Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

24 November 2022

20:51 WIB

Penerimaan Pajak Tumbuh Tinggi, Sri Mulyani: Waspadai Perlambatan

Tren perlambatan penerimaan pajak ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir 2022

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Fin Harini

Penerimaan Pajak Tumbuh Tinggi, Sri Mulyani: Waspadai Perlambatan
Ilustrasi Kartu NPWP. Sumber: Shutterstock/Bima Nurdin

JAKARTA – Hingga Oktober 2022, penerimaan pajak mencapai Rp1.448,17 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 51,83% dengan capaian 97,52% dari target yang ada.

“Ini growth-nya 51,83%, naik yang luar biasa,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KiTa November 2022, Kamis (24/11).

Ia mengatakan kinerja penerimaan pajak sangat baik hingga Oktober 2022 yang masih dipengaruhi tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, basis rendah 2021, serta implementasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Kinerja bulanan, sambungnya, menunjukkan pertumbuhan pajak baik bulanan maupun kumulatif yang engalami normalisasi. Peningkatan pertumbuhan Oktober 2022 disebabkan adanya pembayaran kompensasi BBM. Tanpa ini, pertumbuhan hanya 20%.

Bendahara Negara merinci, PPh Non-Migas Rp784,4 triliun atau sudah 104,7% dari target; PPN dan PPnBM Rp569,7 triliun atau sudah 89,2% dari target; PBB dan Pajak Lainnya Rp26,0 triliun atau 80,6% dari target; dan PPh Migas Rp67,9 triliun atau sudah 105,1% dari target.

“Memang kalau dilihat dari penerimaan pajak, kita bisa dan boleh berbesar hati karena ini menggambarkan kondisi perekonomian kita menunjukkan pemulihan aktivitas. Tentu di satu sisi karena harga komoditas, namun kita juga lihat pertumbuhan ekonomi yang sudah mulai merata di berbagai sektor dan daerah yang memberikan sumbangan penerimaan pajak,” kata Sri Mulyani.

Adapun tren perlambatan ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir 2022 sejalan meningkatnya restitusi dan tingginya basis penerimaan akhir 2021. Sri Mulyani mengatakan sudah ada tanda-tanda pertumbuhan yang melandai.

“Bulanannya sudah menunjukkan tren agak melandai. Meskipun growth-nya secara overall di atas 50% yoy tapi month to month-nya sudah menggambarkan adanya kembali ke level yang tidak setinggi seperti headline-nya yaitu di 27% hingga 32%,” imbuhnya.

Secara umum, mayoritas jenis pajak tumbuh positif pada Oktober 2022. PPh OP terkontraksi karena pada 2021 terdapat WP yang terlambat lapor SPT Tahunan OP yang tahun ini sudah tidak ada lagi. PPh OP terkontraksi 43,5% pada Oktober 2022.

Kemudian, PPh Badan masih tumbuh double digit 58,8% yoy ditopang pembayaran angsuran PPh Badan dan pelunasan ketetapan pajak.

Sementara itu, pembayaran DTP Valas disebut mendorong PPh 26 tumbuh positif di 28,4% yoy.

Sedangkan PPh Final tumbuh positif didukung penjualan dan persewaan tanah/bangunan. PPh Final pada Oktober 2022 tumbuh 7,3% yoy.

Lebih lanjut, PPN DN juga tumbuh positif. Hal ini dikarenakan meningkatnya belanja pemerintah dengan melakukan kompensasi BBM. PPN DN tumbuh 29,2% pada Oktober 2022.

PPN Impor dan PPh 22 Impor juga tumbuh positif sejalan dengan aktivitas impor. Kedua jenis pajak ini masing-masing tumbuh 39,2% yoy dan 20,7% yoy.

“Ini adalah yang menggambarkan tren terkini bulan terakhir yang itu menunjukkan suatu pola lebih rendah atau korektif terhadap kenaikan yang luar biasa tinggi pada kuartal-kuartal sebelumnya,” ucap Bendahara Negara.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER