Menkop Dorong UMKM Tangkap Peluang Pascapandemi | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

08 November 2021|08:31 WIB

Menkop Dorong UMKM Tangkap Peluang Pascapandemi

Terdapat agenda besar yang termaktub dalam PP Nomor 7 Tahun 2021 yang terus dikawal

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

Menkop Dorong UMKM Tangkap Peluang PascapandemiPerajin membuat kerajinan robot serangga di Kampung Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/11/2021). ANTARAFOTO/Arif Firmansyah

JAKARTA – Angka penyebaran covid-19 secara nasional mulai menunjukkan tren penurunan yang tajam dalam beberapa hari terakhir. Hal itu menimbulkan peluang besar bagi para pelaku UMKM untuk bangkit menangkap potensi pasar, salah satunya dengan melakukan sejumlah transformasi.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pun mengatakan, pihaknya telah merancang pemantapan UMKM jangka menengah dan jangka panjang seiring dengan keyakinannya bahwa tahun depan merupakan tahun pertama Indonesia lepas dari tekanan pandemi covid-19.

"Tahun depan, kami akan semakin gencar mengawal agenda besar yang tertuang dalam PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (7/11).

Sebagai informasi, PP Nomor 7 Tahun 2021 itu merupakan regulasi turunan dari UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Agenda besar yang termaktub dalam regulasi itu antara lain pemanfaatan 30% infrastruktur publik sebagai ruang UMKM serta alokasi 40% belanja barang dan jasa pemerintah bagi UMKM.

"Kemudian ada juga kemitraan strategis antara UMKM dan BUMN dan usaha besar, serta mewujudkan koperasi modern," kata Menkop.

Kementerian Koperasi dan UKM juga membidik kontribusi koperasi terhadap PDB bisa mencapai 5,3%, sumbangsih UMKM terhadap PDB 63%, kontribusi ekspor UKM sebesar 15,8%, rasio kewirausahaan 3,75%, serta sebanyak 4% usaha mikro akan bertransformasi dari informal ke formal yang seluruhnya ditargetkan bisa tercapai pada tahun 2022.

Terkait target itu, Menteri Teten meyakini akan tercapai apabila dari sektor kesehatan dapat ditangani dengan baik, salah satunya melalui percepatan vaksinasi dalam rangka mengendalikan angka penularan covid-19 di tanah air.

Pasalnya, hampir 2 tahun para pelaku UMKM berjuang keras menghadapi dampak yang timbul akibat pandemi. Meskipun sempat goyah, namun Teten mengakui para pelaku UMKM adalah yang paling cepat beradaptasi dengan berbagai disrupsi yang ada.

Ia menuturkan sejak awal pandemi, sekitar 94% pelaku UMKM mengalami penurunan permintaan. Namun ketika ada serangan varian delta, penurunan permintaan hanya sekitar 37,2%. Begitupun terhadap penurunan pendapatan dimana pada puncak pertama covid-19 mencapai sekitar 50% dan pada gelombang kedua hanya sebesar 41,5%.

"Ekonomi Indonesia pun tahun 2021 mampu menjaga tren positif berturut-turut, yakni 7,07% year-on-year pada triwulan II dan yang terbaru 3,51% year-on-year pada triwulan III," lanjutnya.

Bisnis Hijau
Dalam rangka menangkap peluang pascapandemi, Teten pun ingin mempersiapkan UMKM agar dapat berkontribusi terhadap pengurangan dampak buruk perubahan iklim. Yakni, dalam menjalankan usahanya harus memerhatikan dampak lingkungan dengan mulai beralih ke bisnis hijau.

Dengan begitu, ia yakin kualitas produk akan meningkat seiring dengan terbukanya akses pasar baru dan peningkatan produksi. Selain itu, operasional bisnis hijau juga ia yakini bisa menekan biaya input, seperti yang dilakukan Koperasi Japanese Consumer Cooperation Union (JCCU) di Negeri Sakura.

"Koperasi asal Jepang itu menggunakan bahan ramah lingkungan dalam menghasilkan produk CO.OP Sustainable," ujar Teten.

Tema CO.OP Sustainable sendiri dilakukan dengan melindungi sumber daya laut, hutan, organik, serta menggunakan sertifikasi dan logo yang menunjukkan produk-produk UMKM ramah lingkungan.

Produk yang dihasilkan dari CO.OP Sustainable yang dijalankan Koperasi JCCU itu misalnya ikan merah tanpa tulang, kertas toilet daur ulang, minyak perilla organik, serta teh organik kagoshima.

"Mari kita majukan UMKM dengan usaha yang produktif, berkualitas, dan ramah terhadap lingkungan," tandasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER