaksinasi dan intervensi sektor kesehatan yang lebih masif, mencakup diagnostic dan therapeutic. Begitu juga mrngakomodasi fleksibilitas PEN dalam menghadapi varian Delta.

Untuk PCPEN 2020, Airlangga menerangkan, pemerintah berhasil merealisasikan anggaran sebesar Rp575,8 triliun. Capaian ini sekitar 83,2% dari pagu anggaran yang disediakan sebanyak 695,2 triliun. 

Realisasi tersebut terdiri dari anggaran pemulihan ekonomi senilai Rp296,59 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp216,59 triliun, dan kesehatan Rp62,67 triliun.

Pemerintah menerangkan, anggaran PC-PEN 2020 ini merupakan respons cepat dengan memperluas stimulus fiskal dan rekonstruksi program yang lebih simpel serta implementatif. Sehingga dapat segera dieksekusi untuk proses pemulihan ekonomi nasional.

“(PCPEN) di tahun 2020 ini difokuskan untuk extraordinary measures menjaga sektor riil di awal pandemi covid-19,” ujarnya. 

Enam Pelajaran Berharga Dari Pandemi
Pada kesempatan yang sama, Airlangga juga memaparkan, sejumlah pelajaran berharga yang berhasil dipetik pemerintah selama pagebluk berlangsung di Indonesia.  

Pertama, kebijakan kombinasi ‘rem dan gas’ berhasil menyeimbangkan antara kehidupan dan penghidupan.

“Terbukti, rem dan gas sebagai langkah optimal dibandingkan langkah yang diambil negara lain. Langkah yang diambil ini tentu berani ambil risiko, namun terukur,” terangnya.

Kedua, Perppu 1/2020 telah memberikan keleluasaan yang bertanggung-jawab. Airlangga menyebut, anggaran yang fleksibel dan akuntabel diperlukan untuk mengantisipasi kondisi darurat di tengah ketidakpastian.

Lebih lanjut, pada periode krisis pandemi covid-19, dukungan tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat miskin, namun juga golongan menengah atas. 

Ketiga, ketersediaan dan kualitas data berperan penting dalam perumusan kebijakan.

Baca Juga: Presiden: Tekanan Pandemi Covid-19 Buat Semua Lini Bekerja

Keempat, koordinasi intensif pemerintah pusat dan daerah serta pelibatan seluruh elemen masyarakat. Perumusan program K/L dan pemerintah daerah tidak boleh lagi business as usual.

“(Makanya) koordinasi pemerintah pusat dan daerah dengan rapat yang hampir seminggu sekali dan kebijakan yang dikalibrasi setiap 2 minggu, selama 3 tahun,” sebutnya.

Kelima, pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan ketepatan sasaran program, juga penyederhanaan birokrasi. Misalnya, Sistem Satu Data KPCPEN, Peduli Lindungi, Layanan Telemedicine, Aplikasi PKL-WN, dan sebagainya.

Keenam, pandemi melahirkan inovasi, antara lain vaksin Merah Putih yang menghasilkan Indovac dan InaVac yang dapat dipakai digunakan di dalam negeri.

“Tentu ini membuat kemampuan kita (meningkat) dalam menghadapi pandemi-pandemi berikutnya, dengan kemampuan penelitian sampai produksi di dalam negeri,” ucapnya.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER