Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

WIRAUSAHA

31 Mei 2021|15:51 WIB

Menkop Ingin Fokus Kembangkan Model Bisnis Sektor Pertanian

Produk petani diharapkan bisa menopang pasokan ke pasar secara stabil

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImageMenkop dan UKM Teten Masduki bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Agribusiness and Technology Park di IPB. Kemenkop UKM/Dok

JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan saat ini pihaknya tengah berkonsentrasi mengembangkan model bisnis di sektor pertanian. Salah satunya adalah pembentukan korporatisasi petani.

Dalam keterangan tertulisnya, Teten menjelaskan langkah itu dilakukan dengan mendorong para petani perorangan dengan skala sempit untuk tergabung dalam koperasi, agar skala ekonomi meningkat.

Menurut Menteri Teten, korporatisasi petani dilakukan juga dalam rangka meningkatkan ekspor produk-produk pertanian. Serta, menghasilkan produk substitusi komoditas yang masih disuplai oleh impor.

"Korporatisasi itu akan memproduksi substitusi produk komoditas pertanian yang impor, untuk kemudian didorong agar mengurangi ketergantungan produk yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri," ujarnya di Jakarta, Senin (31/5).

Dengan begitu, Teten berharap produk dari petani-petani perorangan bisa menopang suplai pasar dengan stabil, baik dari aspek kualitas maupun segi kapasitas produksinya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menuturkan pihaknya bersama Kemenkop UKM telah mengunjungi Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam rangka pengembangan model bisnis sektor pertanian.

Menurut Mentan setelah mengunjungi IPB, komoditas unggul hasil riset dan uji coba harus diangkat menjadi suatu hal yang bisa langsung diterapkan dalam pengembangan model bisnis tersebut.

Syahrul pun menuturkan, Kementan dan Kemenkop UKM akan menggandeng pihak perguruan tinggi untuk mengembangkan hulu hingga hilir sektor pertanian. Nantinya, Kemenkop UKM akan membentuk kelembagaan dan off-farm, sedangkan Kementan akan bertugas melakukan budidaya dan peningkatan produktivitas.

"Sedangkan perguruan tinggi akan mengoordinasi budidaya itu baik hulu maupun hilir. Dengan begitu, nanti akan ada varietas tertentu, apalagi untuk ekspor yang kita bedah dari hulu sampai hilir," kata Mentan.

Sinergi antara Kementan, Kemenkop UKM, serta perguruan tinggi itu menurutnya dilakukan untuk menciptakan terobosan baik dari sisi hulu maupun hilir sektor pertanian dengan teknologi yang maju dan mampu menjawab kondisi yang kekinian.

Sementara itu, Rektor IPB Arif Satria menegaskan pihaknya telah membangun Taman Teknologi Agribisnis di Desa Cikarawang atau tepat di belakang kampus IPB. Pengembangan kawasan itu menjadi bagian dari Agromaritim 4.0 dan upaya mendorong petani beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Arif mengatakan, produk-produk pertanian yang dihasilkan di kampus IPB merupakan hasil kerja sama dengan petani setempat dan diharapkan bisa mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan kampus.

"Harapannya akan ada manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya petani di sekitar IPB University," tuturnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER