Percepat Transisi Energi Indonesia, Prancis Siapkan 520 Juta Euro | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

25 November 2021|13:04 WIB

Percepat Transisi Energi Indonesia, Prancis Siapkan 520 Juta Euro

Indonesia-Prancis tandatangani Letter of Intent yang memuat skema pinjaman konsesi pengembangan kebijakan Sustainable and Inclusive Energy Programme

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Fin Harini

Percepat Transisi Energi Indonesia, Prancis Siapkan 520 Juta EuroIlustrasi energi terbarukan. Pemanfaatan angin untuk menghasilkan energi listrik. ANTARAFOTO/Dok.

JAKARTA – Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Basilio Dias Araujo menyatakan akan membuka akses Prancis untuk  berinvestasi di berbagai proyek prioritas energi terbarukan. Ia menyampaikan agar Prancis menyiapkan pembiayaan inovatif bersama mitra lokal di Indonesia.

“Agence Française de Développement (AFD) telah memobilisasi berbagai instrumen finansial termasuk bantuan teknis untuk mendukung Indonesia dengan total dana program percepatan transisi energi senilai 520 juta euro,” jelas Basilio dalam keterangan resmi Kemenko Marves, Kamis (25/11).

Prancis dan Indonesia telah menandatangani Letter of Intent (LoI) mengenai Kerja sama Percepatan Transisi Energi di Indonesia untuk meningkatkan kemitraan dan implementasi berbagai program strategis sektor energi di Indonesia. Penandatanganan ini disaksikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian.

LoI ditandatangani oleh Duta Besar Perancis Olivier Chambard, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Basilio Dias Araujo, Country Director AFD Emmanuel Baudran, dan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Zulkifli Zaini.

Menurut Basilio, LoI ini akan mampu percepat implementasi transisi energi yang semula berbasis fosil menjadi energi baru terbarukan yang berkelanjutan dan bersih. Ini akan membuat Indonesia jadi salah satu global key player dalam transisi energi di dunia.

“Kerja sama antar kedua negara penting bukan hanya di sektor energi namun juga sektor ekonomi, kesehatan, industri IT, pertahanan, kemaritiman, dan lingkungan,” tandas Luhut kepada Menteri Luar Negeri Prancis, Rabu (24/11).

Ia menjelaskan, LoI memuat  skema pinjaman konsesi pengembangan kebijakan Sustainable and Inclusive Energy Programme, pinjaman konsesi kepada PLN untuk proyek transmisi dan distribusi, hibah untuk tenaga ahli dan studi kelayakan. Termasuk kredit kepada bank milik negara untuk proyek pembangkit listrik tenaga mini hidro dan energi terbarukan lainnya.

Menanggapi Luhut, Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian menyatakan kesiapannya dalam penanaman investasi terutama di bidang kesehatan dan energi terbarukan.

“Transformasi dan inovasi teknologi dalam bidang energi sangat penting dan untuk itu investasi dalam dua bidang ini akan kami lakukan di Indonesia. Hal ini didasarkan pada berbagai capaian Indonesia di bawah kepemimpinan Menko Luhut baik dalam menangani covid-19 di tingkat nasional dan berbagai strategi program di bidang energi. Termasuk kesepakatan internasional para pemimpin dunia untuk menurunkan emisi karbon saat G20 di lalu,” ujar Jean-Yves.

Ia mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas keseriusannya melakukan transisi energi. Sebab, Indonesia mengganti sumber energi fosil seperti batu bara menjadi energi listrik berbasis teknologi bersih.

“Saya rasa Prancis bisa ikut ambil bagian dalam percepat transformasi ini,” ujar Jean-Yves.

Usai ditandatanganinya LoI ini, dia yakin akan banyak perusahaan Prancis yang ingin melakukan investasi di Indonesia terutama dalam bidang baterai mobil listrik.

Luhut menyebutkan, undangannya kepada pihak Prancis terkait penanaman investasi di Indonesia telah ada sejak lama, bahkan sudah dibicarakan antara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Lebih lanjut, ia juga mengingatkan adanya potensi kerja sama kemaritiman yang mengedepankan konsep hijau.

“Kami menyambut Prancis sebagai mitra strategis untuk mengembangkan industri berteknologi bersih dan berkelanjutan di Indonesia terutama di industri kemaritiman,” tutupnya.

Pada masa mendatang, kegiatan atau proyek kerja sama lebih rinci yang dilaksanakan Prancis dan Indonesia dalam LoI ini akan dituangkan pada perjanjian terpisah antara Prancis dan Indonesia sehingga makin konkret.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER