Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

EKONOMI

25 Januari 2023

16:48 WIB

Pekan Keempat Januari, BTC Masih Terus Menguat

Hingga saat ini momentum BTC untuk bull run diyakini masih akan berlanjut.

Penulis: Nuzulia Nur Rahma,

Editor: Rheza Alfian

Pekan Keempat Januari, BTC Masih Terus Menguat
Pelaku bisnis Kripto memantau grafik perkembangan nilai aset kripto, Bitcoin di Cilandak, Jakarta Se latan, Rabu (18/1/2023). ValidNewsID/Arief Rachman

JAKARTA – Pergerakan pasar kripto terus menunjukkan keperkasaannya sejak dua minggu lalu. Di awal pekan keempat Januari 2023 ini, harga Bitcoin lainnya masih tergolong bullish, bahkan capai level US$23 ribu, angka ini menjadikan harga tertinggi BTC sejak Agustus 2022.

Direktur PT.Laba Forexindo Berjangka Aset Kripto, Ibrahim Assuaibi menguraikan, saat ini pergerakan pasar sedikit mulai terlihat ada koreksi, meskipun tidak signifikan. 

Menurutnya, BTC masih berada di atas level psikologisnya dan momentum untuk bull run masih sangat besar. Ada beberapa penyebab harga aset kripto big cap melonjak dan kemungkinan akan bull run

"Pasar tampaknya masih melanjutkan sentimen positif dari data inflasi Amerika Serikat (AS) yang turun," katanya dalam pernyataan tertulis, Rabu (25/1). 

Baca Juga: Mengenal Bitcoin Halving Day Yang Terjadi 4 Tahun Sekali

Ibrahim menilai hal tersebut tentunya menambah keyakinan investor kripto, bahwa The Fed dapat melakukan kenaikan suku bunga berukuran lebih kecil atau bersikap dovish sepanjang tahun 2023, karena tanda-tanda dari laporan CPI bahwa strategi The Fed telah berhasil menjinakkan inflasi.

Senada, komisaris PT.Orbi Trade Berjangka Vandy Cahyadi mengungkapkan, saat ini, setidaknya bitcoin ada di dalam siklus hari hari paling hawkish The Fed yang berada di belakangnya.

"Jadi ketika Anda mempertimbangkan prospek kebijakan bank sentral, itu menggambarkan bitcoin pada posisi yang diuntungkan, mengingat taruhan pasar pada Fed bergerak lebih lambat daripada mitra di luar negeri," kata Vandy. 

Maka, lanjutnya, jika suku bunga AS mereda dan ekonomi tumbuh, Bitcoin dapat terus menguat. Semakin baik iklim makro, semakin baik untuk harga Bitcoin. 

Hal tersebut juga dapat membuat keseluruhan aset kripto mengalami penguatan harga lebih lanjut.

"Sungguh yang mendorong hal ini (bitcoin) adalah divergensi kebijakan bank sentral," kata Vandy. 

Menurutnya, situasi ekosistem industri kripto yang terpantau memburuk tidak terlalu menyurutkan semangat investor. Kabar bangkrutnya Genesis dan efek domino yang dapat ditimbulkannya, tidak terlalu membuat investor khawatir. 

Namun, saat kabar itu muncul, BTC sempat terkoreksi sebentar sekitar 2%, tapi dapat kembali reli.

Selain itu, menjelang Shanghai upgrade, pengembang Ethereum melakukan pengujian (testnet) yang diberi nama “shadow fork”. Testnet tersebut dibuat untuk menguji kondisi yang diperlukan untuk penarikan staking ETH, yang saat ini dinonaktifkan tetapi kemungkinan akan diaktifkan kembali dalam upgrade nanti. 

Baca Juga: Mengenal Blue Chip Dalam Aset Kripto

Nama testnet tersebut adalah “Withdrawal-Mainnet-Shadow-Fork-1”. Menurut penyedia node Web3 Alchemy, “shadow fork” adalah cabang mainnet yang digunakan hanya untuk tujuan pengujian.

Dalam perdagangan pasar eropa, Bitcoin pada jam 15.00 WIB, (25/1) berada di harga U$22.686,40/koin dengan volume transaksi sebesar U$ 27,57 Miliar dengan kapitalisasi pasar U$ 442,90 Miliar.

Sementara itu, untuk perdagangan besok, Bitcoin kemungkinan  dibuka fluktuatif namun  menguat di kisaran U$22.486.40/koin - U$ 23.636.50/koin.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER