Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

24 Maret 2022

21:00 WIB

Nielsen: Penetrasi Internet Selama Ramadan Meningkat

Hasil Survei Nielsen Consumer and Media View di 11 kota besar di Indonesia menunjukkan konsumsi media digital selama masa Ramadan tahun 2021 naik dibandingkan Ramadan 2019,

Editor: Fin Harini

Nielsen: Penetrasi Internet Selama Ramadan Meningkat
Ilustrasi anak-anak bermain game di posel. Shutterstock/dok

JAKARTA – Selama pandemi covid-19, lembaga riset konsumen Nielsen menyebut penetrasi internet pada Ramadan mengalami peningkatan konsumsi dan waktu. Khusus 2021, kenaikan dipicu oleh kegiatan menonton video di platform online.

Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia Hellen Katherina di Jakarta, Kamis (24/3), mengatakan hasil Survei Nielsen Consumer and Media View di 11 kota besar di Indonesia menunjukkan konsumsi media digital selama masa Ramadan tahun 2021 naik sebesar 24% dibandingkan Ramadan 2019 atau sebelum pandemi.

Sementara itu, waktu penggunaan media digital pada 2021 naik 35% dibandingkan 2019 lantaran masyarakat mencari sumber hiburan baru di digital selama masa Ramadan.

"Memang penetrasi internet terakselerasi selama pandemi karena kita memiliki keterbatasan untuk keluar bekerja, keluar ke sekolah, keluar berbelanja dan banyak orang yang tadinya belum mengerti cara belanja online, belum punya e-wallet, sekarang jadi lebih fasih beradaptasi," katanya dikutip dari Antara.

Survei tersebut mencatat sepanjang Ramadan 2021, kegiatan menonton video di platform online meningkat 164% dibandingkan pada 2019. Disusul kemudian belanja online yang tumbuh 117%, mendengarkan musik naik 103% serta bermain game online naik 79%.

"Tren yang sama (meningkat) juga terjadi tidak hanya di Lebaran-Ramadan, di periode normal juga terjadi peningkatan yang signifikan. Penetrasi internet sampai dengan akhir 2021 sekitar 76%," katanya.

Hellen menuturkan kenaikan tersebut juga menyebabkan kepemirsaan turun mengingat kini acara televisi juga tersedia di platform online

Nielsen mencatat angka TV Rating (TVR) di tahun 2021 lalu, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan masa Ramadan sebelum pandemi, di tahun 2019.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah konsumsi media digital, yang terakselerasi sejak pandemi di tahun 2020.

Ada pun data dari Nielsen Television Audience Measurement menunjukkan adanya peningkatan konsumsi televisi selama masa Ramadan dibandingkan dengan periode sebelumnya.

"Masa Ramadan selalu mendorong kepemirsaan televisi, khususnya saat sahur, menjelang berbuka dan setelah salat tarawih. Khusus di jam sahur, peningkatan pemirsa dapat mencapai lebih dari tujuh kali lipat," kata Hellen.

Adapun jenis program yang menunjukkan peningkatan konsumsi pada masa Ramadan adalah program religi, selain itu ada juga program anak-anak dan hiburan.

Kebiasaan Beriklan
Nielsen juga mencatat adanya hobi-hobi baru yang muncul selama pandemi dan kemungkinan akan tetap bertahan walaupun masa pandemi telah berakhir.

"Sejumlah perilaku konsumen mengalami beberapa perubahan seperti konsumsi media, kebiasaan dalam berbelanja, dan aktivitas olahraga pada periode tersebut," kata Hellen.

"Kami melihat pemilik merek dapat mengoptimalkan perilaku konsumen ini untuk melakukan strategi pemasaran dengan multimedia dan multiplatform sebagai pendekatan yang lebih efektif untuk mendapatkan kepercayaan konsumen. Apalagi di tahun ini pemerintah tengah melakukan transisi dari pandemi ke endemi," imbuhnya.

Secara khusus untuk kebiasaan mudik, Nielsen juga mencatat peningkatan perjalanan luar kota yang dilakukan konsumen selama masa Ramadan 2021 dibandingkan dengan tahun 2020 ataupun 2019.

"Kami memprediksi tahun 2022 ini perjalanan keluar kota semakin meningkat dengan pilihan moda transportasi yang lebih beragam, bisa menjadi turnaround moment bagi online travel/ticketing dan kesempatan aktivasi branding sepanjang jalur mudik," ujar Hellen.

Ramadan tidak hanya berpengaruh terhadap kebiasaan konsumen, tetapi juga terhadap kebiasaan beriklan para pemilik merek. Nielsen Ad Intel mencatat peningkatan angka belanja iklan seminggu sebelum masa Ramadan.

Dari sisi kategori produk, produk kosmetik atau detergen pakaian dan bahkan produk cat, menawarkan penampilan baru yang lebih baik kepada konsumen di masa Ramadan.

Kategori yang juga tercatat menaikkan belanja iklannya di media televisi dan digital, adalah minuman seperti sirup, mouthwash, obat maag dan juga processed food.

"Ramadan di periode 2021 menunjukkan konsumen melakukan banyak penyesuaian, termasuk media yang mereka konsumsi. Pemilik merek perlu melakukan strategi kampanye media baik di TV maupun di Internet yang dilakukan secara komprehensif, mengingat kedua media ini mempunyai fungsi yang saling mendukung untuk mendapatkan kepercayaan konsumen, serta bersiap untuk kondisi normal kembali," jelas Hellen.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER