Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

EKONOMI

26 Januari 2023

11:15 WIB

Masih Menjanjikan, Komitmen Investasi dari 2 WK Migas Capai US$49 Juta

Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan kerja sama 2 WK migas dapat menjadi tolak ukur bagi investor bahwa industri hulu migas masih punya peluang besar untuk berkembang.

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Rheza Alfian

Masih Menjanjikan, Komitmen Investasi dari 2 WK Migas Capai US$49 Juta
Ilustrasi. Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan Regional Sumatera Zona 4 mengecek saluran pipa gas yang menuju Stasiun Kompresor Gas X Prabumulih Barat di Prabumulih, Sumatera Selatan. Antara Foto/Nova W

JAKARTA – Sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) masih menjanjikan bagi para investor. Hal itu tercermin dari pelaksanaan penandatanganan kontrak bagi hasil untuk Wilayah Kerja (WK) West Kampar dan WK Jabung Tengah yang baru saja dilakukan antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji pada kesempatan itu menyebut total investasi komitmen pasti dari penandatanganan kontrak kedua WK itu mencapai US$49,1 juta dengan bonus penandatanganan US$400.000.

Lewat keterangan tertulisnya, Tutuka berharap penandatanganan kontrak kerja sama dua WK migas dapat menjadi tolak ukur bagi investor bahwa industri hulu minyak dan gas bumi di tanah air masih punya peluang besar untuk berkembang.

"Lewat kegiatan di kedua WK, diharapkan cadangan dan produksi migas bisa meningkat secara berkelanjutan dalam rangka mendukung target produksi migas," ungkapnya di Jakarta, Rabu (25/1).

Baca Juga: Sepanjang 2022, Daya Saing Industri Hulu Migas Masih Terjaga

WK West Kampar sendiri ditawarkan pemerintah lewat lelang penawaran langsung tahun 2022 periode September-Oktober dan pemenangnya telah diumumkan pada 23 November 2022 lalu. 

Sedangkan untuk WK Jabung Tengah, ditawarkan pada periode November-Desember 2022 dengan pengumuman pemenang pada 28 Desember 2022.

Tutuka menambahkan, kontrak kedua WK migas itu menggunakan skema cost recovery dengan jangka waktu WK Produksi West Kampar 20 tahun dan WK Eksplorasi Jabung Tengah selama 30 tahun.

"Sebelum penandatanganan kontrak, KKKS telah merampungkan kewajiban finansial dalam bentuk pembayaran bonus tandatangan dan menyerahkan jaminan pelaksanaan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku," imbuh Tutuka.

Secara rinci, penandatanganan kontrak bagi hasil untuk WK West Kampar dilakukan kontraktor Konsorsium PT APG West Kampar Indonesia dan PT SPRL West Kampar. 

Komitmen pada WK tersebut mencakup tiga GGRE, empat sumur pengembangan, lima sumur workover, reaktivasi fasilitas produksi, dua studi G&G, akuisisi dan processing Seismik 2D 250 km, hingga akuisisi dan processing Seismik 3D 50 km2.

"Termasuk juga dua sumur eksplorasi, satu sumur deliniasi, serta satu studi POD. Total investasinya mencapai sekitar US$32,5 juta," kata dia.

Sementara untuk WK Jabung Tengah, dilakukan oleh Konsorsium PT Cipta Niaga Gemilang dan PT Raharja Energi Sentosa. Komitmennya mencakup tiga studi G&G, akuisisi dan processing Seismik 2D 500 km, serta dua sumur eksplorasi. Total investasi pada WK tersebut mencapai US$16,5 juta.

Sebagai informasi, WK West Kampar terletak di wilayah administrasi Provinsi Riau dan Sumatera Utara. Kawasan itu punya potensi sumber daya sebesar 13 MMBO, dimana WK tersebut juga telah beroperasi Lapangan Pendalian dengan OOIP 10,4 MMBO (2P Risk), cumulative production 0,8 MMBO, serta remaining reserve 9,6 MMBO.

Baca Juga: Pemerintah Setujui Pengembangan Lapangan Merakes dan Merakes East

Sementara untuk WK Jabung Tengah, lokasinya berada di wilayah administrasi Provinsi Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau. Potensi perkiraan sumber daya pada WK Jabung Tengah mencapai 200 MMBOE.

Pada kesempatan itu, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto memastikan tidak ada masalah dari segi pasar untuk WK Jabung Tengah dan WK West Kampar. 

Pemanfaatan minyak akan berlangsung optimal mengingat kebutuhan di dalam negeri masih dipenuhi dari impor.

"Untuk gas, dua WK ini punya potensi ke Sumatera Bagian Tengah, pabrik pupuk, PLN, maupun Pertamina Hulu Rokan. Infrastrukturnya sudah lengkap dan jika masih ada lebih, akan didistribusikan ke Batam. Jika masih lebih lagi, bisa diekspor ke Singapura," ucap Dwi Soetjipto.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER