Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

06 Agustus 2022

12:35 WIB

PUPR Dorong Pengembangan Jagung Di Papua Dan NTT

Meski infrastruktur sudah siap, program penanaman dari dinas pertanian masih belum dilaksanakan

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

PUPR Dorong Pengembangan Jagung Di Papua Dan NTT
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) berbincang dengan Menpora Zainudin Amali (kanan) dan Menteri BUMN Erick Thohir (tengah). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto.

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus berkomitmen memperkuat ketahanan pangan nasional. Untuk itu, dukungan infrastruktur terus disalurkan di Kabupaten Keerom, Papua dan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur dalam rangka pengembangan budidaya jagung.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan pengembangan jagung di Kabupaten Keerom akan digarap di atas lahan seluas 10.000 hektare, dimana 7.000 hektare merupakan Area Penggunaan Lain (APL) dan 3.000 hektare sisanya merupakan eks-plasma sawit.

"Tahap awal, budidaya jagung dilaksanakan di lahan eks-plasma sawit yang berada di tujuh kawasan, yakni Kampung Wambes, Wembi, Suskun, Workwana, Pyawi, Wonorejo, dan Yamara," ujarnya di Jakarta, Jumat (6/8).

Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air pada TA 2022 ini pun sudah menggelar sejumlah kegiatan, salah satunya mobilisasi peralatan dan tenaga kerja ke lokasi pekerjaan. Setelah itu, akan dilakukan land clearing dan pembangunan saluran drainase di lokasi eks-plasma sawit yang sudah terkontrak dengan skema MYC 2022-2023.

Sementara untuk program budidaya jagung di Kabupaten Belu, musim tanam saat ini terpusat di Blok C lahan food estate Bendungan Rotiklot seluas 16 hektare dari luas layanan 22 hektare. Dukungan infrastruktur yang disalurkan ialah pembangunan irigasi sprinkler dengan air dari Bendungan Rotiklot sebanyak 150 unit big gun untuk lahan seluas 55 hektare.

Tak hanya dari Bendungan Rotiklot, Basuki mengatakan pembangunan jaringan irigasi sprinkler juga memanfaatkan Bendungan Haliwen dengan total 50 unit big gun sprinkler untuk lahan seluas 20 hektare dan Bendungan Haekrit 200 unit big gun sprinkler untuk 60 hektare lahan.

"Tata kelola air sangat penting dalam mendukung pertanian agar aliran berjalan baik. Kuncinya adalah ketersediaan air untuk irigasi, baru diikuti teknologi pertaniannya," jelas Menteri Basuki.

Selain bendungan, Kementerian PUPR turut membangun irigasi sprinkler dari sumur air tanah dengan rehabilitasi sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebanyak 23 unit di Kabupaten Belu. Jaringan irigasi itu akan melayani lahan sekitar 230 hektare dengan debit per sumur sebesar 6-16 liter/detik.

Infrastruktur jaringan irigasi sprinkler pada 23 lokasi JIAT pun kini telah siap beroperasi. Namun di sisi lain, program penanaman dari dinas pertanian sempat untuk memanfaatkan irigasi sprinkler itu masih belum dilaksanakan.

"Saat ini, masyarakat sekitar memanfaatkan lahan di sejumlah lokasi untuk menanam padi dengan menggunakan air hujan, sambil menunggu tersedianya bibit tanaman jagung dari dinas pertanian," tegas Basuki Hadimuljono.

Selain itu, sekitar 1 hektare lahan di lokasi Bendungan Haliwen saat ini tengah ditanami komoditas tomat, serta 2 hektare lahan di Bendungan Haekrit sudah ditanami jagung. Proses penanaman pada kedua lokasi itu dilakukan secara mandiri oleh petani penduduk setempat.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER