Selamat

Jumat, 24 September 2021

15 September 2021|11:33 WIB

Merangkak Naik, Emas Antam Dihargai Rp936.000/gram

Di pasar global, harga emas bertahan di atas level psikologis kunci US$1.800 karena dolar dan imbal hasil obligasi berada di bawah tekanan

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImageEmas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam Denpasar Bali, Kamis (9/9/2021). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

JAKARTA – Harga emas Antam pada Rabu (15/9) menguat Rp4.000 ke posisi Rp936.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian juga naik Rp5.000 ke angka Rp827.000/gram.   

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, tercatat menurun sebesar Rp13.000/gram. Pada Senin (6/9), harga ditutup Rp942.000/gram, hingga Sabtu (11/9), emas Antam ditutup Rp929.000/gram.   

Emas Antam pada Senin (13/9) tidak bergerak atau masih menetap di posisi Rp929.000/gram seperti Sabtu (11/9). Pada Selasa (14/9), emas menguat tipis Rp3.000 menjadi Rp932.000/gram. 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.058.000/gram pada Rabu (19/8/2020).   

Di Pegadaian, pada Rabu (15/9), emas Antam dibanderol Rp1.875.000/dua gram, Antam Retro Rp919.000/gram. Sementara, Antam Batik Rp1.125.000/gram dan emas cetakan UBS Rp917.000/gram.  

Dilansir dari Reuters, di pasar global, harga emas bertahan di atas level psikologis kunci US$1.800 pada Rabu (15/9), karena dolar dan imbal hasil obligasi berada di bawah tekanan setelah kenaikan inflasi Amerika yang lebih rendah dari perkiraan menyebabkan ketidakpastian kapan Federal Reserve akan mulai mengurangi pembelian asetnya. 

Harga emas di pasar spot stabil di US$1.802,86 per ounce pada pukul 08.20 WIB, setelah menyentuh tingkat tertinggi satu pekan di US$1.808,50 pada sesi sebelumnya. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat turun 0,2% menjadi US$1.803,80 per ounce. 

Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika naik hanya 0,1% bulan lalu, dibandingkan ekspektasi peningkatan sebesar 0,3%. Itu adalah kenaikan terkecil dalam enam bulan yang menunjukkan inflasi mungkin telah mencapai puncaknya, meski bisa tetap tinggi untuk sementara waktu di tengah kendala pasokan yang terus bertahan. 

Data itu memberikan bayangan ketidakpastian atas garis waktu tapering Federal Reserve. The Fed akan menggelar pertemuan kebijakan moneter dua hari pekan depan. 

Data CPI membebani Indeks Dolar (Indeks DXY), sedangkan imbal hasil US Treasury 10-tahun mencapai angka terendah sejak 24 Agustus. 

Imbal hasil yang lebih rendah mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga. 

Menurut jajak pendapat Reuters Tankan, kepercayaan produsen Jepang memburuk ke level terendah lima bulan pada September karena dampak dari gelombang terbaru covid-19 memberikan tekanan pada ekonomi terbesar ketiga di dunia itu. 

Logam mulia lainnya, perak turun 0,1% menjadi US$23,81 per ounce. Platinum mencapai level terendah lebih dari sembilan bulan di posisi US$930,85 per ounce dan terakhir menyusut 0,4% menjadi US$935,60. 

Sementara, paladium mendatar di US$1.979,16 per ounce. Harga menyentuh level terendah sejak Juli 2020 di US$1.935 per ounce pada sesi sebelumnya. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA