Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|13:14 WIB

Penggabungan Pelindo Tingkatkan Daya Saing

Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar kedelapan di dunia

Oleh: Fin Harini

ImageAktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Makassar yang dikelola oleh PT Pelindo IV (Persero) di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/9/2021). ANTARAFOTO/Arnas Padda

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, penggabungan empat perusahaan Pelindo akan memperkuat BUMN sektor pelabuhan itu. Jadi pelayanan logistik akan semakin baik, murah, cepat dan selanjutnya akan meningkatkan daya saing Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi, sapaan akrabnya, pada peresmian penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/10), dikutip dari Antara.

“Apa yang ingin kita harapkan dari sini, yang pertama, biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain, artinya daya saing kita, competitiveness kita bisa lebih baik,” katanya.

Presiden juga meminta agar BUMN Pelindo hasil penggabungan, untuk mencari mitra perusahaan pelabuhan yang memiliki jaringan luas. Hal itu agar barang-barang Indonesia dapat meningkatkan penetrasi untuk masuk ke rantai pasok global.

“Artinya apa? Produk, barang kita bisa jelajah ke mana-mana, masuk supply chain global. Goal-nya ke sana,” ujar dia.

Presiden Jokowi mengatakan sejak 7 tahun lalu dirinya sudah memerintahkan agar Menteri BUMN menginstruksikan ke seluruh Direktur Utama Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV untuk segera menggabungkan Pelindo dalam satu holding atau perusahaan induk.

Ia pun mengapresiasi Menteri BUMN Erick Thohir dan jajaran BUMN karena telah merealisasikan penggabungan ini. Dari hasil aksi korporasi ini, BUMN Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar kedelapan di dunia dengan total arus peti kemas atau throughput sebanyak 16,7 juta TEUS (twenty foot equivalent units).

Saat ini, kata Presiden, biaya logistik di Indonesia sebesar 23%, atau masih tertinggal dengan negara-negara tetangga yang rata-rata sebesar 12%. Hal tersebut menunjukkan inefisiensi di Indonesia.

BUMN PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo sebelumnya terdiri dari Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV yang masing-masing menjadi operator pelabuhan di wilayah yang berbeda.

Namun, Presiden Jokowi menggabungkan keempat BUMN sektor pelabuhan itu melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2021 tentang Penggabungan PT Pelindo I, III, dan IV (Persero) ke dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). PP penggabungan Pelindo ditandatangani Presiden Jokowi pada 1 Oktober 2021.

Wae Kelambu
Dalam kesempatan itu, Presiden juga meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, yang menjadi pelabuhan kontainer, atau terpisah dengan pelabuhan wisata Labuan Bajo.

“Ini juga dikerjakan, saya apresiasi, dikerjakan secara cepat, sejak bulan Agustus 2020. 2020 dimulai kemudian hari ini bisa kita selesaikan. Alhamdulillah,” kata Presiden.

Ia berharap agar terminal tersebut bisa digunakan dalam jangka waktu lama hingga 15-20 tahun yang akan datang.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta para pejabat terkait.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA