Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

06 Agustus 2022

14:00 WIB

Pemerintah Kembangkan Potensi Wisata Kesehatan

Saat ini, upaya pengembangan wellness tourism berbasis kekayaan lokal sedang dilakukan di Solo, Yogyakarta dan Bali.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Pemerintah Kembangkan Potensi Wisata Kesehatan
Wisatawan melepasliarkan tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) saat musim penetasan telur di Pa ntai Perancak, Jembrana, Bali, Senin (25/7/2022). ANTARA FOTO/Nyoman
JAKARTA - Pemerintah tengah mengembangkan salah satu sektor pariwisata potensial, yakni wisata kesehatan atau wellness tourism. Potensi ini mengemuka sejalan dengan pergeseran perilaku masyarakat pasca pandemi, menitikberatkan isu kesehatan, kebersihan, keselamatan, hingga keamanan. 

Dengan tingginya animo masyarakat, potensi wellness tourism terhadap perekonomian global tercatat mengalami peningkatan dari US$4,2 triliun (2017) menjadi US$4,5 triliun (2019). 

Proyeksinya, wisata kesehatan bakal mengalami pertumbuhan signifikan di 2022 menjadi US$919,4 miliar, dengan rata-pertumbuhan 7,5%/tahun dan mencakup 18% dari total pariwisata global.

“Pesatnya pertumbuhan wellness tourism turut menciptakan peluang bagi bisnis kebugaran, semua segmen industri perjalanan, dan bisnis-bisnis lainnya di dalam negeri,” ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual pada acara International Wellness Tourism Conference and Festival 2022, Jakarta, Jumat (5/8).

Nantinya, pengembangan wellness tourism dilakukan pemerintah berbasis pada kearifan lokal. Mencakup pengembangan minuman herbal, aromaterapi, dan makanan sehat dengan mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal. 

Dengan pemanfaatan bahan baku lokal tersebut, diharapkan mampu mendorong pengembangan serta inovasi obat-obatan herbal dan makanan sehat lokal. Sehingga berdampak pula pada pembangunan ketahanan sistem kesehatan berkelanjutan.

“Saya sangat mendukung upaya pengembangan wellness tourism berbasis kekayaan lokal yang saat ini sedang dilakukan pengembangan di tiga daerah, yaitu Solo, Yogyakarta dan Bali,” ungkapnya. 

Selain pengembangan berbasis kearifan lokal, pemerintah turut memanfaatkan inovasi teknologi digital dengan peralatan dan metode terkini, serta penguatan destinasi berbasis produk dan jasa wellness. 

Melalui kedua pendekatan tersebut, pemerintah berharap, akan mampu menghasilkan destinasi dan produk wellness tourism berkualitas dan berdaya saing.

KEK Kesehatan 

Di samping itu, pemerintah juga telah mencanangkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Bali. Tujuannya, untuk membangun fasilitas kesehatan berkualitas tinggi, dengan nilai investasi sebesar Rp10,2 triliun dan target serapan tenaga kerja sebanyak 43.647 pekerja. 

Disetujuinya usulan KEK Kesehatan di Sanur diharapkan juga mampu berdampak pada penghematan devisa negara, peningkatan ekonomi nasional, serta peningkatan fasilitas kesehatan melalui transfer knowledge.

Menutup sambutan, Menko Airlangga turut menyampaikan berbagai potensi kekayaan wisata Indonesia yang mampu mendorong kebijakan pemerintah tersebut, mulai dari potensi wellness seperti situs-situs pemandian air panas. 

Kemudian, kekayaan destinasi eco-tourism yang memadukan keindahan alam dengan aktivitas menyehatkan seperti hiking, menyelam, atau snorkeling. Hingga beragamnya produk rempah-rempah yang bermanfaat untuk meningkatkan imun tubuh, perawatan tubuh, kecantikan, pengobatan, dan aroma.

“Dengan keberhasilan inovasi produk-produk dan jasa wellness tourism akan membuktikan komitmen Indonesia, untuk ikut berpartisipasi dalam mendorong penguatan ketahanan kesehatan dunia dan sistem kesehatan global menjadi lebih inklusif, berkeadilan, dan responsif terhadap krisis,” pungkasnya.



KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER