Selamat

Minggu, 25 Juli 2021

BERITA

12 Juni 2021|13:04 WIB

Prospek Permintaan Membaik, Harga Minyak Naik Tiga Pekan Beruntun

Harga minyak sentuh tertinggi multi-tahun.

Oleh: Fin Harini

ImageIlustrasi rig lepas pantai migas. Shutterstock/dok

NEW YORK - Harga minyak mencapai tertinggi baru multi-tahun pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (12/6), mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Minyak didukung prospek permintaan yang membaik di seluruh dunia, karena kenaikan tingkat vaksinasi covid-19 membantu mencabut aneka pembatasan yang diterapkan untuk menekan penularan penyakit tersebut.

Dikutip dari Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus, terangkat 17 sen menjadi US$72,69 per barel, level penutupan tertinggi sejak Mei 2019. Untuk minggu ini, Brent menguat 1,0%.

Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli bertambah 62 sen, dan ditutup pada US$70,91 per barel. Ini adalah level tertinggi WTI sejak Oktober 2018. WTI bertambah 1,9% pada minggu ini.

"Permintaan kembali lebih cepat daripada pasokan. Dan kami akan membutuhkan lebih banyak pasokan untuk memenuhi permintaan itu," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan dalam laporan bulanannya bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, perlu meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan yang diperkirakan akan pulih ke tingkat pra-pandemi pada akhir 2022.

"OPEC+ perlu membuka keran untuk menjaga pasar minyak dunia dipasok secara memadai," kata pengawas energi yang berbasis di Paris.

Disebut IEA, peningkatan permintaan dan kebijakan jangka pendek negara-negara bertentangan dengan seruan untuk mengakhiri pendanaan baru atas minyak, gas, dan batu bara.

"Pada 2022 ada ruang untuk kelompok OPEC+ yang beranggotakan 24 negara, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, untuk meningkatkan pasokan minyak mentah sebesar 1,4 juta barel per hari (bph) di atas target Juli 2021-Maret 2022," kata IEA.

Bank investasi AS Goldman Sachs mengatakan pihaknya memperkirakan harga minyak mentah Brent mencapai US$80 per barel musim panas ini karena peluncuran vaksin meningkatkan aktivitas ekonomi global.

"Peluncuran vaksin di Amerika Utara serta Eropa membantu memulihkan permintaan pada saat yang sama dengan produksi OPEC+," membantu mendorong harga minyak, kata Andy Lipow dari Lipow Oil Associates di Houston.

Analis ANZ Research dalam sebuah catatan menyebutkan data menunjukkan lalu lintas jalan kembali ke tingkat sebelum covid-19 di Amerika dan Eropa.

"Bahkan, pasar bahan bakar jet menunjukkan tanda-tanda perbaikan, dengan penerbangan di Eropa naik 17% selama dua minggu terakhir, menurut Eurocontrol," kata analis ANZ.

Dalam indikasi pasokan di masa depan, rig pengeboran minyak AS bertambah enam menjadi 365 minggu ini ke level tertinggi sejak April 2020. Hal tersebut diungkap perusahaan jasa energi Baker Hughes Co dalam laporan mingguannya. Ini adalah peningkatan mingguan terbesar rig minyak dalam sebulan.


Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA