Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

EKONOMI

26 Januari 2023

09:55 WIB

Realisasi Anggaran Kemenperin Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

Realisasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada 2022 mencapai Rp98,13% dari total pagu Rp2,58 triliun. Realisasi ini menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Rheza Alfian

Realisasi Anggaran Kemenperin Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir
Ilustrasi Gedung Kementrian Perindustrian di Jakarta, Sabtu (03/09/2022). ValidnewsID/Fikhri Fathoni

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berhasil mencapai realisasi anggaran sebesar 98,13% dari total pagu Rp2,582 triliun pada 2022. 

Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 98,05%, dan merupakan capaian tertinggi selama 10 tahun terakhir.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Dody Widodo menjelaskan, berkaca pada capaian yang sangat baik pada 2022, pemerintah menargetkan dapat mempertahankan kinerja pelaksanaan anggaran secara baik pada 2023.

“Kepada para kepala satuan kerja, diharapkan memberikan perhatian terhadap pelaksanaan seluruh program dan kegiatan serta melakukan monitoring dengan intens, karena memiliki tanggung jawab atas progres pencapaian realisasi anggaran,” katanya pada agenda Akselerasi Pelaksanaan Anggaran di Lingkungan Kemenperin 2023, Jakarta, Rabu (25/1).

Baca Juga: Kemenperin Latih 17 Ribu Wirausaha dan 88 IKM Startup di 2022

Sampai semester I/2023, Kemenperin menargetkan penyerapan anggaran dapat mencapai 50% dan proses pengadaan barang/jasa selesai pada Juni 2023. Pagu anggaran Kemenperin pada 2023 sebesar Rp3,217 triliun.

Adapun penyerapan tersebut akan dioptimalkan dalam tiga program prioritas. Yakni Program Dukungan Manajemen Kemenperin, Program Nilai Tambah dan Daya Saing Industri, serta Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.

Selain itu, Kemenperin menegaskan, pengelola anggaran harus dapat bertindak profesional, tepat waktu dan memberikan output yang bermanfaat. Dalam rangka membangun akuntabilitas kinerja Kemenperin yang tertib sesuai peraturan berlaku.

“Oleh karena itu, para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus mengetahui dan memahami apa yang menjadi tanggung jawabnya, sehingga tidak berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian di kemudian hari,” ujar Sekjen Kemenperin.

Namun demikian, menapaki 2023 yang penuh tantangan di tengah situasi global yang tidak menentu, Kemenperin optimistis masih ada harapan besar untuk membaiknya kondisi ekonomi nasional. 

“Untuk itu, kita perlu menyiapkan antisipasi dan mitigasi sedini mungkin, agar tidak mengganggu kesinambungan program pemulihan ekonomi nasional yang tengah dilakukan oleh pemerintah,” imbuhnya.

Sesuai arahan presiden, desain APBN 2023 harus senantiasa ‘Waspada, Antisipatif dan Responsif’ terhadap berbagai kemungkinan skenario yang bergerak sangat dinamis dan berpotensi menimbulkan gejolak. 

Karenanya, kebijakan fiskal 2023 harus mendukung ‘Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan’.

Baca Juga: Meski Optimistis, Menperin Waspadai Pertumbuhan Manufaktur Tahun Depan

Sekjen Dody berpesan, agar seluruh pegawai di Kemenperin dapat menjadi motor penggerak dalam melaksanakan program pengembangan industri, serta membangun sinergi dengan para pelaku usaha dan instansi terkait lainnya.

Hal itu dilakukan dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan industri, sebagai bagian dari upaya pembangunan ekonomi nasional dan terbangunnya pemerataan pembangunan.

Kepala Biro Keuangan Kemenperin Kasduni menjelaskan, kegiatan akselerasi pelaksanaan anggaran bertujuan untuk mengevaluasi capaian pelaksanaan anggaran. 

Sekaligus mengetahui hambatan permasalahan serta solusi yang perlu dilakukan, mulai dari perencanaan pelaksanaan sampai pada tahap pelaporan.

“Dengan demikian, diharapkan di tahun ini kita dapat terus meningkatkan kinerja pelaksanaan anggaran serta laporan keuangan dengan benar dan akuntabel untuk menuju laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian,” terang Kasduni.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER