Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

25 November 2022

11:25 WIB

Mendag: Perdagangan Dengan Tiongkok Mesti Terus Dioptimalkan

Terbaru, Indonesia sukses mendapat kontrak dagang dari Tiongkok senilai US$8,3 miliar

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

Mendag: Perdagangan Dengan Tiongkok Mesti Terus Dioptimalkan
Mendag RI Zulkifli Hasan memberikan sambutan melalui aplikasi video streaming dalam acara penandatanganan komitmen dagang Indonesia-China dari KBRI Beijing, Kamis (24/11). Antara Foto/M. Irfan Ilmie

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan semakin optimistis terhadap peningkatan ekspor Indonesia ke Tiongkok. Hal ini disampaikan setelah menyaksikan penandatangan kontrak dagang dan letter of Intent (LoI) pada agenda 2nd Signing Ceremony Indonesia-China As Complimentary Partners.

Penguatan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Tiongkok harus semakin dioptimalkan. Tujuannya, agar dapat memberikan manfaat penuh bagi kedua negara. Apalagi, Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia. 

“Penguatan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Tiongkok seperti ini perlu dioptimalkan, agar dapat memberikan manfaat penuh bagi kedua negara,” kata Mendag, Jakarta, Kamis (24/11).

Turut hadir pada acara ini Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun dan pelaku usaha dari Tiongkok dan Indonesia.

Pada acara ini, ditandatangani 16 kontrak dagang antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok dan 4 letter of intent antara perwakilan Pemerintah Indonesia di Tiongkok dengan pelaku usaha Tiongkok. Total nilai kontrak dagang dan letter of intent tersebut mencapai US$8,03 miliar.

Sementara produk yang disepakati antara lain produk pertanian terdiri atas nanas segar dan olahannya, sarang burung walet, cangkang kelapa sawit, limbah kelapa sawit, dan kopra; produk makanan olahan seperti bumbu, makanan sehat, kudapan, dan air kelapa.

Begitu juga produk kosmetik seperti produk perawatan kulit dan perawatan ibu dan anak, serta produk tambang batu bara.

Secara khusus, Mendag Zulhas mengapresiasi perwakilan dagang Indonesia di Tiongkok, Atase Perdagangan, dan Indonesian Trade Promotion Center Shanghai (ITPC) yang telah berupaya mewujudkan acara ini.

“Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para Perwakilan RI di Tiongkok, Atase Perdagangan, dan ITPC Shanghai, serta semua pihak yang telah bekerja keras mewujudkan pelaksanaan komitmen dagang hari ini,” sebutnya. 

Ia menambahkan, kegiatan penandatanganan komitmen dagang ini merupakan wujud nyata dari komitmen yang kuat antara pelaku usaha kedua negara dalam meningkatkan hubungan dagang dan investasi.

“Semoga hubungan bisnis pelaku usaha dari kedua negara dapat terus terjalin lebih baik, lebih dekat, dan lebih besar lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mendag Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao telah menandatangani perjanjian Bilateral Economic and Trade Cooperation/BETC di sela rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali. 

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping. Kemendag sendiri mencatat, Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia, baik dalam hal ekspor maupun impor. 

Pada periode Januari-September 2022, nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai US$46,88 miliar. Nilai tersebut meningkat 28,87% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Tiongkok mencapai US$50,67 miliar atau meningkat 28,33%.

Sementara, pada 2021 total perdagangan Indonesia-Tiongkok mencapai US$109,99 miliar, atau meningkat 54% dibandingkan 2020. Ekspor Indonesia ke Tiongkok pada periode tersebut sebesar US$53,76 miliar, dan impor Indonesia dari Tiongkok sebesar US$56,22 miliar.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER