Selamat

Minggu, 25 Juli 2021

BERITA

12 Juni 2021|10:32 WIB

Pertamina: Masyarakat Sekitar Tak Terdampak Kebakaran Kilang Cilacap

Pertamina memastikan pasokan BBM Dan LPG aman karena tanki yang terbakar berisikan benzene

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Fin Harini

ImageApi melahap salah satu tangki di Kilang Cilacap, Jawa Tengah. (Istimewa)

JAKARTA - Pertamina memastikan kondisi masyarakat di sekitar Kilang Cilacap aman dan tidak terdampak  kebakaran salah satu area tangki atau bundwall sebab lokasi area tangki yang terbakar berada jauh dari pemukiman warga.

"Kebakaran terjadi di salah satu area tangki penyimpanan yang lokasinya berada jauh di dalam kompleks kilang, bukan kilang atau pabrik pengolahannya. Penyebab kebakaran belum diketahui," jelas Area Manager Communication, Relations, dan CSR, Kilang Pertamina Cilacap Hatim Ilwan dalam siaran persnya, Sabtu (12/6) pagi. 

Perlu diketahui, telah terjadi insiden kebakaran di salah satu area tanki stay bundwall Kilang Cilacap pada pukul 19.30 WIB. Hingga saat ini pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah api timbul kembali.

Upaya pemadaman dilakukan dengan menggunakan foam monitor untuk mengarahkan penyemprotan foam ke titik api. Sejumlah 50 tenaga pemadam diturunkan untuk menangani kebakaran ini.

Pada saat terbakar, tangki di area bundwall hanya berisikan 1/3 produk Benzene atau sebanyak 1.100 barel dari kapasitas tanki 3.000 barel. Benzene adalah produk kilang yang merupakan bahan dasar untuk petrochemical, tidak terkait dengan produk BBM atau LPG.

Saat terjadi kebakaran, Kilang Cilacap juga masih dapat beroperasi normal, dan Pertamina memastikan pasokan BBM serta LPG tidak akan terganggu.

Kilang Cilacap merupakan satu dari 6 Kilang Pertamina dengan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari. Kilang ini memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung minyak mental yang akan diolah, gas, serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.

Meskipun terjadi peristiwa ini, Pertamina memastikan pasokan BBM dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap dalam kondisi aman, pasca insiden kebakaran di Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jumat (11/6).

Tak Panik
Melalui konferensi pers yang langsung diselenggarakan kemarin, Jumat (11/6), Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman turut memastikan kebakaran ini tidak berdampak pada masyarakat sekitar karena titik kebakaran berada jauh dari pemukiman. Sehingga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan khawatir. 

Wabup juga menyampaikan, tim pemadam kebakaran Pertamina Cilacap telah melaksanakan tugasnya secara profesional. 

“Atas nama Pemkab Cilacap kami sampaikan terima kasih Pertamina menangani semuanya secara profesional. Kapanpun dibutuhkan tim pemadam dari kabupaten juga siap diturunkan. Kami bersama TNI dan Polri siap membantu Pertamina sebagai objek vital Nasional,” tegas Syamsul.

Jauhnya lokasi tangki yang terbakar dari pemukiman penduduk maupun jalan raya turut ditegaskan oleh Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi. 

“Yang terdekat itu area pabrik sekitar 350 meter dari lokasi kebakaran,” ujarnya.

Leganek menjelaskan, saat ini kepolisian masih fokus melakukan pengamanan perimeter dan area sekitar kilang. Pihaknya juga menerjunkan personel melakukan patroli agar warga menjauh dari titik kebakaran. 

“Kami mendukung penanganan kejadian yang saat ini pada upaya pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api,” tambahnya.

Unit Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Pemasaran Regional Jawa bagian Tengah Brasto Galih Nugroho dalam keterangan pers di Semarang mengatakan kejadian tersebut tidak akan mempengaruhi distribusi BBM dan LPG, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

“Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah memiliki 7 Fuel Terminal dan 3 LPG Terminal yang berfungsi untuk memasok kebutuhan BBM dan LPG di provinsi Jawa Tengah dan DIY, untuk itu pasokan dan distribusi kepada masyarakat dapat dipastikan aman dan cukup melalui unit operasi tersebut,” jelas Brasto.

Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak khawatir apalagi melakukan panic buying, terlebih terkait kebutuhan pasokan BBM dan LPG.

 

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA