Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

06 Agustus 2022

10:25 WIB

Mentan Ingatkan Andil Pertanian Dalam Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II/2022 berhasil tumbuh meyakinkan di kisaran 5,44% (yoy).

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Dian Kusumo Hapsari

Mentan Ingatkan Andil Pertanian Dalam Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II
Petani muda sedang memanen tanaman sayur organik di taman rumah kaca. Shutterstock/Viewfoto studio
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, sektor pertanian berhasil menjadi bantalan ekonomi yang tumbuh positif selama tiga tahun terakhir, di saat sektor ekonomi lainnya mengalami pelambanan. Menurutnya, ini terjadi karena pertanian adalah pilihan pasti dalam memperkuat ekonomi.

Dirinya mengingatkan, saat ini semua negara tengah mengalami turbulensi yang sama. Mulai dari merebaknya pandemi ke seluruh dunia, perubahan cuaca atau climate change, begitu juga tantangan geopolitik perang Rusia dan Ukraina. 

"Namun, (di tengah itu semua) pertanian Indonesia selalu hadir dan menjadi bantalan ekonomi," kata Mentan dalam pernyataan tertulis, Jakarta, Jumat, (5/8). 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II/2022 berhasil tumbuh meyakinkan di kisaran 5,44% (yoy). Hal paling menarik, sektor pertanian menjadi salah satu dari tiga sektor yang berkontribusi tertinggi di sisi lapangan usaha. 

Terlihat dari besaran distribusi dan andil pertanian yang mencapai 12,98% terhadap lapangan usaha nasional, atau tumbuh meyakinkan sebesar 1,37% (yoy). Tercatat, faktor tumbuhnya Nilai Tukar Pertani (NTP) yang mencapai 3,20% berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat.
 
Mentan melanjutkan, Indonesia juga termasuk negara yang dinilai sangat kecil mengalami kemungkinan resesi, karena peluang angkanya hanya sebesar 3%. Sangat jauh, jika dibandingkan dengan Sri Lanka yang berpeluang mengalami resesi sebesar 85% atau Selandia Baru 33%.

"Saya melihat inflasi di sejumlah negara terus mengalami kenaikan. Di Uni Eropa mencapai 9,6%; Amerika Serikat 9,1%; Inggris 8,2%; dan Korea Selatan 6,1%. Tapi di Indonesia, alhamdulillah masih terjaga di angka 4,4%," katanya.

Salah satu faktornya, sebut Mentan, ada di konsistensi Indonesia dalam menyediakan pangan yang cukup. Sebagai catatan, produksi beras nasional di 2019 mencapai 31,31 juta ton; lalu meningkat di 2020 menjadi 31,36 juta ton; dan di 2021 sebesar 31,33 juta ton. 

Di sisi lain, ekspor pertanian dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan yang diikuti kenaikan NTP maupun NTUP.

Mentan menekankan, sektor pertanian merupakan aspek penting dalam menunjang kehidupan manusia. Karena, di Indonesia, ada sebanyak 270 juta jiwa yang membutuhkan makanan setiap hari. Sementara, pertanian adalah penjaga dari semua pintunya ekonomi Indonesia.

"Kita terus dorong penguatan sektor pertanian, karena pangan tidak boleh berhenti. Presiden meminta penguatan produksi pangan nasional, dan itu kita terus lakukan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, di tengah inflasi global dan ancaman resesi, ekonomi Indonesia tumbuh impresif sebesar 5,44% pada kuartal II/2022. Pertumbuhan ini menandakan tren pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut dan semakin menguat. 

"Kalau dibandingkan kuartal II/2022, tren pertumbuhan ekonomi tahunan meningkat secara konsisten. Kalau kita lihat polanya dari kuartal III/2021 hingga kuartal II/2022, (Indonesia) terus mengalami pertumbuhan," ucap Margo.



KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER