Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

25 November 2022

20:02 WIB

LPEI Masukkan ESG Sebagai Value Proposition

LPEI membahas ketahanan ekonomi dan ekspor pascapandemi pada pertemuan tahunan Asian Exim Banks Forum.

Penulis: Rheza Alfian,

Editor: Fin Harini

LPEI Masukkan ESG Sebagai <i>Value Proposition</i>
Ilustrasi. LPEI mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi eksportir salah satunya melalui peresmian Rumah Ekspor Solo (RES). ANTARA/HO-LPEI.

JAKARTA – Direktur Pelaksana Bidang Keuangan dan Operasional LPEI Agus Windiarto mengatakan LPEI telah memasukkan Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai value proposition. Hal ini menjadi bentuk dukungan LPEI kepada keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Ia menuturkan, hal ini sejalan dengan anjuran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada lembaga keuangan di Indonesia untuk menerapkan keuangan berkelanjutan.

Pada pertemuan Asian Exim Banks Forum (AEBF), LPEI menyampaikan selaku lembaga keuangan dengan mandat mendorong peningkatan ekspor di Indonesia, pihaknya terus mempertajam value proposition-nya ke dalam strategi bisnis sehingga lebih adaptif terhadap perubahan global.

“LPEI terus memperkuat kerja sama dengan ekosistem ekspor Indonesia, memperluas layanan, serta mengikutsertakan ESG untuk membuka lebih banyak peluang untuk kemajuan ekspor Indonesia,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (25/11).

LPEI atau Indonesia Eximbank membahas ketahanan ekonomi dan ekspor pascapandemi pada pertemuan tahunan Asian Exim Banks Forum yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia (15-17 November).

Strategi untuk meningkatkan ketahanan di tengah perekonomian global yang melambat menjadi topik utama pada pertemuan yang dihadiri oleh pimpinan Exim Bank se-Asia ini.

Peserta forum satu suara kolaborasi antar Exim Bank diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dunia saat ini seperti perlambatan ekonomi, geopolitik, dan gangguan rantai pasok.

Kerja sama dimaksud dapat dilakukan melalui penyediaan fasilitas secara bersama seperti co-financing dan guarantee untuk mendukung pelaku usaha.

Kolaborasi lain juga dapat dilakukan dengan saling berbagi informasi sehingga Exim Bank dapat lebih inovatif dan tanggap dalam menjawab kondisi perekonomian yang bergerak dinamis.

Lebih lanjut, pada pertemuan yang dikoordinasi Malaysia Exim Bank sebagai tuan rumah ini, ditekankan dukungan kepada sektor ESG merupakan hal yang penting. Belajar dari pandemi, transformasi digital dan transisi energi menjadi mendesak dan perlu dilakukan percepatan.

Thailand Eximbank berbagi informasi mengenai penerapan ESG di lingkungannya. Institusi yang dimiliki seluruhnya oleh Pemerintah Thailand ini bercerita mengenai instrumen finansial berbasis ESG yang telah mereka keluarkan seperti penerbitan green bonds, dan green financing

Dalam kesempatan tersebut Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Korea Eximbank berbagi pengalaman mengenai beberapa proyek pembiayaan hijau yang telah mereka jalankan.

Pada kesempatan tersebut, anggota AEBF juga melakukan penandatanganan joint statement mengenai dukungan AEBF terhadap pembangunan berkelanjutan.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

Jangan Minum Teh Saat Makan Besar

Penangkaran 'StAR Project' Kembang Biakkan Hiu Belimbing

Ada 183 Investor Malaysia Berminat Berinvestasi Di IKN

Rambut Rontok Bisa Jadi Indikator Kurangnya Asupan Zat Besi

Pemerintah Relokasi Korban Gempa Cianjur

Bioaqua Buka Delapan Offline Store di Jadetabek

Deretan Aplikasi Dan Gim Terbaik Di Google Play Tahun 2022

Kemensos Tangani Trauma Korban Gempa Cianjur