Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

24 September 2021|11:00 WIB

Merosot Rp7.000, Emas Antam Jadi Rp917.000/gram

Emas Antam yang melemah berbanding terbalik dengan emas global.

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Hapsari

ImageIlustrasi emas antam. Shutterstock/dok.

JAKARTA – Harga emas Antam pada Jumat (24/9) melemah Rp7.000 ke posisi Rp917.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian juga turun Rp8.000 ke angka Rp802.000/gram.  

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, tercatat menurun sebesar Rp11.000/gram. Pada Senin (13/9), harga ditutup Rp929.000/gram, hingga Sabtu (18/9), emas Antam ditutup Rp918.000/gram.  

Pelemahan berlanjut pada awal pekan ini, Senin (20/9). Emas Antam melemah seceng alias Rp1.000 ke posisi Rp917.000/gram. 

Namun kemudian, emas Antam pada Selasa (21/9), berbalik menguat goceng alias Rp5.000 menjadi Rp922.000/gram dan naik lagi Rp4.000 menjadi Rp926.000/gram pada Rabu (22/9).  

Sayangnya, penguatan tidak berlangsung lama. Pada Kamis (23/9), logam kuning kembali melemah Rp2.000 ke posisi Rp924.000/gram. 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.058.000/gram pada Rabu (19/8/2020).    

Di Pegadaian, pada Jumat (24/9), emas Antam dibanderol Rp1.859.000/dua gram, Antam Retro Rp911.000/gram. Sementara, Antam Batik Rp1.117.000/gram dan emas cetakan UBS Rp915.000/gram.  

Emas Antam yang melemah berbanding terbalik dengan emas global. Dilansir dari Reuters, di pasar global, harga emas naik tipis pada Jumat (24/9), setelah jatuh lebih dari 1% di sesi sebelumnya, dibantu oleh pelemahan dolar, meski rencana Federal Reserve guna mengurangi stimulus pada ekonomi Amerika membuat bullion tetap di jalur untuk mencatat penurunan minggu ketiga berturut-turut. 

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$1.746,84 per ounce pada pukul 08.02 WIB, setelah mencapai level terendah sejak 11 Agustus di US$1.737,46 per ounce pada sesi Kamis (23/9). Harga emas spot melemah 0,4% sepanjang pekan ini. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat berkurang 0,1% menjadi US$1.747,80 per ounce. 

Indeks Dolar (Indeks DXY) merosot ke dekat level terendah satu pekan pada Kamis (23/9), membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. 

Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga naik pekan lalu, tetapi tren yang mendasarinya tetap konsisten dengan pasar tenaga kerja yang terus pulih. 

Ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan, proses tapering dapat selesai sekitar pertengahan tahun depan, selama pemulihan tetap di jalurnya, setelah pernyataan kebijakan bank sentral pekan ini menunjukkan bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan. 

Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi, tetapi kenaikan suku bunga The Fed akan meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning, yang tidak memberikan bunga. 

Pasar saham dunia menguat pada Kamis (23/9), karena kekhawatiran tentang penularan dari China Evergrande yang kesulitan uang mulai memudar, sehingga merusak daya tarik safe-haven emas. 

Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun 0,8% menjadi 992,65 ton pada Kamis (23/9), dari 1.000,79 ton pada Rabu (22/9). 

Harga logam mulia lainnya, perak naik 0,5% menjadi US$22,61 per ounce dan melonjak 1% sejauh pekan ini. Paladium juga menguat 0,5% menjadi US$1.992,67 per ounce, tetapi berada di jalur untuk membukukan penurunan minggu ketiga berturut-turut. 

Sementara, platinum tergelincir 0,8% menjadi US$980,67 per ounce. Namun, logam tersebut menuju kenaikan mingguan 4,3%, terbesar dalam enam pekan.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER