Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

BERITA

10 Juni 2021|20:11 WIB

Pemerintah Minta ExxonMobil Tahan Penurunan Produksi Migas Cepu

Diperkirakan akan ada temuan potensi 40 juta barel minyak, SKK Migas dan KKKS berencana segera melakukan drilling test

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Fin Harini

ImageMenteri ESDM Arifin Tasrif saat kunjungan kerja ke Lapangan Minyak Banyu Urip Blok Cepu, Bojonegoro, Jatim, Kamis (22/4/2021). ANTARA/HO-Humas ESDM

JAKARTA – Blok Cepu di Jawa Timur mengalami penurunan produksi secara alamiah, seperti halnya karakteristik reservoir yang berlaku umum di seluruh dunia. Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah meminta ExxonMobil Cepu Limitted (EMCL) mengoptimalkan potensi cadangan migas di blok tersebut.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, Blok Cepu sangat penting bagi Indonesia karena memiliki kontribusi terbesar yakni sekitar 30% dari total produksi minyak di Indonesia. Namun demikian, saat ini terdapat indikasi teknis seperti peningkatan kadar air yang menunjukkan adanya penurunan produksi.

Untuk menahan laju penurunan produksi dari blok tersebut, Menteri ESDM telah meminta ExxonMobil mengoptimalkan pekerjaan di sumur-sumur migas.

“Pekerjaan-pekerjaan subsurface akan terus dilakukan lebih intens. Selain itu masih ada potensi 40 juta barel yang akan dieksploitasi dari sumber-sumber di sekitar Cepu,” tutur Arifin seperti dikutip dalam siaran pers Ditjen Migas KESDM, Kamis (10/6).

Berdasarkan penilaian teknis, cadangan minyak Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu telah meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 940 juta barel minyak dari 450 juta barel minyak saat final investment decision (FID). Meski demikian, tingkat produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip itu kini sudah mulai menurun secara alamiah.

Potensi
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya bersama ExxonMobil dan para mitra Blok Cepu tengah mendiskusikan berbagai inisiatif untuk mengelola penurunan produksi yang mulai terjadi, termasuk menjajaki peluang-peluang baru di Blok Cepu.

Dwi menyebutkan, potensi di Blok Cepu di masa depan cukup besar sehingga bisa dilakukan penambahan kapasitas produksi setelah  dilakukan onstream satu tahun lalu, dari 10.000 BOEPD menjadi 11.000 BOEPD. Menurutnya, diperkirakan akan ada temuan potensi 40 juta barel minyak di Blok Cepu, sehingga direncanakan drilling test. Dari aspek gas, juga ada peluang untuk monetisasi gas sebesar 100 MMSCFD.

“Ini adalah hal-hal yang potensial di Blok Cepu ini yang diharapkan bisa diutilisasi secara optimal oleh Konsorsium Exxon dan Pertamina di masa mendatang,” tegas Dwi. 

Kegiatan produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu dimulai pada 2008 dan fasilitas produksi utama mulai dioperasikan pada Kuartal IV 2015.

Kontrak Kerja Sama (KKS) Cepu ditandatangani pada 17 September  2005, mencakup wilayah kontrak Cepu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka yang tergabung menjadi kontraktor di
 bawah KKS Cepu meliputi EMCL, Ampolex Cepu Pte Ltd., dan PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Serta empat BUMND, yakni PT Sarana Patra Hulu Cepu di Jawa Tengah, PT Asri Dharma Sejahtera dari Bojonegoro, PT Blora Patragas Hulu di Blora, dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana dari Jawa Timur.

ExxonMobil memegang 45% dari total saham partisipasi Blok Cepu, sisanya PEPC 45% dan BUMD 10%. KKS Cepu ini akan berlanjut hingga 2035. Sebuah Perjanjian Operasi Bersama atau Joint Operating Agreement (JOA) telah ditandatangani oleh pihak-pihak kontraktor, di mana ExxonMobil berperan sebagai operator.

Perlu diketahui, Lapangan minyak Banyu Urip merupakan pengembangan pertama di dalam wilayah kerja Blok Cepu dan mencakup pengembangan lapangan minyak Banyu Urip.

Fasilitas lapangan Banyu Urip, antara lain 3 wellpad dengan 29 sumur produksi dan 16 sumur injeksi. Kemudian, 1 sumur produksi di lapangan Kedung Keris terhubung ke wellpad C menggunakan pipa bawah tanah sepanjang 14 km.

Selanjutnya, pipa bawah tanah sepanjang 72 km melewati lebih dari 50 desa dan pipa bawah laut sepanjang 23 km ke Floating Storage and Offloading (FSO) vessel dan FSO Gagak Rimang yang terletak di lepas pantai utara Tuban. Dengan kapasitas penyimpanan sebesar 1,9 mmbbl dan rata-rata ukuran parcel 0,6-0,9 mmbbl. 

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA