Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

EKONOMI

26 Januari 2023

08:45 WIB

OJK Selesaikan 20 Kasus di Sektor Jasa Keuangan pada 2022

Pada 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelesaikan 20 perkara kasus di sektor jasa keuangan. Dari 20 perkara tersebut, 18 di antaranya merupakan sektor perbankan.

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Rheza Alfian

OJK Selesaikan 20 Kasus di Sektor Jasa Keuangan pada 2022
Pekerja melintas di depan papan iklan layanan di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jalan Gatot Su broto, Jakarta, Rabu (18/1/2023). ValidNewsID/Fikhri Fathoni

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah  menyelesaikan 20 perkara kasus di sektor jasa keuangan yang telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum dan telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti pada 2022.

“Dari 20 perkara tersebut sebanyak 18 perkara sektor perbankan dan dua perkara sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB),” kata Direktur Humas OJK Darmansyah dikutip dari keterangan resmi, Rabu (25/1).

Sejak 2014 sampai 2022, Penyidik OJK telah menyelesaikan total 99 perkara yang terdiri dari 78 perkara perbankan, 5 perkara pasar modal, dan 16 perkara IKNB.

Untuk memperkuat kewenangan penyidikan dan membangun sistem peradilan pidana yang kredibel, OJK secara rutin menggelar koordinasi dengan lembaga maupun aparat penegak hukum yaitu Polri, Kejaksaan RI, PPATK, dan Lembaga Penjamin Simpanan.

Baca Juga: OJK Ungkap Penyebab Perusahaan Gagal Lakukan Transformasi Digital

Saat ini, OJK memiliki 17 penyidik yang terdiri dari 12 penyidik kepolisian dan lima penyidik PNS.

“Selama 2022, Penyidik OJK juga telah melakukan penguatan koordinasi dan komunikasi dalam bentuk edukasi pencegahan tindak pidana sektor jasa keuangan dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Kepolisian Daerah Jawa Timur, dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta,” imbuhnya.

Tugas penyidikan OJK juga mendapatkan penghargaan sebagai Penyidik Terbaik dari Bareskrim Polri pada 24 November 2022 lalu atas prestasi penegakan hukum di sektor jasa keuangan selama 2022.

OJK menjadi lembaga terbaik dalam penyelesaian kasus untuk kategori Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kementerian/Lembaga.

“Dengan langkah-langkah penguatan dan penegakan hukum tersebut, OJK optimis stabilitas sistem keuangan dapat terjaga khususnya dalam mengantisipasi peningkatan risiko eksternal dan semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya.

Pemain Baru Industri Keuangan Perlu Jadi Perhatian
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute Agus Sugiarto menilai pemain baru di industri jasa keuangan seperti perusahaan finansial berbasis teknologi (fintek), perlu menjadi perhatian pemerintah dan setiap pemangku kepentingan.

Selain pemain baru di industri jasa keuangan, perkembangan digital yang begitu pesat juga telah memunculkan bentuk aset keuangan digital baru seperti aset kripto.

"Hal tersebut, tentu harus menjadi concern setiap pihak dan pemangku kebijakan yang ada. Literasi dan perlindungan konsumen menjadi hal penting untuk terus didorong dan ditingkatkan di masa mendatang," kata Agus dalam webinar “A New Competitive Landscape in The Banking and Financial Sector” di Jakarta, Rabu (25/1).

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan dari kontak fisik secara penuh menjadi tanpa kontak fisik yang juga turut mengubah persaingan di industri jasa keuangan.

Untuk mengetahui perkembangan digital di industri keuangan dalam negeri, Agus Sugiarto pun meluncurkan buku berjudul “Digitalisation: Changing the World of Financial Industry” yang merupakan seri kedua setelah penerbitan buku pertama yang berjudul “Mengenal Ekonomi Digital” sebagai dasar untuk lebih mengenal tentang ekonomi digital.

Baca Juga: OJK dan Industri Keuangan Diminta Jaga Momentum Perekonomian

Buku ini mengulas lebih dalam terkait ekonomi digital khususnya di sektor keuangan dan diterbitkan karena transformasi digital di sektor keuangan yang mengubah seluruh sistem industri keuangan.

“Saya telah menulis buku yang kedua mengenai dampak terhadap digitalisasi terhadap industri keuangan. Di dalam buku ini saya menulis berbagai macam artikel-artikel baru yang terkait dengan transformasi digital, munculnya pemain-pemain baru di industri fintech dan juga munculnya aset-aset digital dalam bentuk aset kripto,” ujar Agus.

Selain itu, beragam analisis mengenai transformasi digital dan bagaimana memenangkan persaingan di era digital akan diulas lebih tajam di dalam buku ini.

"Di dalam buku ini saya menyajikan perubahan tersebut telah mengubah persaingan di industri jasa keuangan, sehingga patut dibaca oleh bapak/ibu semua dan saya yakin buku ini sangat menarik dan bisa memberikan tambahan informasi maupun sajian sajian dan tren ke depan yang akan terjadi di industri keuangan,” pungkas Agus.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER