Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

EKONOMI

25 Januari 2023

17:37 WIB

Per September 2022, BTPN Telah Salurkan Pembiayaan Hijau Rp6,7 Triliun

Bank BTPN telah menyalurkan pembiayaan hijau Rp6,7 triliun hingga 30 September 2022. Sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan lahan berkelanjutan menjadi yang dominan, sebesar Rp3,1 triliun.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Rheza Alfian

Per September 2022, BTPN Telah Salurkan Pembiayaan Hijau Rp6,7 Triliun
Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar saat diwawancarai wartawan. ValidNews/Khairul Kahfi

JAKARTA – Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar menyampaikan, Bank BTPN terus berkomitmen mendukung dan menyukseskan program pemerintah terkait pembiayaan hijau atau green financing. Hingga 30 September 2022, BTPN telah menyalurkan pembiayaan hijau senilai Rp6,7 triliun. 

“Kami sudah menyalurkan Rp6,7 triliun untuk membiayai kegiatan bisnis berkelanjutan seperti yang ditetapkan POJK 51/2017,” sebutnya dalam media gathering Bank BTPN, Jakarta, Rabu (25/1).

Dia juga menjabarkan, pembiayaan itu terdiri dari kegiatan bisnis energi terbarukan sebesar Rp1,9 triliun, efisiensi energi Rp0,53 triliun, pengelolaan sumber daya alam hayati dan lahan berkelanjutan Rp3,1 triliun, transportasi ramah lingkungan Rp0,34 triliun, dan properti hijau Rp0,76 triliun.

Dengan capaian ini, pembiayaan hijau yang dilakukan oleh BTPN ini telah naik naik 52% dari Rp4,4 triliun pada periode yang sama atau akhir September 2021.

Baca Juga: Bank BTPN-SMBC Kucurkan Pembiayaan Hijau Rp1,46 Triliun kepada PLN

Secara umum, Bank BTPN menerapkan dua prinsip dalam penyaluran green loan, yaitu ‘Roadmap Mengatasi Perubahan Iklim’ Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dan POJK 51/2017 tentang Penerapan Pembiayaan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.

Sebagai salah satu anggota Net-Zero Banking Alliance, SMBC menjalankan ‘Roadmap Mengatasi Perubahan Iklim’ untuk menyelaraskan portofolio pinjaman dan investasi dengan program nol-emisi 2050. SMBC juga berkomitmen untuk mencapai emisi net-zero melalui operasi grup pada 2030 dan menyalurkan pinjaman hingga JP¥30 triliun pada 2030.

“Ini merupakan gambaran dari komitmen berkelanjutan BTPN dalam mendukung program pemerintah maupun secara global tentang concern lingkungan yang kita perlu pertahankan ekosistemnya,” sebutnya.

Pada 2021, Bank BTPN juga telah menyalurkan green financing sebesar Rp1,06 triliun kepada PT Kepland Investama untuk pembiayaan kembali kredit pengembangan International Financial Center (IFC)

“Pembiayaan pembangunan properti ramah lingkungan IFC ini jadi value proposition bagi nasabah kami yang tertarik mendapatkan pembiayaan untuk properti green energy,” terang Henoch. 

Pada akhir 2022, Bank BTPN dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) telah sepakat untuk menyediakan pembiayaan hijau sebesar US$93,75 juta atau Rp1,46 triliun untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Fasilitas tersebut merupakan bagian dari perjanjian pinjaman sindikasi senilai US$750 juta, yang ditandatangani pada 23 Desember 2022 oleh seluruh kreditur dan PLN. Bank BTPN dan SMBC secara bersama-sama bertindak sebagai koordinator dan mandat lead arranger, bookrunner, serta koordinator green loan, dalam sindikasi tersebut.

Baca Juga: Kuartal III/2022, BTPN Cetak Laba Rp2,41 Triliun

Bank BTPN dan SMBC memberikan fasilitas i untuk mendukung program transisi energi PLN ke energi terbarukan.

“Kami berkomitmen menyalurkan pembiayaan berkelanjutan untuk bisnis berkelanjutan guna mendukung program pembangunan berkelanjutan pemerintah,” ujar Head of Wholesale and Commercial Banking Bank BTPN Nathan Christianto, Senin (26/12).

Nathan melanjutkan, BTPN merancang sebagian pembiayaan ramah lingkungan untuk pelanggan korporat yang mendukung keberlanjutan melalui proyek energi terbarukan. Pada akhirnya, semua langkah ini dilakukan untuk mewujudkan emisi net-zero.

“Kami berharap pembiayaan hijau Bank BTPN dapat mendukung program pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan potensi besar untuk terus tumbuh, pembiayaan hijau merupakan aspek penting dalam menciptakan ekonomi berkelanjutan yang permintaannya terus meningkat,” tambah Nathan.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER