Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

WIRAUSAHA

02 Juni 2021|21:00 WIB

Merger GoTo Perluas Potensi Ekonomi UMKM Dalam Negeri

Diproyeksi menumbuhkan ratusan ribu toko baru di Tokopedia

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

ImagePengemudi daring Gojek membawa kemasan paket dari Tokopedia di Titipaja Warehouse, Jakarta, Jumat (2 8/5/2021). ANTARAFOTO/M Agung Rajasa

JAKARTA – Tim Peneliti LPEM FEB UI Prani Sastiono mengatakan, penggabungan Gojek-Tokopedia menjadi entitas usaha baru bakal berefek positif kepada sektor UMKM di dalam negeri, baik secara offline maupun online.

"Berdasarkan studi, keberadaan platform (ekonomi digital.red) juga berdampak positif dan membantu kelompok size sale-nya Rp5 juta dan lebih kecil selama pandemi berlangsung," katanya dalam webinar 'Dampak Merging Platforms Gojek-Tokopedia', Jakarta, Rabu (2/5).

Dari survei yang dilakukan LPEM FEB UI kepada 932 respoden, proses merger kedua perusahaan juga bakal menumbuhkan sekitar 589.000 unit merchant atau toko di Tokopedia. Sementara, merger juga potensial menumbuhkan value creation di hampir semua lini dua perusahaan pasca merger.

Selain itu, hal yang sama juga berdampak pada tambahan sebanyak 1,3 juta transaksi di Tokopedia pada pengguna eksisting. Bahkan, layanan pengiriman instan atau sameday di Tokopedia bisa bertambah signifikan sekitar 20,4 juta transaksi.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM FEB UI Kiki Verico mengatakan, lebih jauh UMKM juga bisa mengekspor produknya ke luar negeri. Hal ini terutama jika entitas merger terkait melantai di bursa luar negeri.

Ia menyebutkan, selama ini juga UMKM sudah bisa mengekspor produknya ke pasar luar negeri dengan usaha sendiri. Apalagi, sudah banyak produk UMKM Nusantara memiliki ciri khas dan menarik perhatian buyer.

"Ada UMKM yang membuat hiasan yang terbuat dari limbah kertas koran dan diminati di pasar Amerika Serikat, Kanada, Eropa dan sebagainya. Produk laku karena pro-lingkungan," ujar Kiki.

Namun, ungkapnya, proses perdagangan yang hadir dalam ekosistem digital akan mengubah cara pandang ekspor yang ada selama ini. Seperti mulai dari titik inklusif, kreatif, kompetitif hingga mencapai ke pasar global.

"Kita (tinggal) menunggu waktu pemain kita main di global dan membawa UMKM Indonesia. Platform bisa membantu dalam proses penjualan, termasuk proses produksi sampai distribusi," katanya.

Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko juga menyatakan, fenomena merger ini bisa menjadi sumbangan berharga untuk pengembangan model bisnis di negara lain.

Sementara, bergabungnya dua perusahaan menjadi GoTo memperluas pangsa pasar bagi produk dalam negeri. Apalagi, Gojek telah memiliki layanan di beberapa negara terdekat Indonesia

"Tokopedia bisa memanfaatkan cross marketing (Gojek), ini memberi peluang bagi produk kita ke market dan itu terbuka cukup luas pasca merger dua entitas," ungkap Pras.

Ia mengharapkan, perluasan yang hadir di dalam digital marketing ini menguntungkan penuh bagi Indonesia. Bukan malah makin membuka pasar nasional bagi masuknya produk dari luaran.

"Ada potensi dan peluang Indonesia untuk menyuplai market regional karena cross market tadi," tegasnya.

BPS mencatat, pada April 2021, pangsa ekspor nonmigas Indonesia ke ASEAN mencapai 20,51% atau setara dengan US$3,59 miliar. Negara kontributor ekspor tertinggi ke kawasan meliputi Malaysia (5,21%), Singapura (4,24%), dan Thailand (2,97%).

 

 


Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER