Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

24 Januari 2022

20:20 WIB

Pemerintah Jamin Ketersediaan dan Harga Bahan Pangan Terjangkau

Hal tersebut dilakukan melalui serangkaian kegiatan operasi pasar secara masif di beberapa daerah

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Pemerintah Jamin Ketersediaan dan Harga Bahan Pangan Terjangkau
Pembeli memilih cabai yang dijual di Pasar Tradisional Cibinong, Kabupaten Bogor. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

BINTAN – Pemerintah terus jamin jaga ketersediaan stok dan keterjangkauan harga bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia. Salah satunya, lewat operasi pasar bahan pangan. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, operasi pasar ditujukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan, agar tetap terjangkau untuk masyarakat. Mengingat, dalam beberapa waktu terakhir terjadi kenaikan harga beberapa komoditas bahan pangan.

Sebelum meninjau operasi pasar di Pasar Barek Motor Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Menko Airlangga beberapa waktu lalu telah meninjau langsung pelaksanaan kegiatan operasi pasar di Bali, Bogor, dan Surabaya. 

“Peninjauan pasar kali ini, untuk memastikan harga minyak goreng. Saya lihat sendiri minyak goreng sudah dijual di harga Rp14 ribu. Harga beras dan gula pasir juga tergolong cukup murah,” jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Senin (24/1).

Dalam kegiatan ini beberapa komoditas terpantau dijual dengan harga yang terjangkau. Seperti beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit hijau, telur ayam ras, tepung sagu, daging ayam beku, dan gula pasir. 

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, komoditas bawang putih dijual Rp27.000/kg. Lebih murah jika dibandingkan harga rata-rata per 24 Januari 2022 di Kepri yang sebesar Rp29.850/kg. 

Dalam operasi pasar kali ini, Toko Tani Indonesia Center menyediakan komoditas berupa beras segar TTI 500 kg; beras premium Gurindam 500 kg; telur ayam 50 tray; bawang merah 50 kg; bawang putih 50 kg; kentang 30 kg; gula pasir curah 100 kg; cabai keriting merah 50 kg; cabai rawit hijau 10 kg; tepung sagu 50 kg; daging ayam beku 15 kg; dan bawang merah Birma 15 kg.

Sementara itu, Bulog menyediakan beras premium sebanyak 1 ton, beras medium CBP 500 kg, minyak goreng 1.000 liter, gula 1 ton, daging kerbau 50 kg, dan tepung terigu 100 kg.

“Kita akan jaga suplainya supaya harganya tidak naik kembali. Kalau ada barang, harga tidak akan naik,” ungkapnya. 

Selain itu, Menko Airlangga juga menanyakan perkembangan bisnis para pedagang di pasar tradisional tersebut. Pedagang optimistis kegiatan usahanya bakal terus berjalan, apalagi pasar tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat di Kabupaten Bintan.

Selanjutnya, Menko Airlangga juga menyaksikan penyerahan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis dari BNI kepada tiga perwakilan pedagang pasar. KUR ini diharapkan, dapat membantu permodalan usaha penerima agar tetap bisa bertahan meskipun di tengah pandemi covid-19.

“Pemerintah memberikan subsidi sebesar 3% dari suku bunga KUR pada enam bulan pertama tahun ini. Ini kesempatan bagi pedagang maupun UMKM untuk mendapatkan KUR. Tahun ini plafonnya juga naik dari Rp285 triliun menjadi Rp373 triliun,” pungkas Menko Airlangga.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta

Legenda Bob Tutupoly Tutup Usia

R&I Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

Presiden Ingatkan Hukum Dan Keadilan Harus Dirasakan Nyata

DPR Minta Pemerintah Akomodasi Petani Sawit Ekspor TBS