Selamat

Rabu, 26 Januari 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

15 Januari 2022

11:01 WIB

Minat NTF? Simak Beberapa Hal Ini Sebelum Mulai Bertransaksi

Minat berinvestasi pada NTF perlu diimbangi dengan kehati-hatian masyarakat.

Editor: Fin Harini

Minat NTF? Simak Beberapa Hal Ini Sebelum Mulai Bertransaksi
Ilustrasi A non-fungible token (NFT). Sumber: Shutterstock/dok

JAKARTA – Kehadiran non-fungible token atau NFT yang terus naik daun dalam beberapa waktu terakhir tentu menggugah sejumlah masyarakat untuk ikut mencoba terjun ke dalam salah satu aset digital berbasis teknologi blockchain tersebut.

Namun, karena NFT sendiri masih terbilang baru dan awam bagi banyak orang, maka, penting bagi masyarakat untuk mengetahui apa saja yang harus diperhatikan sebelum mulai bertransaksi dan berkarya dengan NFT.

"Untuk masyarakat awam yang ingin mencoba memasuki ruang kreasi di semesta digital yang baru ini, hal yang penting diperhatikan bukan hanya soal bagaimana menciptakan nilai yang tinggi atas konten informasi digital yang diperniagakannya," kata Pakar Budaya dan Komunikasi Digital, Firman Kurniawan dikutip dari Antara, dikutip pada Sabtu (15/1).

Doktor Universitas Indonesia itu menyebutkan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah soal informasi pribadi yang termuat dalam konten digital.

"Konten digital itu adalah informasi. Maka apakah informasi yang diperniagakannya tidak justru menciptakan ancaman pada keamanan pribadinya?" imbuhnya.

Sementara itu, Head of TokoMall Thelvia Vennieta mengatakan, calon kreator maupun konsumen yang tertarik untuk berkecimpung di NFT perlu mengetahui batas kemampuan dalam bertransaksi.

"Pada dasarnya, ini mirip dengan investasi apa pun. Gunakan apa yang kita mampu, jangan transaksi di luar kemampuan kita,” jelasnya.

Hal lain yang disarankan Thelvia adalah konsumen mengambil aset yang disukai. Namun, dengan memperhatikan siapa yang menjadi pembuat konten, cerita di dalam karya itu, serta kemungkinan dan keuntungan apa yang bisa diambil dari sana.

Roadmap project dan community apa yang bisa diadapatkan dari benefit tersebut seperti eksklusivitas, dan sejenisnya," jelas Thelvia.

Namun, ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak wawasan terlebih dahulu sebelum benar-benar memulai bertransaksi. Kehati-hatian adalah salah satu hal yang tidak kalah pentingnya.

"Harus berhati-hati, mengingat karena heboh, mungkin akan banyak yang ikut coba-coba. Kita harus tahu apa yang bisa diikuti, apa yang bisa diambil nilainya, agar bisa lebih kreatif dan unik lalu mencoba menjualnya ke orang-orang," kata Thelvia.

Kreator, lanjutnya, mampu melihat opportunity. Namun, masyarakat perlu mengetahui terdapat rangkaian dalam penyusunan konten. Masyarakat harus belajar agar bisa sukses membuat dan menghasilkan karya.

Diprediksi Meningkat 
Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) dan COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan minat masyarakat pada non-fungible token (NFT) diprediksi akan meningkat secara eksponensial pada tahun 2022.

"Tren NFT semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini karena minat masyarakat untuk memperjualbelikan aset dan karya seni digital melalui NFT semakin tinggi, seiring dengan pengetahuan mereka soal manfaatnya dan peluang pada pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital," kata pria yang akrab disapa Manda itu, dikutip dari Antara, Sabtu (15/1).

Keberadaan NFT, lanjut dia, semakin meningkat di akhir tahun 2021, sehingga tak heran jika tren investasi virtual ini bakal berkembang pada 2022. NFT telah mendarat di setiap sektor yang memiliki potensi, tak terkecuali di Metaverse dan platform investasi digital lainnya.

Data dari DappRadar menunjukkan bawah pada kuartal III 2021, penjualan NFT mencapai US$10,7 atau berkisar Rp152 triliun di seluruh dunia. Angka ini naik tajam dari US$1,3 miliar atau Rp18,5 triliun pada kuartal II dan kuartal I sebesar US$1,2 miliar atau Rp17 triliun.

"Di Indonesia sendiri aset digital NFT masih tergolong baru, belum ada data lengkap mengenai tren pertumbuhannya. Meski begitu, dilihat dari pasar semakin mature, dengan banyaknya marketplace NFT yang bermunculan salah satunya TokoMall by Tokocrypto," tutur Manda.

TokoMall jadi pelopor marketplace NFT di Indonesia. Sejak diluncurkan Agustus 2021 lalu, kini, telah memiliki lebih dari 10.000 kolektor, 60 mitra resmi, dan lebih dari 8.000 NFT.

Thelvia, mengungkap tahun 2022, TokoMall punya sejumlah konsep dan fitur baru untuk tumbuhkan pasar NFT di Indonesia.

Seperti istilahnya, pengertian NFT sendiri adalah barang digital yang tak tergantikan. Ini bisa berupa gambar, karya seni, koleksi, cuplikan video, album musik, item dalam game, dan banyak item lainnya.

NFT dicetak di blockchain, mirip dengan cryptocurrency. Oleh karena itu mereka unik dan langka dan sulit untuk dipalsukan. Investor digital memanfaatkan aset digital NFT demi menghasilkan uang dalam jumlah besar dengan jangka waktu singkat.

Sebuah NFT tunggal dapat dibeli dan dijual beberapa kali. Tetapi, pembeli harus membayar biaya royalti kepada pemilik atau pencipta asli dengan setiap penjualan. Biaya royalti biasanya sekitar 10%.

 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

PUPR : Kualitas Infrastruktur Bergantung Pada Kompetensi Insinyur

Minyak Rosemary Untuk Atasi Kerontokan

Kemendagri Minta NIK Untuk Pelaksaan Haji-Umroh

Perbankan Dinilai Diuntungkan Dengan Adanya Teknologi Metaverse

Wapres Ajak Ulama Indonesia Sebarkan Islam Moderat

Honda Segarkan Tampilan New Accord Di 2022

Lampaui Target, BPH Migas Kumpulkan PNPB Rp1,1 Triliun

KPK Rekrut 61 Jaksa