Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

BERITA

11 Juni 2021|08:37 WIB

Logistik Meningkat, Menhub Sebut Perbaiki Sejumlah Masalah

Pemerintah mengoptimalkan peran tol laut pada pergerakan logistik

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImageKapal tol laut di pelabuhan penumpang Soekarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA FOTO/Dewi Fajriani

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut pergerakan logistik tahun ini menunjukkan tren positif dibandingkan tahun lalu. Sepanjang triwulan I 2021, terdapat pertumbuhan 7% pada pergerakan logistik jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

"Ini menunjukkan aktivitas logistik tetap berjalan baik, khususnya pada tahun kedua pandemi. Ke depan semoga trennya bisa semakin baik untuk menopang pemulihan ekonomi nasional," ujar Budi Karya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (10/6).

Ia menambahkan moda transportasi laut sejauh ini masih menjadi andalan bagi angkutan logistik. Kementerian Perhubungan pun, lanjutnya, akan memacu kinerja transportasi laut untuk mendukung kelancaran logistik, termasuk menekan biaya operasional. 

Di antaranya dengan menyelesaikan sejumlah permasalahan bersama stakeholder terkait, mulai dari kelangkaan kontainer, dwelling time, hingga kemacetan area pelabuhan dan masalah pelayanan kepelabuhan.

Budi Karya mengatakan, beberapa langkah untuk menjawab permasalahan itu dilakukan dengan meningkatkan kerja sama dan koordinasi bersama pemangku kepentingan. Hingga melakukan integrasi dan digitalisasi sistem perizinan dan pelayanan kepelabuhan.

"Kami juga terus membangun infrastruktur pelabuhan yang terhubung dengan kawasan industri, KEK, maupun kawasan terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP)," imbuh Budi Karya.

Lebih lanjut, Budi Karya memaparkan pihaknya terus mengoptimalkan program tol laut yang menjadi program strategis pemerintah guna menghilangkan disparitas antarwilayah di Indonesia.

Sejak 2015 silam, program tol laut terus berkembang hingga kini memiliki 30 trayek. Hal ini sejalan dengan penambahan jumlah pelabuhan dan kapal dengan melibatkan 106 pelabuhan, terdiri dari 9 pelabuhan pangkal dan 97 pelabuhan singgah.

"Optimalisasi layanan tol laut juga dilakukan dengan memaksimalkan volume muatan balik yang selama ini belum optimal," kata Menhub.

Menteri Budi Karya juga menyebut pihaknya senantiasa menerima masukan dari berbagai pemangku kepentingan terkait serta melakukan sosialisasi kepada para kepala daerah untuk memanfaatkan tol laut sebagai akses pengiriman komoditas unggulan masing-masing daerah.

Dengan begitu, ia berharap ke depannya muatan balik tol laut akan semakin optimal seiring kinerja transportasi yang semakin baik, guna menopang kelancaran distribusi logistik, utamanya di masa pandemi.

"Upaya-upaya ini kami harap bisa menyelesaikan permasalahan logistik nasional dan diharapkan bisa meningkatkan indeks kerja logistik di Indonesia untuk meningkatkan daya saing dibanding negara lain," tegasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA